Home / Hiburan / Berpacu Dalam Memori Sartono Anwar

Berpacu Dalam Memori Sartono Anwar

Sartono Anwar
Source: Persibo Documentation

Setelah hampir 5 tahun lebih, Sartono Anwar akhirnya kembali menginjakkan kaki di Stadion Letjen H. Sudirman Bojonegoro. Pelatih gaek yang berusia 70 tahun tersebut pernah menghabiskan 3 tahun lebih karir kepelatihannya bersama dengan klub kebanggaan warga Bojonegoro, Persibo. Diantara pelatih yang pernah menangani Persibo Bojonegoro, nama Sartono Anwar mungkin yang akan paling dikenang oleh para pencinta Laskar Angling Dharma. Bagaimana bisa?

 

Sore itu kota Bojonegoro dikepung oleh awan mendung. Di salah satu sudut kota, tepatnya di Stadion Letjen H. Sudirman, ribuan orang sudah berjubel di dalam stadion yang sedang dikelilingi awan hitam. Mereka menantikan pertandingan eksebisi yang mempertemukan Persibo Bojonegoro dengan Indonesia Soccer. Indonesia Soccer sendiri adalah tim yang dibuat secara dadakan yang berisikan para pemain nasional yang pernah memperkuat Persibo.

Tak hanya mantan pemainnya saja, eks pelatih Persibo pun turut hadir di pertandingan ini untuk mengarsiteki kubu Indonesia Soccer. Sosok pelatih tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Sartono Anwar. Para pencinta Persibo tentu tak bisa melupakan jasa “Simbah” satu ini. Dia adalah arsitek yang mampu membawa Persibo promosi ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia di tahun 2010 lalu. Prestasi yang akan selalu diingat dan dikenang oleh seluruh pencinta Persibo.

Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore lebih. Tribun stadion Letjen H. Sudirman semakin disesaki oleh para penonton yang sudah tidak sabar untuk menikmati jalannya pertandingan. 15 menit sebelum kick off, kubu Indonesia Soccer baru masuk ke dalam lapangan untuk pemanasan. Padahal tim Persibo sudah menyelesaikan sesi pemanasan beberapa menit sebelumnya.

Tim Indonesia Soccer masuk ke dalam lapangan dipimpin oleh sang kapten tim, Samsul Arif. Sosok yang sudah sangat akrab di telinga pecinta Persibo tersebut memimpin rekan-rekannya yang lain seperti Bijahil Chalwa, M. Irfan, Herry Prast, Jajang Paliama, Zaenuri, Rio Valentino dan idola baru gadis remaja Indonesia, Hanis Sagara. Sorak sorai pun langsung menggema seantero stadion.

Namun ada sosok lain yang juga tak kalah dinantikannya, dia adalah Sartono Anwar. Dengan topi baret kesayangannya, Sartono Anwar berjalan pelan menuju bench pemain Indonesia Soccer. Tepuk tangan dari tribun barat VIP pun terdengar keras ketika Sartono Anwar terlihat berjalan menuju singgasananya. Keriput yang nampak memenuhi wajah tak menyurutkan langkahnya sore itu. Beberapa orang pun mulai mendekat dan mulai berebutan untuk mencium tangannya. Mirip seperti salah satu adegan The Godfather.

Melihat penampilan Sartono Anwar sore itu, memori langsung kembali ke beberapa tahun yang lalu. Ayah dari Nova Arianto tersebut tampil dengan dandanan yang sangat khas dan ikonik. Selain topi baret andalannya, Sartono Anwar juga memakai jaket lusuh, kaos berwarna orange dan celana training. Agaknya Sartono Anwar juga ingin bernostalgia dengan klub yang pernah dia bawa terbang tinggi.

Celana training yang digunakannya terdapat tulisan Persibo. Kaos orange yang dikenakannya pun bertuliskan “Welcome ISL” yang sudah mulai memudar. Perlu diketahui, kaos tersebut adalah kaos perayaan juara Divisi Utama Persibo Bojonegoro pada tahun 2010 lalu. Tahun dimana Sartono Anwar menjabat sebagai pelatih kepala Persibo. Tujuh tahun berlalu dan Sartono Anwar masih menyimpan kaos penuh kenangan tersebut.

Usia memang tak bisa berbohong. Sartono Anwar yang biasa tampil enerjik di pinggir lapangan, sore itu lebih banyak menghabiskan waktu di bench pemain. Tugas untuk mengatur para pemain ia serahkan kepada asisten setianya, Bambang Pramudji dan juga murid sekaligus anak didiknya, M. Irfan. Meski tak banyak tingkah sore itu, kharisma yang terpancar dalam sosok Sartono Anwar tak bisa terbantahkan lagi.

Sartono Anwar bagi pencinta Persibo memang sosok yang sangat spesial. Bukan hanya karena berhasil mengantarkan Persibo menjadi juara Divisi Utama 2010 dan promosi ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia, tapi karena karakternya yang sangat keras di dalam maupun di luar lapangan.

Bagi para pemain yang pernah dilatih oleh Sartono Anwar tentu pernah mengalami berbagai macam pengalaman yang tak bisa dilupakan. Sartono Anwar adalah pelatih yang mengutamakan ketahanan fisik. Tak jarang Ia memberikan porsi latihan yang sangat berat dan di luar akal sehat untuk mendongkrak kualitas fisik para pemainnya. Saking kerasnya, Sartono kerap memaki-maki para pemainnya sendiri ketika melihat seorang pemain terlihat kelelahan di tengah-tengah sesi latihan. Itu adalah metode latihan khas Sartono Anwar untuk menggembleng serta membentuk seorang pemain.

Di luar lapangan, Sartono Anwar juga terkenal sebagai seorang pelatih yang berani. Tak jarang dia memberikan kritik hingga umpatan kepada siapapun yang dianggapnya berbuat curang serta mencederai sportivitas. Simak saja kata-kata yang dia keluarkan ketika Persibo dikerjai habis-habisan di babak 8 besar Divisi Utama 2010 lalu.

“Kami patut bersyukur kepada Tuhan karena melindungi tim kami dari kekalahan. Sejak awal saya sudah ingatkan anak-anak untuk bermain super, karena akan melawan 14 pemain, yakni 11 pemain betulan dan tiga lainnya iblis,” ucap Sartono Anwar seperti yang dikutip dari Antara.

Kalimat tersebut muncul usai Persibo berhasil mengalahkan Persidafon Dafonsoro dengan skor tipis 1-0. Tiga iblis yang dimaksud oleh Sartono Anwar adalah wasit dan hakim garis yang menjadi pengadil di atas lapangan. Persibo di laga tersebut memang dikerjai habis-habisan. Puncaknya ketika Persidafon mendapatkan hadiah tendangan penalti di penghujung babak kedua ketika Persibo unggul 1-0. Padahal terlihat jelas pelanggaran berada di luar kotak penalti. Beruntung tendangan penalti yang dieksekusi oleh Uston Nawawi berhasil ditepis oleh penjaga gawang Persibo saat itu, Herry Prasetyo.

Sampai kapanpun, nama Sartono Anwar akan tetap dikenang sebagai salah satu sosok yang paling berjasa dalam perjalanan Persibo Bojonegoro di kancah sepakbola nasional. Keluarga besar Persibo Bojonegoro tentu sangat mencintai Sartono Anwar, seperti halnya Sartono Anwar menunjukkan cintanya kepada Persibo Bojonegoro lewat tampilannya di laga eksebisi bersama Indonesia Soccer.

Tim yang dipimpin oleh Sartono Anwar, Indonesia Soccer harus mengakui keunggulan Persibo Bojonegoro dengan skor akhir 2-1 sore itu. Meski hanya bertajuk laga eksebisi, pertandingan tersebut ternyata cukup menguras emosi. Namun pada akhirnya semuanya senang, dan semuanya riang. Selama 2×45 menit segenap kerinduan akhirnya terobati. Senyum simpul diantara banyaknya kerutan pun nampak jelas terlihat dari wajah “Simbah” setelah peluit panjang dibunyikan.

Sehat selalu, Sir Sartono Anwar!

Komentar

About Mahfudin Akbar

Penggila sportainment yang suka balapan dengan bus dan truk tronton di jalur Pantura.

Check Also

Persibo Menang

Persibo Bojonegoro adalah Klub Kesunyian

Kemenangan 4-0 Persibo Bojonegoro lawan Persepon di stadion SLS kemarin (18/7/2018) seolah tidak berarti apa-apa. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *