Home / Hiburan / Persibo dan Para Pejuang Tribun

Persibo dan Para Pejuang Tribun

Pejuang Tribun
Source: https://i.ytimg.com/

Suporter adalah periuh stadion sekaligus pejuang tribun, merekalah peramai jalan raya dan malaikat bagi para pedagang kecil.

Perjalanan panjang Persibo Bojonegoro mengarungi Liga 3 seperti petualangan Sinbad si Pelaut dalam salah satu kisah 1001 malam: penuh tantangan. Selain melawan ombak penggoda yang nakal, Persibo juga dihadapkan dengan lawan-lawan tangguh. Bedanya, Persibo memiliki satu senjata mematikan yang tidak dimiliki Sinbad: jihadist tribun yang fanatik.

Menjadi juara grup di babak penyisihan, mengantar Persibo menuju medan pertempuran lebih membahayakan, babak 12 besar. Lebih tepatnya grup I babak 12 besar. Di babak itu pula, Persibo berhadapan dengan dua lawan tangguh yang juga juara dan runner up dari grup lain, Persenga Nganjuk dan Perseta Tulungagung.

Sesama juara grup, Persibo mampu menunjukkan kekuatannya ketika menebas Persenga dengan skor 5-1 di stadion keramat Letjend H Soedirman dan kembali lagi membabat Persenga di markas mereka, stadion Anjuk Ladang Nganjuk dengan skor 2-3. Sebagai tim dadakan yang dibentuk sebulan menjelang bergulirnya kompetisi, hasil ini tentu sangat patut diapresiasi.

Untuk bisa masuk ke semifinal, final dan lalu bergabung di Liga 3 (Nasional)—untuk selanjutnya kembali bertempur demi lolos ke Liga 2—terlebih dahulu Persibo harus mengalahkan Perseta. Perjumpaan pertama Persibo dan Perseta di stadion Rejoagung Tulungagung pada (10/9) lalu, hanya mampu berbagi poin dengan skor kacamata.

Kedua tim memiliki kesamaan. Sama-sama identik dengan Naga dan memiliki nama Laskar yang membahana. Persibo, Sang Naga Bergola dengan Laskar Angling Dharma-nya. Lalu Perseta, Sang Naga Gunung Wilis dengan Laskar Badai Selatan-nya. Dengan skor seri di kandang Perseta, saya tidak berani memprediksi apa yang bakal terjadi jika Persibo bermain di kandang sendiri pada (20/0) mendatang.

Bagi saya, kemenangan sebuah tim tidak pernah lepas dari dua faktor penting—selain takdir, tentunya— yakni faktor internal dan eksternal. Faktor internal berhubungan dengan strategi, kemampuan fisik, kesiapan mental dan fighting spirit para pemain. Sedangkan faktor eksternal adalah kehadiran pemain ke-12 (para suporter) dan doa para penjual lumpia.

Melihat Persibo saat ini, sependek pengamatan saya, faktor pertama sudah sangat mencukupi. Dalam artian, Persibo sudah memiliki strategi, kemampuan fisik, kesiapan mental dan fighting spirit yang mumpuni. Karena itu, unsur yang harus dimaksimalkan adalah faktor kedua. Yakni faktor kehadiran suporter. Kehadiran jihadist tribun menjadi sangat penting mengingat laga ini dihelat di stadion kebanggan masyarakat Bojonegoro, Letjend H. Soedirman.

Ketika Persibo bermain di kandang, entah kenapa saya selalu teringat Eduardo Galeano, salah satu penulis sepakbola favorit saya. Dalam salah satu bukunya berjudul El futbol a sol y sombra (Soccer in Sun and Shadow), ada salah satu esai berjudul “suporter”. Dalam esai tersebut, Galeano menulis bahwa suporter adalah kekuatan nyata.

Kekuatan yang mampu mempengaruhi jalannya pertandingan hingga memaksa angin mengubah arah bola untuk kemenangan timnya. Demikian pula bagi para pemain; tanpa dukungan suporter, sama saja berdansa tanpa iringan musik. Benar, tanpa suporter, pemain berdansa tanpa iringan musik. Saya tahu itu dari Galeano. Dan dari Galeano, saya tahu bahwa suporter adalah nyawa dari sepak bola.

Suporter adalah periuh stadion sekaligus pejuang tribun, merekalah peramai jalan raya dan malaikat bagi para pedagang kecil. Tanpa suporter, stadion hanyalah bangunan besar melompong yang hanya berfungsi sebagai lahan penadah air hujan. Tanpa suporter, jalan raya hanyalah jalur sibuk yang dipenuhi debu dan monster kebutuhan hidup. Dan tanpa suporter, pedagang kecil tidak tahu di mana harus berjualan dengan mudah, menguntungkan sekaligus bisa mendapat hiburan.

Suporter adalah pemain ke-12, ke-100, ke-1000 atau pemain ke-2000 yang dengan sukarela ikut berkontribusi memenangkan sebuah tim. Suporter adalah mereka yang dengan setia merapal mantra, membaca doa hingga meneteskan airmata saat tim kebanggaannya berlaga. Suporter adalah mereka yang selalu berdiri sebagai pejuang tribun, bernyanyi dengan lantang, berteriak tanpa henti meski tak satupun kamera memperhatikannya. Suporter adalah mereka, kita, kamu dan saya.

Jadi, datang dan riuhkanlah tribunmu!!

Komentar

About Wahyu Rizkiawan

Pembaca buku garis lemas dan mengelola web utopis bernama ranahperumda.net

Check Also

Persibo Menang

Persibo Bojonegoro adalah Klub Kesunyian

Kemenangan 4-0 Persibo Bojonegoro lawan Persepon di stadion SLS kemarin (18/7/2018) seolah tidak berarti apa-apa. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *