Home / Romansa / Keseruan, Suka, dan Duka Pacaran Seumuran

Keseruan, Suka, dan Duka Pacaran Seumuran

Suka dan duka pacaran seumuran
Kami sering memiliki selera jenis buku yang sama – Source: Blog Images

Jodoh. Siapa yang bisa mengetahui jodoh kita kelak? Semuanya adalah rahasia Tuhan. Kamu memilih seseorang untuk menjadi pasanganmu pasti dengan penuh pertimbangan agar nantinya tidak patah hati. Terkadang yang kamu tunggu-tunggu tidak tertarik kamu. Namun, terkadang tiba-tiba ada orang di luar dugaanmu datang untuk mampir di hatimu. Karena setiap orang memiliki kriteria masing-masing saat ingin memilih seseorang yang mau dijadikan sebagai pacar.

Adapun orang yang tak begitu memusingkan kriteria seperti apa saja yang harus melekat pada pasangannya, contohnya saya ini. Hehe. Karena bagi saya kecocokan dan ketertarikan terhadap lawan jenis merupakan reaksi kimia dalam tubuh ini yang tak bisa dibendung. Saya memilih pacar hanya mengikuti kata hati, bukan berambisi memperoleh pacar yang harus gini atau gitu. Mungkin diantara kamu punya pacar yang jauh lebih muda dari kamu ataupun sebaliknya. Tapi, tidak bagi saya. Sudah berjalan 5 tahun ini saya berpacaran seumuran. Apakah kamu sedang menjalani pacaran seumuran seperti saya? Mari kita kupas suka dan duka saat berpacaran seumuran.

Kami dituntut untuk belajar sabar dan tidak egois (mengalah).

sabar dengan pacar
Mengalah dengan pacar – Source: http://sayangpacar.com/

Kondisi pacaran seumuran seringkali terbentur oleh masalah-masalah seperti adu pendapat/argumen, karena pengalaman yang kami alami sama. Terkadang wawasan kami terhadap pandangan hidup cuma beda tipis, sehingga mudah sekali terjadi gesekan. Walaupun umur bukan patokan kedewasaan seseorang, tapi salah satu dari kami harus bisa jadi peredam dengan cara mengalah dan memusyawarahkan keributan dengan cara yang lebih halus. Oleh karena itu, pacaran seumuran penuh dengan pelajaran yang bisa kita petik bersama dengan pasangan.

Lucunya, kami susah memanggil pasangan dengan sebutan kakak atau adik.

Canggung dengan pacar
Canggung – Source: Blog Images

Canggung. Rasa tersebut seringkali menyelimuti pikiran kami. Terkadang kami ingin mencobanya, namun kami merasa geli ketika mendengarnya, hehe. Tapi, yang terpenting komunikasi harus tetap jalan. Salah satu dari kami harus ada yang bisa ngemong, hmm… pastinya dan harusnya ini adalah tugas si cowok.

Memacu diri ini untuk menjadi yang terbaik.

Pacar bukan musuhmu
Jadikan pacar sebagai sumber semangat – Source: https://thoughtcatalog.wordpress.com/

Risiko yang nyata saat kamu berpacaran seumuran adalah kamu dan pasanganmu sedang mengalami masa yang sama. Kamu kuliah dia kuliah, kamu kerja dia kerja. Dulu saya ditinggal lulus kuliah terlebih dulu oleh pacar saya. Hal tersebut bagi saya merupakan cambuk, karena saya malu telat lulus kuliah. Alhasil dengan segala tumpah darah serta dukungan dari pacar, saya mampu menyelesaikan studi S1 saya setahun pas setelah pacar saya lulus. Di saat saya tersiksa mengerjakan skripsi, saya sudah kerja kok.

Saya ingin mencari pengalaman terlebih dahulu, karena saya adalah calon pemimpin. Sedangkan pacar saya bekerja setelah lulus kuliah. Nah, kalau kita tidak komunikasi dan fokus pada masalah-masalah remeh, kamu dan pasanganmu yang seumuran pasti akan perang hebat. Ingat, kelak pacarmu mungkin saja ingin fokus berkarir dan gajinya lebih tinggi dari kamu. Jadikan itu pacuan untuk kamu menjadi lebih baik lagi di saat berkarir. Bukan malah dengki dan gengsi, kamu dan pasanganmu harus memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin untuk belajar apapun bersama-sama. Karena kebersamaan itu yang akan membuatmu tidak lagi memandang besar kecilnya gaji pasanganmu.

Putus nyambung karena perang hebat.

Putus nyambung
Putus nyambung – Source: Blog Images

Tak dapat dipungkiri, berpacaran seumuran penuh dengan risiko. Argumen kamu dan pasanganmu pasti penuh dengan dasar dan kalian pasti punya pemikiran ideal sehingga argumenmu tak mau dibantah atau dipatahkan. Tak ayal, terkadang kami keluar kata-kata putus. Hal tersebut masih wajar bagi saya, tetapi membangun cinta yang sudah berjalan 5 tahun tidak mudah. Lagi-lagi salah satu dari kamu harus mengalah dan pasanganmu juga harus memaafkan.

Segerakan dan rencanakan masa depanmu sekarang.

Melamar pacar
Segera melamar, tunggu apalagi? – Source: http://cdn.klimg.com/dream.co.id/

Bagi para cowok yang pasangannya seumuran tak perlu ditanya lagi masalah pernikahan. Pihak cewek butuh kepastian dari pasangannya untuk melamar agar menuju ke jenjang yang lebih serius. Umur terus bertambah dan kamu para cowok harus segera membuat salah satu keputusan penting dalam hidup kamu. Segera perkenalkan diri kamu ke orang tua pasanganmu, begitu juga segera perkenalkan pasangan pada orang tuamu. Jangan lupa, segerakan dan rencanakan masa depanmu dengan niat untuk beribadah.

Saya kira cukup cerita saya terkait dengan suka dan duka pacaran seumuran. Mungkin saja kamu juga merasakan apa yang saya rasakan, kamu bisa membagikannya di kolom komentar di bawah ini. Mari kita ngobrol asik. Bye…

 

Komentar

About Bhagas Dani

Ojo dumeh. Pseudo-analis sok asyik.

Check Also

Menikah Butuh Kematangan, Bukan Kemapanan

Kalimat menohok sekali? Ya, saya putuskan menikah butuh kematangan bukan kemapanan. Dikarenakan dewasa ini, seringkali …

One comment

  1. Terimakasih informasinya dari artikel anda, tentang Sisi positif punya pacar yang seumuran berikut artikel yang terkait tersebut di SISI POSITIF DAN NEGATIF PACARAN YANG SEUMURAN

    NB: Mohon tolong admin untuk di approve komentar saya ini bukan spam saya ketik sendiri komentarnya, kita saling membantu saja…kalau tidak ada dirugiakan apa salahnya saling membantu,, untuk kepentingan Seo dan kepentingan pengunjung blog anda mendapatkan informasi yang terkait terimakasih admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *