Home / Hiburan / Ngaostik – Dendang Buku, Lantunan Akustik

Ngaostik – Dendang Buku, Lantunan Akustik

Ngaostik
Source: @bhagasdani

Satu lagi acara kreatif yang muncul dari anak-anak muda progresif Bojonegoro, Ngaostik. Ngaostik merupakan sebuah acara yang menggabungkan budaya literasi dengan sajian musik akustik. Acara ini dimeriahkan oleh banyak komunitas-komunitas progresif di sekitar Bojonegoro. Para penggawa Guneman pun turut ambil bagian dalam acara yang baru pertama kali diselenggarakan pada Minggu, 16 April 2017. Lalu, hal apa saja yang bisa ditemui di acara Ngaostik ini? Yuk simak ceritanya.

Ngaostik berawal dari ide segar sang inisiator acara, Rizky. Pemuda yang juga merupakan wartawan surat kabar ternama di Jawa Timur ini ingin mengajak beberapa komunitas untuk membuat sebuah pagelaran yang menggabungkan budaya literasi dengan sajian musik. Dari pembicaraan ringan atau istilahnya guneman tersebut, maka tercetuslah nama Ngaostik sebagai tajuk pagelaran ini.

Nama Ngaostik sendiri adalah gabungan dari dua kata, yakni ngaos (yang berarti baca atau ngaji) dan akustik. Acara Ngaostik ini diharapkan mampu mensinergikan dua hobi masyarakat perkotaan yaitu membaca dan mendengarkan musik. Dua hobi masyarakat perkotaan yang jarang dipertemukan dan terkesan berjauhan. Padahal, jika dipertemukan tentu bisa memberikan efek positif bagi masyarakat urban.

Berangkat dari hal itu maka tercetuslah acara unik satu ini. Lokasi yang dipilih adalah Peristiwa Music Café yang bertempat di jalan Jaksa Agung Suprapto Bojonegoro. Beberapa komunitas dan individu pun bahu membahu untuk mengonsep dan menyukseskan acara ini. Mulai dari komunitas literasi Atas Angin, komunitas Bojaksara, komunitas Angkringan Buku Emperan, Perpus Gatda dan termasuk di dalamnya adalah tim Guneman. Sementara untuk urusan sajian musik akustik ada musisi asli Bojonegoro yang tak perlu diragukan lagi kapasitasnya seperti Radinal (Dinal) Ramadhana, Okky (Kocin), Yoyok, Fikri, Oki Biola dan Wagiman.

Dalam acara Ngaostik ini ada berbagai aksi dan penampilan yang disajikan. Ada sajian musik akustik yang dilantunkan oleh Dinal dan Wagiman. Ada pula aksi musikalisasi puisi, musikalisasi cerita yang dipertontonkan oleh sebagian anggota komunitas literasi. Ada pula aksi seni lukis dalam media kaos. Untuk membuat acara semakin berwarna, komunitas literasi yang ada juga membuka lapak buku di lokasi acara.

Ngaostik
Bung Tohir – Source: @aninmaru

 

Ngaostik
Bung Rizky – Source: @aninmaru

Tepat sore hari, acara Ngaostik ini pun dimulai. Tohir salah satu dedengkot dari penyelenggara acara ini pun memberikan sepatah dua patah kata untuk memulai acara. Tohir yang merupakan penggerak komunitas literasi Atas Angin pun dengan semangat menggebu memberikan wejangan penuh kebijaksanaan kepada simpatisan Ngaostik yang mayoritas masih berusia muda.

“Semoga dengan terselenggaranya acara Ngaostik ini, buku tidak lagi berada di tempat yang sunyi,” ujar Tohir dengan semangat.

Acara pun semakin semarak selepas waktu sholat Maghrib. Sebelum penampil pertama beraksi, Rizky yang merupakan inisiator sekaligus dedengkot acara Ngaostik ini naik ke panggung untuk memberikan sambutannya. Rizky pun sedikit menceritakan cikal bakal acara Ngaostik ini bisa muncul ke permukaan. Ia pun cukup kaget dengan antusiasme tinggi di acara ini.

“Kami berharap acara Ngaostik ini tak berhenti sampai di sini saja. Ini semua hanyalah awal dari sebuah rangkaian panjang. Acara ini dibuat dengan semangat independen, agar tak bisa diintervensi oleh apapun dan siapapun. Saya tak menyangka acara yang kami buat ini bisa menarik banyak orang seperti ini. Jujur saja, ekspektasi kami sebenarnya tak setinggi ini,” ujar Rizky penuh haru melihat banyaknya penonton yang hadir di acara malam itu.

Ngaostik
Bung Okky WW – Source: @aninmaru

 

Ngaostik
Bung Timur Budi Raja – Source: @aninmaru

 

Ngaostik
Source: @aninmaru

Usai sambutan dari Rizky selaku perwakilan penyelenggara, maka penampil pertama pun akhirnya naik panggung, yaitu Okky. Pemuda yang aktif dalam komunitas Bojaksara ini membacakan beberapa puisi dengan iringan petikan gitar Wagiman. Salah satu puisi yang dibacakan oleh Okky berasal dari buku presenter TV favoritnya, Najwa Shihab. Berikutnya ada penampilan dari teman-teman pegiat literasi lain yang membacakan puisi-puisi dari buku karya sastrawan terkenal Indonesia.

Ngaostik
Duet Maut Anggi dan Oki Kocin – Source: @aninmaru

 

Ngaostik
Kombinasi Mutakhir Dinal dan Wagiman – Source: @aninmaru

 

Ngaostik
Dinal, Yoyok, Oki Biola – Source: @aninmaru

Selanjutnya ada sajian musik akustik yang sudah ditunggu-tunggu oleh para penonton di acara Ngaostik ini dari para musisi berbakat Bojonegoro seperti Wagiman, Dinal dan Okky. Wagiman cs. ini membawakan beberapa nomor lagu folk untuk menghibur sekaligus menghangatkan suasana acara Ngaostik.

Ngaostik
Bung Agung – Source: @aninmaru

Semakin malam, acara Ngaostik ini semakin meriah. Pada kesempatan kali ini, Agung Ridwan yang merupakan inisiator Perpus Gatda juga ikut tampil membawakan lagu ciptaannya sendiri yang berjudul Wetengku Lesu. Lagu yang sudah tidak asing lagi di telinga penonton yang hadir malam itu. Tak cukup sampai disitu, Agung juga menampilkan keahlian bermusik dengan cara meniup sisir. Tak tanggung-tanggung, Agung membawakan lagu Simphony yang Indah milik Once Mekel dengan cara meniup sisir. Penonton yang hadir pun dibuat takjub dengan penampilan Agung Ridwan dan sisirnya tersebut.

Ngaostik
Chusnul Chotimmah – Source: @aninmaru

 

Ngaostik
Nur Fadilatis – Source: @aninmaru

 

Ngaostik
Vera Astanti – Source: @aninmaru

Usai penampilan Agung Ridwan, teman-teman dari Bojaksara serta Atas Angin giliran naik ke panggung untuk membacakan puisi. Lantunan puisi yang dibacakan teman-teman Bojaksara semakin mantap dengan iringan gitar dari Wagiman yang malam itu seperti tak kenal lelah.

Ngaostik
Lapak Zine Cah-Cah Kolektif – Source: @aninmaru

Perlu digaris bawahi, acara Ngaostik ini tak melulu soal musik dan puisi. Di acara ini para pegiat literasi juga bisa bertukar informasi, berkenalan hingga tukar pikiran. Oleh sebab itu, banyak komunitas pegiat literasi yang membawa koleksi buku-bukunya. Buku-buku yang dibawa tersebut tak hanya menjadi pajangan saja, tapi juga bisa dipinjam. Hadir pula teman-teman dari Klandesteen Zine yang merupakan gerakan literasi perlawanan dalam bentuk Zine. Ada juga Dwi Putra Puguh yang menampilkan keahliannya melukis di media kaos.

Ngaostik
Dwi Putra Puguh – Source: @aninmaru

Acara Ngaostik yang syahdu ini pun ditutup dengan lantunan lagu menyegukkan dari Wagiman cs. Deretan lagu dari Banda Neira yang ditampilkan oleh Wagiman cs. menjadi penutup sempurna acara Ngaostik malam itu.

Acara Ngaostik ini tak akan berhenti sampai di sini saja. Sinergi antara komunitas progresif anak muda Bojonegoro ini akan terus berlanjut di masa mendatang. Seperti yang sudah sempat disebutkan, ini adalah awal dari sebuah rangkaian yang sangat panjang.

Ngaostik
Wagiman CS  – Source: @aninmaru
Komentar

About Mahfudin Akbar

Penggila sportainment yang suka balapan dengan bus dan truk tronton di jalur Pantura.

Check Also

Dian Wisnu

Wawancara Bersama Dian Wisnu Adi Wardhana, Sosok Sentral Ngaostik 5

Tidak pergi, tapi tidak berada di sini. Begitulah, lelaki muda yang biasa disapa Wisnu itu …

One comment

  1. Duh…. Belum bisa dateng acara keren ini, semoga acara nya berkesinambungan tanpa lelah dan tetap tanpa intervensi agar tetep memerdekakan buku dari kesunyian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *