Home / Hiburan / Logan: Sebuah Kisah Wolverine Yang Kita Butuhkan (Spoilers Free)

Logan: Sebuah Kisah Wolverine Yang Kita Butuhkan (Spoilers Free)

LOGAN
Source: https://pics.castofmovies.com/

Logan (diperankan sekali lagi oleh the one and only Hugh Jackman) yang umurnya telah menua kini berusaha beristirahat dari masa lalu dan melanjutkan hidupnya.

Kita sedang dimanjakan dengan film-film superhero yang menghiasi layar lebar. Banyak dari film superhero yang sebagian besar diadaptasikan dari karakter komik tersebut bisa menjembatani antara mereka yang hobi menonton film dan juga mereka yang menyukai karakter tersebut dari komiknya. Film-film yang beredar tidak semuanya bisa memuaskan baik penikmat film maupun fans yang mengharap adaptasi dari komik ke movienya bagus.

Di antara film-film superhero yang beredar layaknya jamur di musim hujan, muncullah film yang cukup out of the box dibandingkan film-film superhero belakangan, yaitu Deadpool. Deadpool sukses menghilangkan stigma film superhero Rated-R bakal susah dinikmati oleh khalayak dikarenakan batasan umur penontonnya. Meski, jika kita tengok lagi ke belakang, industri Rated-R superhero sudah jauh di mulai dengan beberapa film superhero seperti Watchmen dan Kick-Ass. Ya, namun kedua film tersebut memang keluar di saat industri film superhero belum sederas sekarang.

Balik lagi ke film Logan. Karakter Logan atau Wolverine sendiri sebenarnya cukup eksperimental untuk film Rated-R dikarenakan karakter Logan yang lekat dengan grup superhero X-Men, di mana grup superhero tersebut masih menjunjung nilai-nilai kebenaran seperti sebisa mungkin tidak menghilangkan nyawa orang lain dan lain sebagainya.

Namun dari trailer film tersebut, kita dapat menarik kesimpulan bahwa tone film ini sangatlah berbeda dari film-film X-Men sebelumnya. Ditambah lagi dengan pernyataan sang aktor, Hugh Jackman yang menjelaskan dalam wawancara ekslusif dengan Digital Spy bahwa film Logan tidak berada di universe yang sama dengan film X-Men yang lain. Itu berarti, film Logan bisa kita nikmati tanpa harus susah-susah mikir keterkaitan film ini dengan film-film X-Men terdahulu.

Masuk ke filmnya, sinopsis film ini sebenarnya cukup sederhana. Logan (diperankan sekali lagi oleh the one and only Hugh Jackman) yang umurnya telah menua kini berusaha beristirahat dari masa lalu dan melanjutkan hidupnya. Dari apa yang terjadi kita bisa menyimpulkan bahwa dunia yang dihuni oleh Logan di usianya yang senja sangat jauh berbeda dari dunia saat dirinya masih muda.

Para mutan kini bersembunyi, banyak kejadian-kejadian besar yang merubah kehidupan kaum mutan selamanya. Tak terkecuali untuk Logan, no more superhero things. Kini Logan yang berusia senja membaur dengan manusia dan menyembunyikan kekuatannya sembari mencari uang untuk merawat Professor Charles Xavier (diperankan Patrick Stewart) yang dia sembunyikan di perbatasan Mexico.

Namun upaya persembunyian dan hidup yang damai tersebut sirna setelah mendadak muncul seorang mutan muda bernama Laura (diperankan Dafne Keen) yang tengah dikejar oleh organisasi jahat pemburu mutan. Atas desakan Xavier, sekali lagi Logan harus menjadi pahlawan seperti saat dia tergabung dalam X-Men dan melindungi Laura dari cengkraman para orang-orang jahat yang memburunya.

Sekian garis besar cerita film ini, mari selanjutnya kita bahas lebih dalam film ini dari beberapa aspek di dalamnya.

Yang pertama secara visual, film ini dibalut dengan action scene yang lumayan besar porsinya, namun apa yang jauh lebih baik dari itu? R-Rated! Yang artinya kita bakal melihat darah bermuncratan di mana-mana, kata-kata makian yang kasar, adegan sadis dan gore. Yang mana secara keseluruhan sangat cocok untuk tone film yang lumayan kelam.

Dan sepanjang film, kita lebih akan disuguhi oleh bagaimana Logan, Laura dan Professor X kembali pada hakikatnya menjadi X-Men, sebuah keluarga. Emosi yang disuguhkan di film ini sangat kental, terutama bagaimana karakter Logan dan Laura membangun sebuah hubungan ayah dan anak dalam sebuah road trip pelarian. Laura, yang Logan lihat seperti miniatur dirinya sendiri dapat meluluhkan hatinya yang sedingin es di saat Laura berada dalam ancaman bahaya, yang mana sisi ini jarang ditampilkan oleh Logan di film-film sebelumnya.

Kini Logan yang umurnya semakin tua menjadi semakin bijak walaupun kemampuan fisik dan healing regen yang dia miliki mulai menurun, itu tidak menghentikan langkahnya untuk berbuat baik. Ditambah lagi karakter Charles Xavier yang mana telah berubah menjadi kakek-kakek tua yang suka menggerutu namun selalu menasehati Logan untuk tetap berada di jalan yang benar dan membantu orang lain. Lengkap sudah chemistry di antara tokoh utamanya dan inilah bagian terbaik sepanjang film, melihat chemistry yang terbangun dalam usaha menghindar dan bersembunyi dari bahaya.

Alur cerita yang disajikan dari film ini juga enak untuk dinikmati, alur yang tidak terlalu cepat namun tidak juga lambat sembari perlahan menguak plot hole tentang apa yang sebenarnya terjadi pada dunia mutan. Serta scene yang tiba-tiba temponya naik dan turun di waktu yang tepat sampai akhir film. Dari segi writing, film ini menurut saya sangat bagus dan berhasil menceritakan sebuah kisah ke penonton dengan baik, sampai terbawa emosi dan larut dalam film ini.

Satu yang menurut saya agak kurang dari film ini adalah, penjahat utama yang penggambarannya cukup kurang. Mungkin cuma saya saja yang beranggapan seperti ini, namun penjahat utama nampak kurang greget meskipun rencana-rencana jahat yang dia persiapkan cukup cold-blooded dan membuat kita jengkel. Tapi mengingat kembali kisah yang disajikan saya bisa memaklumi hal tersebut, silahkan kalian nilai sendiri setelah menonton film ini.

Akhir kata, bagaimana filmnya? Saya sangat menyarankan untuk menonton film ini. Salah satu franchise film X-Men terbaik yang keluar. Berbeda, fresh, sekaligus sebuah kisah Wolverine yang kita butuhkan dan pantas untuk dipuji. Namun ingat, jangan mengajak anak kecil untuk menonton film ini karena film ini memang berating dewasa, dan lebih bijaklah bila anda memang tidak kuat melihat adegan gore sebelum menonton film ini. Sampai jumpa di review film syahdu selanjutnya! 😉

Komentar

About Bagus Hendy

Suka baca komik, suka main DotA. Kadang-kadang nyanyi, kadang-kadang nulis, tapi lebih sering tidur dan bercanda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *