Home / Travel / Biaya Pelesir ke Jepang itu Mahal?

Biaya Pelesir ke Jepang itu Mahal?

Glico Man - Dotonbori River
Glico Man – Dotonbori River

Perlu kalian ketahui, biaya pelesir ke Jepang butuh uang tak sedikit, Namun apabila sudah niat menabung, setidaknya uang senilai Rp 10 juta sudah bisa main ke Jepang. Semoga saran saya bisa berguna untuk kalian semua.

Tidak sedikit orang yang mempunyai impian untuk pergi ke Jepang. Bahkan di antara banyak orang tersebut tidak jarang memasukkan Jepang ke dalam bucket list hidup mereka yang menunggu untuk segara diwujudkan. Tapi hampir 80% orang selalu beranggapan bahwa pergi ke Jepang harus menjadi orang yang sangat kaya terlebih dulu.

Jadi jika kalian termasuk dalam 80% orang yang beranggapan seperti itu, maka mulai hari ini saat kalian membaca tulisan ini saya katakan pada kalian “HENTIKAN PEMIKIRAN TERSEBUT”. Karena saya pribadi telah sukses memecahkan anggapan tak berdasar tersebut. Dan sekarang izinkan saya untuk berbagi cerita tersebut kepada kalian. Sebelumnya, saya ingin tegaskan pada kalian apabila ke Jepang itu memang tidak mahal tapi bukan berarti tidak murah juga. Kita akan tetap mengeluarkan banyak uang untuk pergi ke sana tapi tidak sebanyak yang kalian bayangkan.

Bagi seorang karyawan perusahaan swasta dengan gaji standart seperti saya. Traveling memang memerlukan suatu perjuangan khusus agar kehidupan sehari-hari tetap tidak terganggu. Oleh sebab itu, saya selalu aktif mengikuti pergerakan promo tiket pesawat dengan cara berlangganan email sebuah maskapai yang sudah terkenal atas kemurahannya. Di sini yang saya maksud adalah maskapai dengan slogan “Now Everyone Can Fly”. Maskapai ini terkenal yang paling rajin memberikan promo tiket pesawat ke luar negeri. Setahun bisa empat sampai lima kali. Tanpa dibayar oleh maskapai ini saya menyarankan pergunakan lah maskapai ini apabila kalian ingin pergi ke Jepang dengan biaya pesawat yang minim, tentunya di saat mereka meluncurkan promo tiket murah.

Biasanya maskapai ini memberikan jarak pembelian dengan pemberangkatan yang “pas”. Misal bulan Maret promo dibuka, maka bulan pemberangkatannya adalah delapan bulan hingga satu tahunan dari dibukanya promo tersebut. Kan lumayan kita ada waktu untuk menabung, mengurus visa dan lain sebagainya. Tapi kelemahan dari tiket promo tersebut adalah kita tidak dapat fasilitas bagasi. Bagi saya itu bukanlah masalah besar karena saya tidak terlalu suka berbelanja dan membelikan oleh-oleh. Tapi untuk kalian yang hobi berbelanja maka sangat disarankan untuk menambah bagasi ketika pembelian tiket.

Karena percayalah, menambah bagasi di awal sangat lebih murah dibandingkan dengan menambah bagasi pada konter maskapai saat di bandara nanti. Saya sendiri mendapatkan tiket promo pulang pergi tersebut dengan nominal harga sebesar Rp 3,8 juta yang saya beli dari bulan Maret 2017 untuk pemberangkatan di bulan Februari 2018. Bayangkan dari harga standart pergi saja biasanya sudah memakan biaya Rp 5 juta sekali jalan, ini ketika promo kita bisa dapatkan harga 3,8 juta untuk pulang pergi. Gimana gak sayang tuh sama maskapai ini? Apabila kalian tertarik, silahkan mencoba untuk menjadi anggota di maskapai tersebut. Dan aturlah waktu keberangkatan yang pas sesuai dengan kantong kalian masing-masing. Semakin lama waktu keberangkatan itu berarti semakin banyak waktu menabung untuk bisa dihambur-hamburkan di sana kelak.

Setelah tiket pesawat sudah dikantongi maka saat itu saya langsung bergerak melakukan riset menimbang-nimbang lebih murah mana antara menginap di hotel, hostel atau menyewa apartemen. Setelah melakukan perhitungan yang panjang dan matang dan dengan menggenggam kalkulator di tangan kiri saya, saya mantap mengunakan pilihan menyewa apartemen dengan sedikit trik penggunaan potongan harga di sebuah aplikasi penyedia jasa penyewaan rumah dan apartemen AirBnB. Dari potongan harga tersebut saya mendapatkan penginapan yang sangat layak untuk 5 hari dengan biaya Rp 1 juta per orang (saya berangkat dengan dua orang teman saya). Apabila Rp 1 juta untuk lima hari dirasa masih terlalu mahal jangan khawatir, karena masih banyak apartemen yang disewakan dengan harga di bawah ini. Bahkan ada yang per malamnya bisa didapat dengan biaya seratus ribuan.

Nah ketika tiket pesawat sudah didapatkan dan penginapan sudah dipesan berarti jalan sudah terbuka lebar. Kita tinggal menyiapkan keperluan untuk bisa diterima masuk ke Negara sakura tersebut. Untuk dapat masuk ke Jepang jika kalian pengguna e-Paspor maka kalian terbebas dari kewajiban mempunyai visa. Tapi jika paspor kalian masih paspor biasa maka kalian wajib membuat visa agar dapat diizinkan masuk ke Jepang nantinya. Karena paspor saya masih paspor biasa dan kedaluwarsanya masih lama, jadi saying tinggal melakukan pengajuan visa. Namun jika kalian belum memiliki paspor ada baiknya kalian langsung saja membuat e-paspor. Itu akan jauh mempermudah langkah kalian untuk pergi ke Jepang.

Karena untuk pembuatan visa sendiri kalian harus memiliki minimal 40 juta rupiah di dalam rekening kalian.  Bisa jadi tahun 2018 ini nominalnya sudah semakin bertambah.  Biaya untuk pembuatan visa sendiri di sini sebesar Rp 370 ribu (tahun 2017) yang sekarang turun menjadi Rp 360 ribu per 1 April 2018.

Setelah masalah tiket, penginapan, dan visa telah beres maka langkah wajib yang harus kalian tempuh adalah rajin-rajin lah mencari tahu pass apa saja yang cocok digunakan di kota tujuan kalian. Karena memilih pass yang tepat akan sangat dapat menghemat jatah pengeluaran kalian untuk transportasi dan biaya masuk objek wisata. Di sini pass yang saya maksudkan adalah sebuah kartu dengan kegunaan untuk menaiki semua/sebagian besar transportasi dan memasuki tempat-tempat wisata secara bebas tanpa dipungut biaya lagi yang memang diperuntukkan untuk para turis.

Saya sendiri selama lima hari di sana menggunakan tiga jenis pass. Satu pass untuk satu hari di Osaka yang dikhusukan untuk memasuki Aquarium Kaiyukan dan tentunya sudah bebas menaiki transportasi kereta sepuasnya namun dengan jalur kereta yang terbatas yang dibeli dengan harga sekitar Rp 200 ribu jika dirupiahkan. Satu pass lagi bernama Osaka Amazing Pass untuk dua hari full di Osaka dengan fasilitas bebas naik kereta sepuasnya dengan berbagai line dan gratis memasuki sekitar 50 tempat wisata. Kartu ini sangat disarankan untuk kalian yang memang mau berkeliling full day di Osaka. Untuk dua hari penuh kartu ini hanya dibandrol dengan harga sekitar 300 ribu rupiah. Bayangkan jika kalian tidak mengunakan pass ini, berapa banyak rupiah yang akan kalian buang untuk naik kereta dan masuk ketempat-tempat wisata yang tidak murah tersebut. Dan pass terakhir yang saya gunakan adalah Kyoto-Osaka Sightseeing Pass.

Pass tersebut digunakan untuk transportasi selama satu hari di Kyoto hingga pulang kembali ke Osaka. Dengan harga sekitar Rp 200 ribu kamu sudah bisa berkeliling Kyoto sehari penuh dengan puas dan pulang lagi ke Osaka tanpa harus takut mengeluarkan banyak uang karena sering salah menaiki kereta. Sedikit saran saja agar biaya yang kita keluarkan untuk transportasi di sana kelak tidak terlalu memberatkan kita nantinya, lebih baik semua pass yang akan digunakan telah dibeli secara online sebelum kalian berangkat ke sana. Jadi ketika sampai sana kalian hanya tinggal menukarkan voucher dengan pass yang asli di konter-konter yang ada di bandara. Kalian dapat membeli online pass tersebut di website klook atau pun di website H.I.S. Selisih harganya juga lumayan menguntungkan kita daripada kita beli secara langsung ketika sampai di sana. Dan terkadang jika kalian beruntung kalian dapat memanfaatkan beberapa kode promo yang mereka tawarkan di musim-musim tertentu.

Setelah semua kewajiban pokok seperti tiket pesawat pulang-pergi, tempat menginap, visa dan transportasi selama di Jepang telah terpenuhi kini saatnya kalian untuk fokus menabung untuk biaya hidup di sana kelak. Untuk makananan tak perlu khawatir karena kalian dapat menyesuaikan menurut kantong kalian masing-masing. Apabila kalian ingin makan dengan harga sangat murah silahkan rajin-rajinlah memasuki family mart karena makanan di sana sangat murah-murah sekali. Dan resto fast food di sana harganya juga sama saja dengan yang ada di Indonesia. Untuk jajanan normal dan enak sebenarnya harganya juga tidak terlalu mahal-mahal. Jarang ada yang melebihi nominal Rp 100 ribu. Rata-rata sepuluh ribu hingga Rp 50 ribu. Selebihnya uang yang kalian tabung bisa kalian hambur-hamburkan untuk belanja sepuasnya di sana.

Begitulah rata-rata biaya yang dapat saya bagikan ceritanya kepada kalian. Menurut data di atas, silahkan kalian hitung-hitung sendiri berapa banyak yang harus dikeluarkan untuk bisa pergi ke Negara bunga sakura tersebut. Gimana? Apabila dihitung-hitung tidak terlalu mahal bukan untuk mewujudkan impian pergi ke Jepang? Masih ngeyel kalau mau ke Jepang harus jadi miliarder dulu? Nooooo.

Buktinya orang dengan penghasilan pas-pasan seperti saya pun bisa saja pergi ke sana tanpa harus mengadaikan sertifikat rumah orang tua. Jadi janganlah pupus harapan jika kalian mempunyai keinginan yang sangat untuk pergi ke Jepang. Dan tanamkan pada pikiran kalian kalau KE JEPANG ITU TIDAK MAHAL. Akhir kata saya ucapkan selamat menabung teman-teman semua. Kalau ke Jepang kabarin saya ya. Siapa tahu saya juga ingin ikut berpetualangan bersama kalian. Dan jika masih ada yang ingin kalian ulik lagi silahkan tinggalkan jejak di kolom komentar, niscaya akan saya jawab jika pertanyaan yang kalian ajukan tidak terlalu berat untuk hidup saya. Selamat berjuang. Ganbatte!

Estimasi bujet liburan ke Osaka dan Kyoto Jepang 5 Hari 4 Malam:

  • Tiket Promo Pulang-Pergi : Rp 4.000.000
  • Biaya Apartemen Lima Hari : Rp 1.000.000
  • Biaya Paspor+Visa : Rp    700.000
  • Pass Kereta+Destinasi Wisata : Rp 1.000.000
  • Uang Saku : Rp 1.000.000
  • Lain-lain : Rp 2.000.000
  • TOTAL: Rp 9.700.000
Komentar

About Ragiel Bonga Widyananda

Sanguinis dan gak sinis. Sedikit berdaging tapi banyak berlemak. Mengerikan pada saat PMS.

Check Also

Cruise Ship Santa Maria sedang berlabuh

Mencicipi Liburan Musim Dingin di Osaka dan Kyoto Jepang (Day 4-End)

Akhirnya purna sudah tugas saya untuk menceritakan pengalaman saya menikmati musim dingin di Kota Osaka …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *