Home / Hiburan / Avengers: Infinity War, Penantian 10 Tahun Marvel Studios

Avengers: Infinity War, Penantian 10 Tahun Marvel Studios

Thanos Infinity War
Sumber: Google Images

Setelah mengambil jeda beberapa hari (baca: malas) sesudah menonton Avengers: Infinity War. Akhirnya saya berkesempatan lagi untuk menulis ulasan film yang sudah ditunggu-tunggu para penggemar Marvel Superheroes. Baik yang die-hard khatam komik bagaikan khatam kitab suci maupun penggemar karbitan (yang mana kalian it’s ok lah sebagai human beings). Ulasan ini seperti biasa akan meredam spoiler sampai ke angka nol, jadi kalian tidak perlu khawatir untuk membaca sampai tuntas.

Plot

Saat para pahlawan super planet bumi sedang karut marut akibat perpecahan yang terjadi di Captain America: Civil War. Serta saat sisa jagoan super lain sedang tidak kalah ambyarnya dengan kondisi bumi (GoTG vol 2, Thor: Ragnarok). Alkisah ada enam buah esensi alam semesta terkuat yang apabila seseorang bisa menguasai semua enam esensi tersebut, dia akan menjadi sosok yang tidak terkalahkan di seluruh alam semesta.

Seorang Titan bernama Thanos adalah sosok ambisius yang ingin mengumpulkan ke-enam esensi tersebut. Walaupun dia tahu kalau beberapa buah esensi berbentuk kepingan batu berada di bumi. Thanos sang mad titan bersama para tangan kanannya yang bernama “children of Thanos” kini akhirnya menampakkan taring setelah lama bergerak dalam sunyi. Ancaman baru untuk para pahlawan super kini di depan mata.

Persiapan Menonton

Menonton semua film MCU selama 10 terakhir tidak ada salahnya. Namun bila kalian terlalu malas untuk melihat semua tidak masalah. Saya menyarankan menonton seluruh lini film Avengers (terutama Avengers pertama). Serta mungkin beberapa film yang cukup krusial seperti Guardians of The Galaxy, Thor: Ragnarok, Captain America: Civil War. Namun sekali lagi, jika ingin lebih afdol dengan seluruh karakter yang akan muncul (yang mana banyak sekali) mungkin kalian bisa meluangkan waktu untuk menonton judul-judul karakter favorit kalian yang sudah tayang selama 10 tahun terakhir. Bonus lagi, jika kalian tidak menonton trailer film yang beredar. Dan juga, sebelum menonton film ini berhasil menghindar dari jebakan spoilers, karena elemen surprisenya akan lebih dapet.

Menonton Tanpa Persiapan?

Saya menjumpai banyak keluhan kalau tayangnya film ini yang layaknya isi ember yang ditumpahkan semua (untuk segi tokoh-tokoh serta isi cerita film) mungkin akan sangat membingungkan untuk orang awam. Tapi mau bagaimana lagi? 10 tahun persiapan serta cerita yang telah berusaha disambung-sambungkan di setiap film Marvel Cinematic Universe untuk event ini. Bagaimana dengan audiens baru? Pastinya mereka akan banyak bingung. Tapi sekali lagi, kalian punya banyak waktu senggang untuk menapak tilas film-film MCU 10 tahun terakhir. Bahkan saya rasa kalau kalian menonton ulang film-film MCU setelah menonton Infinity War pun tidak masalah. Sampai review ini ditulis, saya belum menonton Doctor Strange serta GoTG vol II. Tapi sangat tidak jadi masalah melewatkan satu-dua film dan mencoba catch up jalan cerita Infinity War.

Karakter

Hai, kalian sudah familier dengan film-film marvel terutama Marvel Studios, mungkin saya tidak perlu menjabarkan lebih rinci lagi, dan juga, bisa merusak pengalaman menonton kalian bila saya bercerita banyak tentang tokoh-tokoh di film ini.

Alur Film

Yang saya sangat suka dari film ini adalah: dari menit pertama sampai terakhir alurnya sudah gas pol rem ambrol. Berubahnya tone menjadi serius dan tegang mungkin bisa membuat shock audiens yang terbiasa dengan tone MCU yang haha hihi. Dan keseriusan itu tidak menjadi tontonan yang stress karena tentu saja masih banyak segudang jokes jenaka ala MCU yang memukulmu (siap atau tidak siap) di sela-sela film berlangsung. Durasi film ini cukup lama (hampir tiga jam) namun menonton film ini tidak akan terasa lama karena scene dan cara menyampaikan cerita yang tidak membosankan dan sangat bagus.

Bayangkan saja dari puluhan tokoh (baik antagonis maupun protagonis) yang muncul di film, mereka membentuk cerita-cerita kecil yang saling berhubungan satu sama lain sementara Thanos memporak-porandakan apapun yang menghalanginya. Sangat enjoy rasanya ketika adegan ini terjadi, di sisi lain ada kejadian yang tidak kalah penting yang terjadi di lain tempat dan semuanya saling berhubungan sampai akhirnya seluruh kejadian tersebut membentuk benang merah sebagai konflik/konklusi film ini.

Hal seperti itu lazimnya saya jumpai ketika membaca sebuah big event suatu komik (terutama superhero). Jadinya, menonton film Infinity War ini layaknya membaca komik enam volume dengan cerita padat yang terdiri dari beberapa kejadian yang saling berbenturan pada akhirnya. Bisa saya bilang kalau pengalaman menonton seperti ini baru saya alami ketika menonton Infinity War, meskipun sudah banyak film superhero yang beredar dan mungkin sebagian besar sudah saya tonton. “Nonton film rasa baca komik”.

Karakter

Dengan banyaknya karakter yang muncul di film ini (saya sempat membaca artikel yang menghitung ada sekitar 70 lebih karakter yang muncul), apakah screentime mereka akan wasted dikarenakan durasi? Saya rasa tidak. Memang, untuk kepentingan pendongengan kisah di film ini, perlu ada beberapa karakter yang jadi spotlight dengan screentime yang banyak. Dan memang, beberapa karakter nampak hanya keluar sebagai tim hore atau penggembira saja. Tapi memang itu yang diperlukan oleh film yang bertabur tokoh serta bintang. Masing-masing yang menampakkan diri porsinya pas, baik yang muncul terus, maupun karakter minor yang hanya muncul sesaat, semuanya memberikan kontribusi masing-masing.

Mad Titan

Semua kegilaan di film ini tidak akan terjadi tanpa adanya Thanos, sosok yang sudah tersenyum di post credit film Avengers Pertama (2012). Kalau boleh disederhanakan, sebenarnya ini adalah film Thanos dari awal sampai akhir. Sosok villain yang idealis dan rasional serta super ambisius. Tidak menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya, namun berusaha melawan semua halangan yang menghalangi tujuan karakter ini. Thanos bukanlah karakter bengis yang suka asal gabruk. Dia lebih fokus terhadap apa yang harus dilakukan agar tujuannya tercapai, baik cara halus maupun kekerasan, dan semua nyaris dilakukan secara elegan selama film ini berlangsung. Sebuah main villain yang sangat kuat penokohan serta motivasinya, membuat karakter protagonis akan sangat berkembang karakternya seiring film berjalan. Dan sang Mad Titan tidak lengkap tanpa adanya…

Infinity Gauntlet

Sarung tangan yang menjadi ikon salah satu benda terkuat di semesta Marvel Comics, kini dimunculkan ke layar lebar. Berisi esensi terkuat jagad raya yang berbentuk butiran batu bernama Infinity Stones. Buat kalian yang tidak familier dengan benda ini, tidak perlu khawatir. Film Infinity War akan mendemonstrasikan dahsyatnya benda ini sepanjang film, tentu saja dengan scene demi scene yang elegan. Yang membuat tiap-tiap kekuatan dari Infinity Stone akan dipamerkan di sini dengan porsi yang oke punya. Kalian yang tidak membaca komik ataupun tidak tahu menahu tentang Infinity Gauntlet/Stones pun akan sangat menikmatinya ketika menonton film ini.

Verdict

Sampailah kita pada konklusi yang saya berikan, setelah kita membahas banyak hal remeh-temeh di atas. Tidak ada film yang sempurna, mungkin buat sebagian orang, flaw film ini terlalu membosankan karena terlalu banyak karakter yang muncul. Atau mungkin juga film ini tidak memenuhi ekspektasi mereka. Saya tekankan: tidak perlu pasang ekpektasi rendah untuk film ini. Karena film ini sudah jauh melebihi apa yang saya harapkan. Adegan-adegan film baik adegan pertarungan atau adegan-adegan lain yang bisa membuat kalian menahan nafas.

Lalu, scene-scene berisi dialog yang memorable, canda tawa yang tidak kampungan untuk menurunkan tensi film, Thanos, para pahlawan super yang semakin dewasa dari segi character development menghadapi tantangan yang luar biasa. Semua hal itu bisa menepis kekurangan-kekurangan yang ada. Ya, saya berekspektasi lebih untuk film ini, namun tidak berlebihan karena di satu sisi saya sadar kalau film ini tidak dibuat untuk memuaskan seluruh ekspektasi yang ada di kepala jutaan manusia. Saya boleh bilang Infinity War akan jadi salah satu top picks saya untuk film-film Marvel Cinematic Universe, dan saya harap kalian juga akan bisa menikmati kegembiraan yang saya rasakan ketika menonton film ini.

Akhir kata, 10 tahun yang panjang untuk Marvel Studios. Lika-liku film yang mereka hasilkan, tidak semua baik, tidak semua buruk, beberapa ada yang di atas rata-rata dan patut diperbincangkan sampai usia menua. Yang jelas, tema pahlawan super menjadi menyenangkan di mata semua orang akibat jerih payah dan keringat yang dibangun selama sepuluh tahun terakhir, bravo Marvel Studios. Masih banyak kisah-kisah yang ingin saya lihat dari buku komik menuju visual di layar lebar.

Selamat menikmati film ini, salinglah berbagi obrolan dengan teman-temanmu dan tidak menjadi kaum elitis, jangan ramai sendiri di dalam bioskop untuk pamer teori serta pengetahuan atau mungkin sekadar tanya ini itu (yang mana seharusnya bisa dilakukan setelah film selesai). Enggak ada istilah paling pakar atau paling normies untuk menikmati film ini, marilah sama-sama senang. Buat (so called) fandom ini menyenangkan untuk semua orang. Dan sampai jumpa di ulasan pahlawan super selanjutnya!

Nb: Satu scene di bagian paling akhir credits untuk kalian yang pantang pulang sebelum lampu theater mati.

Komentar

About Bagus Hendy

Suka baca komik, suka main DotA. Kadang-kadang nyanyi, kadang-kadang nulis, tapi lebih sering tidur dan bercanda.

Check Also

Kecewa dengan Film Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald

Alur yang sangat lambat, lemah pembangunan karakter, plot amburadul, dan hanya tawarkan sedikit nostalgia merupakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *