Home / Hiburan / Persibo Bojonegoro adalah Klub Kesunyian

Persibo Bojonegoro adalah Klub Kesunyian

Persibo Menang
Source: Google Images

Kemenangan 4-0 Persibo Bojonegoro lawan Persepon di stadion SLS kemarin (18/7/2018) seolah tidak berarti apa-apa. Secara, penonton yang hadir ke stadion sangat sedikit. Banyak sektor di tribun yang melompong. Bahkan jumlah penonton bisa disamakan dengan lapisan wafer tango. Tango berapa lapis? Ratusan!

Tidak hanya saat melawan Persepon, dua laga kandang Persibo sebelumnya juga sama. Seolah stadion menjadi asing bagi para pendukung Persibo. Namun asyiknya, sepinya stadion berbanding terbalik dengan hasil skor didapat Persibo. Dengan penonton yang cukup sepi, Persibo selalu menang besar. Kemenangan 8-0 melawan Persemag didapat saat stadion sepi melompong.

Saya jadi berpikir, apa yang membuat Persibo menjadi klub introvert yang lebih suka kesunyian seperti ini? Apa memang Persibo ini pemalu. Untuk bisa menang besar stadion harus sepi dulu. Duh, lha kog kayak orang pacaran gitu to, Bo?

Dengan penonton yang sepi, Persibo Bojonegoro justru menang besar. Namun, saat penonton banyak (eg: lawan Madura United), Persibo justru kalah adu penalti. Dengan fenomena unik seperti itu, ada dua hal yang membuat saya berpikir berkali-kali.

Pertama: Fungsi Suporter

Keberadaan suporter memang penting. Sangat penting bahkan. Namun, pertanyaannya, apakah kehadiran suporter berdampak pada mental para pemain di lapangan? Sejauh ini, yang ada di pikiran kita semua, banyaknya suporter berdampak pada meningkatnya mental pemain di lapangan. Tapi, bisa jadi, banyaknya suporter justru membuat para pemain yang didukung menjadi minder. Buktinya, dengan suporter seadanya, kalau waktunya menang, tetap menang.

Meski diragukan kontribusinya, para suporter harus tetap datang lho ya. Sebab, kehadiran suporter tidak hanya berdampak pada teknis bermain. Tapi perkara non teknis juga berpengaruh. Uang. Tiket. Finansial klub. Ini sangat bergantung pada suporter. Tanpa uang cukup, klub tidak akan sehat dan rentan berpenyakit bahkan mati. Nah, kalau klub sudah tidak ada, suporter mau dukung apa coba?

Kedua: Persibo Bojonegoro adalah Klub Kesunyian.

Dengan kiprah yang menyejarah dan tempaan pengalaman hidup cukup mengasam-garam, ibarat manusia, Persibo adalah seorang sufi yang lebih suka kesunyian dibanding keriuhan. Persibo tidak butuh pujian dan abai akan hinaan. Dipuji setinggi apapun kalah, diabaikan secuek apapun justru menang. Bukankah ini golongan orang-orang terpilih?

Jadi jangan heran jika beberapa pertandingan ini stadion sepi penonton. Toh Persibo Bojonegoro tetap menang. Yang hatus kita ketahui adalah, sepinya stadion disebabkan Persibo sedang “tidak berkenan” ditonton. Persibo itu makhluk hidup. Dia bisa marah, ngambek dan ingin sendiri. Saat ini, dia mungkin sedang ingin sendiri. Seperti kamu, iya, kamu.

Komentar

About Wahyu Rizkiawan

Pembaca buku garis lemas dan mengelola web utopis bernama ranahperumda.net

Check Also

gusti randa

Gusti Randa dan Gunjingan-Gunjingan Busuknya

Tabrak aturan dan regulasi. Membuat keputusan yang kontraproduktif. Hal-hal yang membuat sosok Gusti Randa jadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *