Home / Hiburan / Selamat Jalan Stan Lee, Sang Raja Cameo

Selamat Jalan Stan Lee, Sang Raja Cameo

Stan Lee
Source: Google Images

Pada sebuah wawancara Stan Lee pernah kurang lebih berkata, “Manusia dengan kekuatan super, pada hakikatnya akan tetap menjadi manusia.” Dan saya rasa inilah yang membuat karakter-karakter ciptaan Stan Lee menjadi sangat spesial di mata orang-orang.

Saat itu waktu menunjukan sekitar pukul setengah dua pagi. Saat diriku tiba-tiba terbangun, membuka kunci layar handphone dan membaca berita yang cukup mengagetkan; Stan Lee telah berpulang.

Raja Cameo

Memulai menyukai pahlawan super. Mungkin saya tidak serta merta berawal dari buku komik, namun lewat medium lain seperti film kartun serta film. Bayang-bayang samar yang terbentuk di benak saya ketika mengingat salah satu film super hero lawas Fantastic Four (adaptasi dari komik sekaligus karakter ciptaan Stan Lee). Pada Fantastic Four: Rise of the Silver Surfer (2007), ya meskipun filmnya gimana begitu. Tapi sang raja cameo muncul di pesta pernikahan Reed Richards dan Sue Storm. Dan dengan gambling menyebutkan namanya, “Stan Lee” saat panik dirinya tidak ada dalam daftar undangan.

Ya, cameo tersebut bahkan bukan merupakan cameo pertama dari Stan Lee. Tapi entah kenapa masa remaja saya selalu terngiang-ngiang dengan adegan itu. Yang mana, dahulu hanya sekadar scene om-om sepuh yang sekelebat muncul. Bahkan, di film-film superhero (Marvel) lawas sebelum negara Disney menyerang. Penampakan sang raja cameo seringkali hanya beberapa detik frame tanpa ada dialog sedikitpun seperti di film superhero favorit saya. Spider-Man 2 (2004, Tobey Maguire).

Stan Lee hanya sekian detik muncul. Sampai suatu saat saya re-watch kembali film tersebut di era 2010+ saat saya kuliah (yang mana harusnya menonton film 2004 sudah terkesan norak). Saya baru sadar dan berucap, “lho fak, Stan Lee.”

Sang Pencipta

Kepergian “The Man” meninggalkan duka mendalam. Sampai akhir usianya di 95 tahun. Stan Lee beserta sebagian superhero Marvel Comics yang mana dia yang menciptakan karakter tersebut ataupun ikut menjadi co-creator. Di berbagai medium tersebut telah memberikan kita arti sebuah kisah-kisah yang mengagumkan serta hiburan yang tiada duanya. Stan Lee telah membuahkan ide-ide yang bersifat kemanusiaan pada setiap goresan tokoh-tokoh ciptaannya.

Dimulai dari karakter ciptaannya yang (mungkin) paling legendaris, Spider-Man. Si muka jaring merupakan salah satu ciptaan tokoh yang paling revolusioner kala itu dan sampai sekarang. Stan Lee, yang saat itu menciptakan karakter Spider-Man/Peter Parker. Di kala dunia perkomikan sedang terpukau dengan dua jawara DC comics, Batman dan Superman. Sang jenius Stan Lee menciptakan sesosok superhero yang sangat bertolak belakang dengan dua karakter publisher sebelah.

Peter Parker, remaja SMA yang bila dibandingkan dengan Clark Kent/Superman yang menjadi reporter atau Bruce Wayne/Batman yang seorang milyuner dua sosok pria dewasa yang mapan dan telah mengalami fase puber. Dibandingkan dengan Peter Parker remaja SMA 15 tahun yang dalam kesehariannya mengalami banyak masalah dan sangat dekat bila dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari remaja, bullying, romansa, pilihan-pilihan bodoh yang diambil karena masih labil.

Belum lagi imajinasi-imajinasi di luar nalar yang diciptakan mengingat pada masa itu hal-hal yang menakjubkan seperti penembak jaring, glider terbang, tangan mekanik (yang mungkin jadi hal biasa di era sekarang) tidak akan dibayangkan banyak orang di kala itu. Stan Lee mampu menyajikan imajinasi-imajinasi tersebut dan memberikan hiburan kontemporer yang tetap bisa kita, generasi sekarang untuk nikmati meski sudah berpuluh-puluh tahun lamanya.

“The Man”

Tidak hanya Spider-Man, Stan Lee juga menyisipkan pesan-pesan kemanusiaan dalam karya-karyanya. Bagaimana kita bisa lebih memahami sebuah relasi hangat sebuah keluarga dalam Fantastic Four. Merasakan bagaimana tidak adilnya diskriminasi dan alienisasi dalam serial X-Men. Dan untuk saya sendiri, Stan Lee menciptakan dua karakter Marvel favorit saya Daredevil dan Spider-Man. Dua tokoh yang sedikit kurang memiliki banyak kesamaan. Dengan kekuatan yang mereka miliki serta semua keterbatasan yang mereka juga permasalahkan sehari-hari. Mereka serasa dekat dengan kehidupan kita.

Pada sebuah wawancara Stan Lee pernah kurang lebih berkata, “Manusia dengan kekuatan super, pada hakikatnya akan tetap menjadi manusia.” Dan saya rasa inilah yang membuat karakter-karakter ciptaan Stan Lee menjadi sangat spesial di mata orang-orang.

Bila kita mengesampingkan ciptaan Stan Lee sejenak dan berbicara tentang persona pribadinya. Kita bisa melihat bahwa Stan Lee adalah sosok yang murah senyum dan ceria, mudah untuk menjadi sosok favorit semua orang. Saya melihat banyak ucapan belasungkawa dari para penulis/penggambar komik yang sempat bertemu atau bekerja dengan Stan Lee dan bagaimana mereka semua terinspirasi dengan sosok Stan Lee sampai akhirnya sekarang mereka membuat nama dan karya mereka dalam bentuk berbagai cerita komik.

Dunia tanpa Stan Lee mungkin tidak akan seceria sekarang. Quote legendaris dari sang empunya karakter Marvel yang mungkin belakangan seiring wafatnya sang legenda akan sering kalian lihat di media sosial bahwa menghibur orang pada akhirnya adalah sesuatu yang baik. Stan Lee yang sempat minder karena dia hanya menulis komik sementara orang-orang lain mungkin menyelamatkan orang secara medis atau membangun konstruksi yang berguna.

Ya, Stan. Pada akhirnya semua peninggalanmu akan tetap abadi dan tetap akan jadi perbincangan manusia hingga era yang akan datang. Bagaimana sudah tidak terhitung media adaptasi dari karakter-karakter ciptaan yang telah menghibur orang-orang. Bagaimana kisah klasik yang dirimu tulis telah menginspirasi orang-orang yang membaca dan secara tidak sadar memberi pesan-pesan kemanusiaan untuk kita semua, bagaimana buku komik sampai sekarang makin memunculkan cerita-cerita serta goresan gambar yang luar biasa, semua berlandaskan ciptaanmu.

Mungkin sangat banyak dari kita yang kedekatannya hanya sebatas penonton film superhero yang melihat cameo dirimu. Memunculkan ingatan bahwa dirimu hadir di Negara ini (yang sangat jelek budaya membacanya sampai buku komik pun tidak menjadi sesuatu yang menarik). Dari orang-orang yang hanya tolah-toleh ketika cameo-mu muncul di layar dan melihat orang-orang yang sadar pada gembira. Sampai beberapa tahun berlalu, semua orang kini mengenalmu atau paling tidak tahu sosokmu. Meski mungkin saya menemui celetukan seorang pemuda yang ingin terlihat berpengetahuan luas ke pacarnya, “eh beb, orang ini lho yang punya Marvel.” (izinkan saya muntah).

Terima kasih Stan Lee, karenamu, kami akan tetap membaca buku komik dan berimajinasi. Dan tentunya… bahagia.

1922 – 2018, 95 years strong.

Komentar

About Bagus Hendy

Suka baca komik, suka main DotA. Kadang-kadang nyanyi, kadang-kadang nulis, tapi lebih sering tidur dan bercanda.

Check Also

film superhero

Kesuksesan Film Superhero di Oscar 2019

Pada Academy Awards atau Piala Oscar 2019, dua film superhero yang berasal dari buku komik …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *