Home / Kuliner / Goyang Lidah Bersama Lontong Kupang Surabaya

Goyang Lidah Bersama Lontong Kupang Surabaya

Lontong Kupang Surabaya
Source: @budal_mangan

Surabaya bisa dibilang sebagai salah satu surga kuliner di Indonesia. Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, segala macam makanan dan minuman khas dari seluruh daerah di tanah air bisa kita temui di sini. Namun, banyaknya makanan dari daerah lain yang menginvasi tidak membuat makanan khas Surabaya tergerus pamornya. Contohnya seperti kuliner khas arek Suroboyo yang bernama Lontong Kupang.

Lontong Kupang Surabaya merupakan salah satu kekayaan kuliner yang dimiliki oleh kota Surabaya. Kuliner tradisional ini menjadi salah satu makanan ikonik yang jarang bisa ditemui di daerah lain. Ingin tahu lebih banyak tentang makanan yang satu ini? Mari kita bahas bersama-sama.

Orang Surabaya memang tak bisa lepas dari yang namanya petis. Bumbu makanan yang terbuat dari udang dan ikan ini memang jadi pelengkap buat makanan-makanan khas Surabaya, seperti Lontong Balap, Lontong Mie, Rujak Cingur dan tentu saja Lontong Kupang.

Secara sederhana Lontong Kupang merupakan kuliner yang terdiri dari potongan lontong, kupang yang merupakan kerang laut yang ukurannya kecil, lentho yang terbuat dari ketela dan tak lupa guyuran kuah dan sambel petis. Itulah bahan-bahan utama dari kuliner Lontong Kupang Surabaya.

Sebagai salah satu makanan khas tradisional, tak begitu sulit untuk menemukan penjual Lontong Kupang di Surabaya. Tempat yang paling mudah untuk dituju untuk mencoba kenikmatan Lontong Kupang iniadalah pantai Kenjeran Surabaya. Di kawasan Pantai Kenjeran ini sangat mudah menjumpai penjual Lontong Kupang Surabaya. Kupang yang digunakan juga cukup segar karena didapatkan langsung oleh nelayan di sekitar kawasan pantai.

Lontong Kupang Surabaya
Source: @budal_mangan

Tak hanya di kawasan pantai Kenjeran saja, Lontong Kupang juga bisa ditemui di tempat-tempat lain di Surabaya. Salah satu tempat yang layak untuk dikunjungi adalah Lontong Kupang Pak Hadi yang ada di jalan Rungkut Asri. Penjual Lontong Kupang yang satu ini menggelar dagangannya di area pujasera di belakang SMAN 17 Surabaya.

Sekilas memang tak ada yang istimewa dari penjual Lontong Kupang yang satu ini. Tak ada plang nama khusus, hanya banner bertuliskan Lontong Kupang dan Es Degan. Tapi jangan salah, tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh banyak orang yang ingin menikmati seporsi Lontong Kupang khas Surabaya. Di jam-jam tertentu khususnya jam makan siang, tempat ini akan selalu penuh oleh para pelanggan.

Di tempat ini kita bisa memilih tingkat kepedasaan dari Lontong Kupang yang ingin kita rasakan. Jika tak ingin terlalu pedas cabai 1 atau 3 sudah cukup. Namun, jika ingin rasa yang membakar lidah, kita bisa meminta 5 hingga 10 cabai. Bapak-bapak penjual dengan sigap akan mengulek cabai yang sudah dipesan tersebut ke piringnya langsung.

Setelah cabai halus, Bapak-bapak penjual langsung menambahkan beberapa potongan lontong, Kupang atau kerang laut berukuran mini (yang merupakan bintang utama di kuliner ini), lentho yang digoreng garing dan tentu saja kuah sambel petis. Voila! seporsi Lontong Kupang pun siap dinikmati. Tak lupa segelas Es Degan yang siap menjadi pasangan emas sekaligus pelepas dahaga.

Lontong Kupang Surabaya
Source: @budal_mangan

Pertama-tama yang dicoba adalah rasa dari kuah petisnya. Rasa kuah petis dari Lontong Kupang ini tak terlalu berbeda dengan kuah Lontong Balap maupun Lontong Mie. Satu hal yang membedakan adalah Kuah Lontong Kupang terasa lebih segar dan lebih ringan berkat perasan jeruk nipis. Meskipun begitu, rasa petis pada kuah ini masih terasa di lidah.

Selanjutnya mencoba bintang dari makanan ini, yaitu Kupang. Dengan ukuran yang sangat kecil namun banyak, Kupang yang kita makan bisa dikunyah dengan mudah. Rasanya cukup segar dan gurih. Teksturnya pun cenderung kenyal, mirip ketika kita sedang mengunyah usus atau jeroan, bedanya cuma pada ukurannya saja. Nikmat dan unik di saat bersamaan.

Terakhir yang dicoba adalah Lentho. Lentho adalaha gorengan atau perkedel yang terbuat dari ketela. Di Lontong Kupang Rungkut Asri ini, Lentho digoreng garing atau crispy. Sehingga, ketika digigit tercipta rasa krenyes-krenyes di mulut. Teksturnya cukup berbeda dengan Lentho kebanyakan yang empuk dan cenderung basah.

Seporsi Lontong Kupang Surabaya di Rungkut Asri ini dijual cukup terjangkau. Untuk sepiring Lontong Kupang dihargai Rp10,000 saja. Untuk sate kerang per tusuknya dihargai Rp3,000. Sedangkan untuk segelas Es Degan segar kita hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp3,000. Bagaimana? Murah bukan? Dengan uang Rp13,000 kita sudah bisa mencicipi Lontong Kupang Surabaya yang nikmat plus merasakan kesegeran Es Degan.

Meskipun dibombardir oleh kehadiran kuliner dari luar daerah hingga luar negeri, kuliner tradisional khas Surabaya masih tetap mendapatkan tempat di hati para warga sekitar. Lontong Kupang merupakan bukti nyata bahwa kota Surabaya itu layak dijadikan sebagai jujukan wisata kuliner tradisional di Indonesia.

 

Komentar

About Mahfudin Akbar

Penggila sportainment yang suka balapan dengan bus dan truk tronton di jalur Pantura.

Check Also

Lontong Mie

Lezatnya Lontong Balap Surabaya

Surabaya punya banyak kekayaan kuliner yang tak kalah dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Ibukota provinsi …

One comment

  1. Ada yang bilang ini khas sidoarjo… (membingungkan) hehehe. Tp emg ada sedikit perbedaan lontong kupang surabaya dan sidoarjo, terutama di kupangnya itu sendiri. Di Sidoarjo kupang yg digunakan cenderung lebih besar (di beberapa tempat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *