Home / Artikel / Perjalanan Panjang Hanis Sagara Menuju Timnas Indonesia

Perjalanan Panjang Hanis Sagara Menuju Timnas Indonesia

Hanis Sagara
Source: @aninmaru

Satu lagi putra asli daerah yang berhasil membawa nama harum Kabupaten Bojonegoro di kancah sepak bola nasional, dialah Hanis Sagara Putra. Pemain asli kelahiran Bojonegoro ini masuk ke dalam skuat timnas Indonesia U-19 di bawah asuhan pelatih bertangan dingin, Indra Sjafri.

Sejak PSSI merilis daftar pemain timnas U-19 beberapa bulan lalu, masyarakat Bojonegoro dibuat bangga dengan masuknya nama Hanis Sagara. Pasalnya, pemuda kelahiran tahun 1999 tersebut adalah putra asli daerah. Masyarakat Bojonegoro tentu sangat berbangga bisa melihat putra daerahnya bisa membela Indonesia di kancah internasional.

Pemain yang akrab disapa Sagara ini mengawali karir sepak bolanya di sekolah sepakbola legendaris Bojonegoro, Indonesia Muda atau IM. Indonesia Muda yang juga merupakan klub internal Askab PSSI Bojonegoro menjadi tempat Sagara menimba ilmu. Berkat kegigihan dan semangat belajar tak kenal lelah, Sagara kerap terpilih untuk mewakili Bojonegoro bersama dengan pemain-pemain lain di ajang multi-event regional seperti Porprov.

Hanis Sagara juga pernah membela klub kebanggaan masyarakat Bojonegoro, Persibo. Pemain yang terlihat kalem di atas lapangan hijau ini memperkuat Persibo mulai dari level junior. Ia pun sempat membawa Persibo meraih gelar juara di ajang Trofeo Kapolres Banyuwangi pada tahun 2016 silam. Gemblengan dari Indonesia Muda dan juga Persibo Bojonegoro berperan besar dalam karir Hanis Sagara.

Sebelum terpilih ke dalam 25 nama pemain timnas proyeksi Piala AFF U-19, Hanis Sagara mesti melewati perjalanan yang sangat panjang. Sagara diharuskan melewati beberapa tahap seleksi sebelum bisa masuk ke dalam skuat akhir timnas U-19. Awalnya, Sagara dipilih oleh Askab PSSI Bojonegoro bersama dengan tiga pemain lain untuk menjalani seleksi timnas U-19 yang dilaksanakan di Surabaya. PSSI memang mewajibkan semua perwakilan kota dan kabupaten untuk mengirimkan empat orang pemainnya untuk melakukan seleksi.

Pada seleksi tahap pertama, Sagara harus bersaing dengan ratusan pemain lain yang berasal dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur, Bali NTB dan NTT. Dalam seleksi tahap awal tersebut, alumni SMAN 3 Bojonegoro itu menjadi satu-satunya wakil Bojonegoro yang bertahan. Di tahap seleksi regional ini, daftar diciutkan lagi menjadi sekitar 20an orang pemain. Lewat proses seleksi yang ketat, Hanis Sagara terpilih mewakili Jawa Timur bersama dengan beberapa pemain lain untuk mengikuti seleksi tahap berikutnya di level nasional.

Hanis Sagara
Source: @aninmaru

Di tahap seleksi nasional, persaingan yang dihadapi oleh Sagara semakin sengit dan sulit. Hal ini karena seluruh pemain pilihan terbaik di Indonesia akan saling bersaing untuk memikat hati Indra Sjafri. Ada sekitar kurang lebih 60 orang pemain yang mengikuti seleksi tahap nasional yang diselenggarakan di Jakarta ini. Dari jumlah 60 orang tersebut, tim pelatih akan menciutkan kembali menjadi sekitar 35 nama. Lewat perjuangan keras serta determinasi yang tinggi, Sagara kembali lolos ke tahap berikutnya.

Dari 35 nama yang dinyatakan lolos, selanjutnya akan diadakan seleksi tahap akhir di mana tim pelatih yang dipimpin oleh Indra Sjafri akan memilih sekitar 25 nama yang akan menjadi skuat final timnas Indonesia U-19. Seleksi tahap akhir yang dilaksanakan beberapa hari tersebut menjadi penentuan apakah Sagara terpilih masuk ke timnas U-19 atau tidak. Pada akhirnya, nama Hanis Sagara menjadi satu dari 25 nama yang terpilih untuk mengisi skuat timnas Indonesia proyeksi AFF Cup U-19.

Setelah terpilih, Sagara langsung melakukan latihan intensif bersama dengan seluruh skuat timnas U-19. Pelatih Indra Sjafri sendiri mengagendakan beberapa laga uji coba melawan tim dari Liga 1 Indonesia seperti Persjia dan Bali United. Hal ini dilakukan untuk mencari formasi terbaik dan nama pemain utama jelang turnamen Toulon di Perancis pada bulan Mei. Menurut rencana, timnas U-19 akan diterbangkan ke Perancis untuk mengikuti turnamen yang diikuti oleh tim-tim junior dari berbagai Negara di dunia.

Selama pemusatan latihan dan juga laga uji coba, Indra Sjafri terkesan dengan penampilan yang ditunjukkan oleh Hanis Sagara Putra. Melihat hasil pemantauan serta perkembangan selama pemusatan latihan, Hanis Sagara Putra terpilih sebagai pemain inti di timnas U-19 jelang perhelatan Toulon Cup 2017.

Indonesia sendiri pada turnamen Toulon Cup tergabung di grup C bersama dengan Brazil, Skotlandia dan Republik Ceko. Sepanjang turnamen, Hanis Sagara selalu jadi pilihan pertama Indra Sjafri untuk posisi penyerang. Sagara menjadi satu-satunya pencetak gol di turnamen tersebut untuk Indonesia. Gol Sagara tersebut diciptakan saat Indonesia bertemu dengan Skotlandia di pertandingan terakhir grup. Sayangnya, gol Sagara itu tak bisa menyelamatkan Indonesia dari kekalahan. Garuda Muda pun hanya bisa menjadi juru kunci klasemen setelah mengalami tiga kekalahan beruntun. Meski begitu, penampilan Sagara selama turnamen di Perancis tersebut mendapatkan banyak sekali pujian.

Usai memperkuat timnas Indonesia U-19 di ajang Toulon Cup Perancis, Sagara berkesempatan untuk pulang ke kampung halamannya. Namun, Sagara bukan hanya sekadar pulang kampung karena Ia dijadwalkan untuk kembali memperkuat timnas Indonesia U-19 di laga persahabatan melawan klub tanah kelahirannya, Persibo Bojonegoro.

Laga yang bersejarah bagi masyarakat Bojonegoro sangat menyita perhatian. Sebanyak 15 ribu tiket terjual di laga persahabatan antara Persibo dan timnas Indonesia U-19 di stadion Letjen H. Soedirman, Bojonegoro. Sebagai putra asli daerah, Sagara tentu menjadi salah satu sorotan utama di pertandingan tersebut. Pelatih timnas U-19, Indra Sjafri di pertandingan itu pun memberikan ban kapten kepada Hanis Sagara di laga melawan Persibo. Bak cerita dongeng, Sagara berhasil menjadi mencetak gol di tanah kelahirannya sendiri pada laga persahabatan yang dihelat bertepatan dengan bulan suci Ramadan tersebut. Pertandingan antara Persibo Bojonegoro dengan timnas Indonesia U-19 sendiri berakhir dengan skor imbang 1-1.

Bakat yang dimiliki oleh Hanis Sagara memang sangat istimewa. Hal ini dipertegas oleh komentar Indra Sjafri yang merupakan pelatih timnas U-19. Indra Sajfri yang pernah menemukan bakat-bakat pemain muda terbaik Indonesia seperti Evan Dimas, Hargianto, Ryuj Utumo hingga Yanto Basna mengatakan jika Hanis Sagara punya potensi untuk menjadi pemain besar di Indonesia. Hal itu diungkapkan Indra Sjafri sebelum laga antara Persibo dan timnas Indonesia U-19.

“Sagara adalah pemain muda yang sangat bagus dan punya potensi besar. Dia harus bangga bisa mencetak satu-satunya gol Indonesia di ajang Toulon Cup Perancis. Jika dia mau bekerja keras, terus sabar dan tidak cepat sombong, Sagara akan menjadi salah seorang penyerang terbaik di persepakbolaan Indonesia,” ujar Indra Sjafri.

Perjalanan Hanis Sagara untuk menjadi salah satu penyerang terbaik di Indonesia masih sangat panjang. Kesempatan untuk bermain bersama dengan timnas Indonesia U-19 harus bisa dimanfaatkan oleh pemain satu ini. Seperti yang sudah disebutkan oleh Indra Sjafri, jika Sagara mau bekerja keras dan tak cepat puas, dia bisa menjadi pemain hebat di kancah sepakbola nasional.

Keberhasilan Hanis Sagara menembus skuat utama timnas Indonesia U-19 ini menambah panjang daftar pesepakbola asli Bojonegoro yang sukses memakai seragam garuda di dada. Sebelumnya sudah ada nama Samsul Arif dan Novan Setyo Sasongko yang lebih dulu memperkuat timnas Indonesia dari level junior hingga level senior. Ada pula nama Bijahil Chalwa dan Sigit Meiko yang pernah dipanggil untuk memperkuat timnas Indonesia U-21.

Bakat-bakat asli Bojonegoro memang sudah terbukti kehebatannya di kancah sepak bola nasional. Pembinaan dan iklim kompetisi yang sangat baik menjadi salah satu kunci keberhasilan Bojonegoro dalam menciptakan pesepak bola hebat nasional. Bersama dengan Surabaya dan Malang, Bojonegoro bisa dibilang sebagai barometer pembinaan atlet sepak bola muda di Jawa Timur.

Komentar

About Mahfudin Akbar

Penggila sportainment yang suka balapan dengan bus dan truk tronton di jalur Pantura.

Check Also

Manajemen Persibo

Persibo dan Bupati Bojonegoro

Perlu diketahui, ada deretan Bupati Bojonegoro yang punya kontribusi aktif kepada kesebelasan Persibo Bojonegoro. Kiprah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *