Home / Tips / 9 Trik Tuntaskan Skripsi Kualitatif

9 Trik Tuntaskan Skripsi Kualitatif

Skripsi Kualitatif
Source: Google Imagesq

Kamu sedang nggethu mengerjakan skripsi kualitatif? Lalu banyak kendala?. Sebaiknya ikuti beberapa trik berdasarkan perngalaman pribadi. Karena mengeluh dan menunda hanya kan membuat diri kalian semakin tua dari waktu ke waktu.

BANYAK drama dan pembenaran selalu keluar dari mulut para mahasiswa tingkat akhir yang sedang berjibaku menuntaskan skripsinya. Tapi hal itu memang wajar, jangan merasa paling susah perjalanan kalian ketika harus dibenturkan dengan fakta-fakta di lapangan. Entah kesulitan bertemu dosen pembimbing (dosbing) atau narasumber.

Kali ini, saya ingin sedikit  berbagi kepada kalian para mahasiswa paling menyedihkan di dunia ini. Kebetulan pengalaman yang saya alami ialah menggarap skripsi dengan metode penelitian kualitatif. Yang mana skripsinya lebih fokus pada teori dan deskriptif. Sehingga data penguatnya bisa berupa wawancara dan fakta empiris. Alasan memilih metode penilitian kualitatif tentu karena saya tidak ingin berurusan dengan angka-angka statistik yakni metode penelitian kuantitatif.

Ketika kalian hendak mengerjakan skripsi kualitatif harus mengumpulkan niat dan semangat. Karena hasil penelitian kualitatif syarat dengan kompleksitas. Jadi harus komprehensi hasil penelitiannya. Saran sih, mulai memikirkan skripsi idealnya di semester 6, agar tidak keteteran. Tapi apabila kenyataanya jauh dari harapan seperti saya yang harus molor kuliah selama satu tahun, sebaiknya menggarap skripsi atas dasar ‘penting selesai’. Tetapi hidup juga pilihan, kalau kalian ingin membuat skripsi yang sangat berkualitas, tak perlu ikuti trik-trik di bawah ini. Karena trik yang akan saya sampaikan merupakan jalan pintas.

1. Rajin Main ke Perpustakaan Kampus

Kenapa harus ke perpustakaan kampus? Karena kalian lebih baik cari referensi skripsi sebanya-banyaknya. Saat di perpustakaan juga membuat kalian lebih tenang. Tapi hal penting bermain ker perpustakaan ialah mencari skripsi kakak tingkat jurusanmu. Setidaknya skripsi yang sudah cukup using seperti contoh 10 tahun yang lalu.

Cari judul skripsi yang masih relevan dengan kenyataan masa kini. Apabila ada yang cocok, comot saja judul demi judul skripsi kakak tingkatmu itu. Setelah itu, modifikasi beberapa judul yang menurutmu cocok dan kalian sanggup menggarapnya. Contoh paling mudah ialah mengganti studi kasusnya saja dan sisi unik yang bisa kamu tawarkan kepada dosbing.

2. Sodorkan Lima Judul Kepada Dosbing

Buatlah lima judul skripsi lalu sodorkan kepada dosbing. Lihat respon dan jawabannya mana saja judul yang disetujui. Ketika sudah terpilih, selalu ajukan pertanyaan dengan dosbing. Karena pondasi skripsi ialah bab 1-3. Biasanya beberapa kampus mewajibkan bagi mahasiswa. Keunggulan mengadaptasi skripsi kakak tingkat ialah tak perlu pusing mencari referensi teori yang mendasari skripsi kalian.

3. Belajar Mengelola Distraksi

Distraksi itu godaan paling besar bagi generasi milenial yang sibuk kerjakan skripsi. Saya sendiri saat buntu kerjakan skripsi, saya memilih untuk lebih banyak menonton film. Apabila tak pintar mengelola waktu dan distraksi, pasti kebablasan. Karena revisi adalah pekerjaan paling menjengkelkan.

4. Jangan Baper saat Konsultasi Dosbing

Kelakuan para dosbing memang kerap menjengkelkan. Jangan terlalu ambil hati apabila ada masalah dengan pribadinya. Karena banyak hal yang bisa dikonsultasikan dengan dosbing. Jangan terlalu tegang dengan dosbing, tak perlu merasa junior. Ciptakan suasana yang nyaman dan tentram. Jangan hanya datang ke rumah dosbing untuk konsultasi saja. Tapi ajak dosen dan berikan panggung baginya agar lebih akrab.

5. Revisi 50% dan Tekuk Halaman yang Sudah Kamu Revisi

Tak perlu semua yang disarankan revisi oleh dosbing itu kalian kerjakan semua. Sebaiknya 50% saja yang kamu anggap paling krusial. Karena dosbing tak sepenuhnya iangt dengan semua revisi skripsi mahasiswanya. Setalah semuanya kamu revisi, tekuk satu per satu halaman yang kalian revisi. Kenapa ini penting? Agar bimbingan atau konsultasi dengan dosbing tak memakan waktu lama. Setidaknya menekan tindakan semena-mena dosbing yang selalu mencari kesalahan mahasiswanya. Hal itu baik, tapi bagi mahasiswa yang sudah molor, pasti muak.

6. Penelitian Harus Komprehensif

Apabila proposal sudah kelar, mulai atur jadwal penelitiannya. Buatlah pertanyaan untuk wawancara. Fokuslah mengejar narasumber yang kalian butuhkan. Setiap wawancara kalau perlu direkam, sehingga ada bukti otentik yang bisa kalian sodorkan kepada dosbing. Carilah fakta-fakta empiris di lapangan secara jeli. Jadi jangan sampai ada cela ketika proses penelitian.Agar nantinya kalian tidak kelabakan apabila dosbing temukan kelemahan penelitian kalian.

7. Pertahankan Argumentasi Hasil Penelitian

Nah, ketika konsultasi dengan dosbing usai penelitian, hal yang perlu kalian butuhkan ialah andal berdialektika. Pertahankan argumentasi kalian agar dosbing percaya bahwa penelitian kalian memang sudah kuat. Jadi, ada baiknya perbanyak membual. Sehingga keberanian sangat diuji. Istilahnya manfaat waktu semaksimal mungkin ketika penelitian. Karena enggak lucu kalau sudah penelitian, ternyata dosbing menyuruh untuk mengganti judul skripsi karena hasil penelitian kalian masih dangkal.

8. Jelang Sidang Skripsi, Persiapkan Secara Matang

Kematangan akan hasil skripsi kalian sebaiknya diutamakan. Pelajari baik-baik bab demi bab agar tidak blunder. Jujur saja ketika siding skripsi itu tidak menyeramkan kalau kalian paham dan pandai membual. Bahkan saya sempat sangat menyesal ketika mengetahui siding skripsi yang sesepele itu. Karena saya mengerjakan skripsi hampir dua tahun. Saya merasa buang-buang waktu karena saya sibuk dengan berbagai pembenaran.

9. Jangan Tunda Kerjakan Revisi

Saat siding skripsi tuntas, pasti kalian akan disuruh merevisi oleh dosbing sekaligus dosen penguji. Lagi-lagi jangan sia-siakan waktu kalian, segera revisi skripsi kalian. Kalau kalian tekun, mungkin hanya konsultasi dua kali saja. Setelah itu, kalian sudah bisa lega memikirkan hal lainnya. Tinggal menunggu jadwal yudisium lalu wisuda.

Sepertinya itu saja trik dari saya. Karena ketika sudah menjadi mahasiswa, kalian memang sudah seharusnya menjalankan tri darma perguruan tinggi yakni pendidikan, pengabdian masyarakat, dan penelitian. Makin lama kalian tunda, usia akan terus bertambah dan kemungkinan untuk mencari kerja juga semakin sempit karena usia sudah mendekati seperempat abad. Semoga bermanfaat.

Komentar

About Bhagas Dani

Ojo dumeh. Pseudo-analis sok asyik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *