Home / Hiburan / Makna Di Balik Lagu-lagu Efek Rumah Kaca

Makna Di Balik Lagu-lagu Efek Rumah Kaca

Belantika musik Indonesia sangat berwarna setiap saat. Banyak sekali musisi-musisi hebat yang menelurkan lagu-lagu yang penuh dengan energi dan syarat dengan makna yang begitu dalam. Penulis kali ini ingin menelaah lagu-lagu dari band bernama Efek Rumah Kaca. Band ini sudah aktif sejak tahun 2001 dan mereka sudah mengeluarkan 2 album yang bertajuk “Efek Rumah Kaca” tahun 2007 dan “Kamar Gelap” tahun 2008. Bagi penulis, lirik dalam lagu-lagu Efek Rumah Kaca penuh dengan makna yang tersirat, penulis menilai lirik-liriknya cerdas dan tidak menye-menye.

Mari simak penelaahan subyektif penulis pada lagu-lagu Efek Rumah Kaca.

ALBUM: EFEK RUMAH KACA

Efek Rumah Kaca

1. Jalang

Lagu pertama di album yang bertajuk sama dengan nama band ini, Efek Rumah Kaca. Lirik-lirik di lagu ini sudah sangat jelas menceritakan tentang masa-masa orde baru yang sangat totaliter. Di mana setiap warga Negara Indonesia yang terlalu vokal terhadap pemerintahan akan dikebiri, bahkan dieksekusi. Jadi sudah sangat jelas, siapapun yang menentang kinerja pemeritahan pada masa orde baru adalah musuh Negara. Terlihat jelas di potongan lirik: ‘Siapa yang berani bernyayi, nanti akan di kebiri… Siapa yang berani menari, nanti kan di eksekusi’. Namun, lagu ini juga relevan untuk para Ormas yang Fasis di Negara ini, FPI. Karena ada potongan lirik Karena mereka paling suci, lalu mereka bilang kami jalang..’.

2. Jatuh Cinta itu Biasa Saja

Judul dari lagu ini sangatlah cerdas. Efek Rumah Kaca mengajak kita untuk tidak memaknai “CINTA” secara hiperbola. Karena di masa sekarang banyak sekali remaja yang mengartikan cinta hingga menjurus kepada seks bebas. Terlihat di potongan lirik ‘Kita berdua hanya berpegangan tangan, tak perlu berpelukan.. kita berdua hanya saling bercerita, tak perlu memuji.. kita berdua tak hanya menjalani cinta, tapi menghidupi..’. Tidak hanya itu saja, Efek Rumah Kaca juga mengajak kita untuk lebih melek terhadap cinta, karena tidak ada yang namanya cinta buta. Karena cinta buta hanyalah nafsu belaka. Terlihat jelas di potongan lirik ‘Jika jatuh cinta itu buta, berdua kita akan tersesat.. saling mencari di dalam gelap.. kedua mata kita gelap, lalu hati kita gelap, hati kita gelap, lalu hati kita gelap..’

3. Bukan Lawan Jenis

Penulis mengartikan lagu ini sebagai kisah seorang Gay yang malah jatuh cinta kepada lelaki yang ingin menolongnya menjadi lelaki straight. Terlihat di potongan lirik ‘Aku menuntunmu menuju terang… Aku takut kamu suka pada diriku, karena memang aku bukan lawan jenismu’. Jadi, lagu ini mengajak kita untuk menghargai kaum Gay.

4. Belanja Terus Sampai Mati

Judul yang sangat cerdas. Karena lirik di lagu ini sangat satir kepada orang-orang yang selalu mengagungkan budaya konsumerisme. Budaya ini terus tumbuh subur di manapun, mereka yang menganggap kadar kebahagiaan diukur dengan kepemilikan barang-barang mewah. Tren yang terus berubah tiap tahun, atas bujukan setan para penduduk urban belanja terus sampai mati. Semuanya terlihat jelas di setiap potongan lirik lagu ini ‘Tapi tapi itu hanya kiasan, juga juga suatu pembenaran, atas bujukan setan, hasrat yang dijebak zaman, kita belanja terus sampai mati..’.

5. Insomnia

Lagu yang mengangkat tema sederhana namun dengan lirik yang begitu mendalam. Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang mengidap penyakit Insomnia, susah tidur yang disebabkan oleh gangguan jiwa. Namun, di dalam lagu ini orang tersebut bertanya-tanya apa itu insomnia? Dari mana datangnya? Mengapa mendatanginya?. Terlihat jelas di potongan liriknya “Insomnia coba aku pecahkan sgala misterimu, Kunanti dan kucari sesepi mimpi… Habis terkuras Kelenjar air mata Ku tetap terjaga Aku tetap terjaga”.

6. Debu-Debu Berterbangan

“Demi masa” adalah kalimat awal di lirik lagu ini. Penulis langsung ingat Surah ke 103 dalam Al Quran yaitu Surah Al-Ashr yang berarti Masa/Waktu. Efek Rumah Kaca mengingatkan seluruh umat manusia melalui lagu ini, bahwa pada saat akhir zaman kita hanya menjadi debu-debu berterbangan. Terlihat jelas di potongan lirik ‘Pada saatnya nanti, tak bisa bersembunyi..Kita pun menyesali, kita merugi.. pada siapa mohon perlindungan? Debu-debu beterbangan..’.

7. Di Udara

Lagu yang menceritakan tentang kisah terbunuhnya seorang aktivis HAM bernama Munir. Beliau diracun ketika perjalanan ke Belanda di dalam pesawat. Dalam lirik lagunya jiwa seorang munir bagai hidup dan mengisyaratkan bahwa akan lahir munir-munir lainnya yang akan membela ketidakadilan di negeri ini. Terlihat jelas di potongan lirik ‘Ku bisa tenggelam di lautan, aku bisa diracun di udara, aku bisa terbunuh di trotoar jalan, tapi aku tak pernah mati, tak akan berhenti..’.

8. Efek Rumah Kaca

Lagu yang menceritakan tentang bumi yang semakin tua dan perlahan-lahan akan rusak disebabkan oleh ulah umat manusia sendiri. Salah satu dampaknya adalah pemanasan global. ‘Daun-daun berlubang, debu kosmik, hujan asam.. Matahari tiada tirai.. Bakal bunga tak memekar.. Kita akan terbakar! Kita akan mewariskan untuk anak dan cucu kita..’.

9. Melankolia

Melankolia adalah kelainan jiwa yang ditandai oleh keadaan depresi dan ketidakaktifan fisik. Efek Rumah Kaca menciptakan lagu ini dengan sangat apik. Lagu yang menceritakan tentang kisah seseorang yang menyelami dan mencoba menikmati kegundahan/depresi yang sedang dirasakan. Di banyak blog, banyak yang menuliskan bahwa lagu ini diciptakan sang vokalis (Cholil) setelah ditinggal oleh ayahnya untuk selamanya. ‘Murung itu sungguh indah, melambatkan butir darah.. Nikmatilah saja kegundahan ini, segala denyutnya yang merobek sepi.. Kelesuan ini jangan lekas pergi, aku menyelami sampai lelah hati..’.

10. Cinta Melulu

Di kala industri musik Indonesia dijejali dengan musik-musik sendu dengan tema cinta-cintaan yang berlebihan, Efek Rumah Kaca muncul dengan lagu yang sangat satir terhadap semua itu. Penulis merasa lagu ini sangat mewakili para musisi yang sudah muak dengan musik menye-menye karena dipaksa untuk mengikuti pasar. ‘Nada-nada yang minor, lagu perselingkuhan, atas nama pasar semuanya begitu klise.. Elegi patah hati, ode pengusir rindu, atas nama pasar semuanya begitu banal.. Lagu cinta melulu, apa memang karna kuping melayu? suka yang sendu-sendu..’.

11. Sebelah Mata

Lagi-lagi Efek Rumah Kaca menciptakan lagu bertema sedih namun di dalam liriknya kita sebagai pendengar diajak untuk tak perlu meratapinya terlalu dalam. Di lagu Sebelah Mata ini, penulis berasumsi lagu ini diperuntukkan untuk sang Bassist (Adrian) yang penglihatannya mulai kabur/memudar dan muncul bercaknya. Sehingga Adrian vakum membetot bass untuk Efek Rumah Kaca. ‘Sebelah mataku yang mampu melihat, bercak adalah sebuah warna-warna mempesona.. Tapi sebelah mataku yang lain menyadari, gelap adalah teman setia dari waktu-waktu yang hilang..’.

12. Desember

Lagu yang bercerita tentang bulan Desember yang merupakan musim hujan. Di kala musim hujan, pasti ada saja yang bahagia seperti contohnya para petani. Petani pasti selalu menunggu-nunggu musim panas segala usai dan musim hujan segera datang. Tidak hanya itu saja, musim hujan di bulan Desember penuh dengan kenangan seperti saat ketika kita sedang bercengkrama dengan keluarga di ruang keluarga ketika di luar rumah sedang hujan deras. Kita dan keluarga bisa bercerita atau sekadar ngobrol sambil ngeteh di ruang tamu. ‘Aku selalu suka sehabis hujan dibulan desember,Di bulan desember’.

ALBUM: KAMAR GELAP

Kamar Gelap
1. Tubuhmu Membiru… Tragis

Lagu pembuka di album kedua ini menceritakan tentang seseorang halusinasi karena mendengar suara-suara yang menghasutnya untuk terjun dari ketinggian. Entah, mungkin Efek Rumah Kaca ingin menyampaikan pesan kepada pendengarnya bahwa proses bunuh diri berawal dari pikiran yang mulai terganggu dan menimbulkan halusinasi. ‘Perihmu yang menganga tak hentinya bertanya, hidup tak selamanya linier, tubuh tak seharusnya tersier.. Coba bukalah mata, indah di bawah sana, tutup rapat kedua telinga, dari bisikan entah di mana.. kau terbang dari ketinggian mencari yang paling sunyi.. dan kau melayang mencari mimpi-mimpi tak kunjung nyata..’.

2. Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa

Penulis mengartikan lagu ini sebagai lagu yang menceritakan tentang tarik-menarik pemaksaan kehendak kepada seseorang yang pada akhirnya orang tersebut di cuci otaknya dan dikendalikan untuk menuruti segala agenda pencuci otak. Hal ini relevan sekali terhadap banyaknya kasus pencucian otak untuk menjadi “pengantin” bom bunuh diri. Terlihat jelas di potongan lirik ‘Kau belah dadaku, mengganti isinya.. Dihisap pikiranku, memori terhapus.. Terkunci mulutku, menjeritkan pahit..’.

3. Mosi Tidak Percaya

Lagu yang penuh dengan aroma perlawanan. Lagu yang menceritakan tentang para wakil rakyat yang saat kampanye selalu obral janji kepada rakyatnya. Namun, setelah terpilih, mereka seperti pikun terhadap janji-janji yang mereka sebutkan saat kampanye. Sejak lirik pertama, pendengar bisa menyanyikannya dengan penuh semangat ‘Ini masalah kuasa.. Alibimu berharga.. Kalau kami tak percaya.. Lantas kau mau apa?’. Lalu di akhir lagu ini pendengar bisa menyerukan liriknya secara berulang-ulang secara menggebu-gebu ‘Ini mosi tidak percaya.. Kami tak mau lagi diperdaya’.

4. Lagu Kesepian

’Ku tak melihat kau membawa terang yang kau janjikan… Kau bawa bara berserak di halaman, hingga kekeringan.. Dimana terang yang kau janjikan? Aku kesepian..’. Potongan lirik ini menandakan lagu ini bertemakan cinta tentang janji-janji yang tak kunjung digenapi. Nuansa gelap dan kelam di lagu ini sangat terasa, cocok untuk menemani pendengar yang sedang gundah gulana.

5. Hujan Jangan Marah

‘Dengarkah? Jantungku menyerah.. Terbelah, ditanah yang merah.. Gelisah dan hanya suka bertanya pada musim kering.. hujan hujan jangan marah..’. Disinyalir lagu ini diciptakan pada tahun 1999 ketika Jakarta dilanda oleh banjir besar. Lagu ini adalah doa agar alam tak lagi marah dan hujan turun sesuai sesuai siklusnya, namun manusia sendiri yang merusak semua itu.

6. Kenakalan Remaja di Era Informatika

Lagu yang menceritakan tentang banyaknya remaja yang menyalahgunakan telepon genggam mereka untuk merekam kegiatan yang tidak senonoh lalu merekan dan pada akhirnya tak sengaja tersebarluaskan. Satir yang disampaikan Efek Rumah Kaca selalu berhasil dan sangat relevan di semua kalangan. ‘Rekam, dan memamerkan badan dan yang lainnya.. Mungkin hanya untuk kenangan.. Ketika birahi yang juara, etika menguap entah kemana?’

7. Menjadi Indonesia

Judul lagu “Menjadi Indonesia” terinspirasi dari judul yang sama dari buku karangan Parakitri T. Simbolon. Lagu yang ingin membangkitkan semangat semua anak muda di negeri ini. Tak perlu minder/malu dengan negaramu ini. Jangan terlalu lama tidur, mari bangkit menyatakan mimpimu. ‘Lekas, bangun dari tidur berkepanjangan.. Menyatakan mimpimu.. Cuci muka biar terlihat segar.. Merapihkan wajahmu.. Masih ada cara menjadi besar.. Memudakan tua mu.. Menjelma dan menjadi Indonesia..’.

8. Kamar Gelap

Tak banyak musisi yang secerdas Efek Rumah Kaca. Jangan mengartikan lagu ini merupakan orang berada di kamar gelap yang mistis. Karena lagu ini sangat jauh dari arti tersebut. Lagu ini sangat unik, karena Efek Rumah Kaca menceritakan proses cuci cetak foto melalui lagu ini. ‘Yang kau jerat adalah riwayat.. Tidak punah jadi sejarah.. Yang bicara adalah cahaya.. Dikonstruksi dikomposisi.. Padam semua lampu.. Semua lampu’. Lagu ini tercipta karena secara gamblang Efek Rumah Kaca bekerja sama dengan seorang Art Photographer dari Mes56 Jogjakarta, untuk mendesain artwork pada album kedua.

9. Jangan Bakar Buku

Negara ini punya sejarah yang kelam, bahwa pernah terjadi pemberangusan terhadap buku-buku yang dianggap subversive pada masa orde baru. Padahal buku untuk dibaca, bukan untuk dibakar. Lagu ini sangat mewakili sejarah kelam Negara ini, ‘Karena setiap lembarnya, mengalir berjuta cahaya.. Karena setiap aksara membuka jendela dunia.. Karena setiap abunya, membangkitkan dendam yang reda.. Karena setiap dendamnya, menumbuhkan hasutan baka..’.

10. Banyak Asap di Sana

Semua orang (khususnya pemuda-pemudi) secara berbondong-bondong ingin mencicipi kerasnya kehidupan urban. Namun ketika ingin merubah nasib di kota besar tidak semudah membalikkan telapak tangan, perlu banyak kerja keras. Jangan terlalu banyak berharap dan terlalu tinggi menggantungkan cita-cita di kota besar. ‘Yang muda lari ke kota, berharap tanahnya mulia.. Kosong di depan mata, banyak asap disana.. Menanam tak bisa, menangis pun sama.. Gantung cita-cita di tepian kota..’.

11. Laki-laki Pemalu

‘Nanti malam, kan ia jerat rembulan.. Disimpan dalam sunyi, hingga esok hari.. Lelah berpura-pura, bersandiwara.. Esok pagi kan seperti hari ini.. Menyisakan duri, menyisakan perih, menyisakan sunyi..’. Rasa cinta seorang lelaki yang tak kunjung terucap kepada sang gadis.

12. Balerina

‘Menghimpun energi, mengambil posisi, menjejakan kaki, meniti temali.. Merendah meninggi.. Rasakan api, konsentrasi.. Biar, tubuhmu berkelana.. Lalui kegelisahan, mencari keseimbangan, mengisi ketiadaan, di kepala dan di dada..’. Lagu ini mengajak pendengar untuk menjalani hidup ini secara seimbang. Lagu ini menjadi lagu penutup di album kedua Efek Rumah Kaca.

 


Oiya, ada satu lagu lagi yang bejudul HILANG, lagu ini menceritakan tentang kejamnya rezim orde baru ketika tahun 1998. Rezim ini telah menculik banyak aktivis-aktivis yang dianggap ancaman bagi rezim orde baru. Di akhir lagu ini juga disebutkan siapa-siapa saja aktivis yang hilang entah ke mana diculik oleh pemerintah.

Komentar

About Bhagas Dani

Ojo dumeh. Pseudo-analis sok asyik.

Check Also

band indie

Deretan Band Indie Lintas Genre

Hiburan musik memang tak pernah bisa dilepaskan dari kalangan masyarakat. Selera musik pun sangat beragam. …

8 comments

  1. – tubuh membiru trAgis itu tentang pengguna narkoba.
    – kau dan aku menuju ruang hampa, lagu tentang orang pacaran, dimana salah satu pasanganya memaksa merubah untuk menjadi sesuai mereka.

  2. mungkin juga “jangan bakar buku” mengajarkan kita untuk saling menghormati antar umat beragama, jangan bakar kitab

  3. Diudara termasuk lagu protes terbaik sepanjang masa, selain itu ada lagu jeruji yang berjudul lawan yang masuk dalam kategori lagu lokal protes terbaik. Sekedar info. Coba lihat website ucok homicide disini. http://www.gutterspit.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *