Home / Tips / Cara Ampuh Keluar atau Menghindar dari Grup WhatsApp

Cara Ampuh Keluar atau Menghindar dari Grup WhatsApp

cara keluar dari grup whatsapp
Source: Google Images

Di sini saya tak ingin membagikan cara keluar dari grup WhatsApp secara teknis. Tapi pakai cara yang lebih konservatif. Karena sebagai manusia beradab yang akhir dan besar di Indonesia tentu mendahulukan tata krama.

SEMENJAK kehadiran layanan pesan instan WhatsApp, hidup terasa dihantui. Notifikasi pesan masuk dari kolega atau grup WhatsApp terus bersahut-sahutan. Bahkan setiap orang kerap tergabung lebih dari 10 grup WhatsApp, tak pelak pesan tak terbaca bisa mencapai ribuan. Mulai dari grup keluarga, alumni, teman kerja, teman sejawat, teman ngopi, dan sebagainya. Tak jarang kita jenuh dengan obrolan dari salah satu grup WhatsApp. Jadi, terbesit keinginan untuk keluar grup dengan cara yang elegan.

Di sini saya tak ingin membagikan cara keluar dari grup WhatsApp secara teknis. Tapi pakai cara yang lebih konservatif. Karena sebagai manusia beradab yang akhir dan besar di Indonesia tentu mendahulukan tata krama. Namun, tak menutup kemungkinan untuk keluar grup WhatsApp dengan cara yanh sedikit ekstrem. Karena banyak aral melintang ketika hendak keluar grup. Jadi, cara-cara di bawah ini dilakukan secara bertahap ya. Mohon dibaca pelan-pelan dan bijaksana.

Meminta izin secara halus kepada admin grup

Izin harus secara halus dan sopan kepada admin grup. Berikan penjelasan paling rasional. Contohnya, izin karena HP sering nge-hang karena terlalu banyak grup, mau bersih-bersih memori dulu. Yakinkan admin grup dan penghuni grup. Nikmati prosesnya secara perlahan, tak perlu tergesa-gesa.

Cari seribu satu alasan, semisal izin leave grup karena ingin fokus hijrah

Kalau masih belum berhasil dengan cara pertama, masih ada banyak cara lain. Cari seribu satu alasan lain seperti ingin fokus hijrah. Tak ingin terdistraksi dengan hal-hal negatif. Karena di zaman nabi tidak ada WhatsApp, otomatis bid’ah.

Cara lainnya ialah keluar grup secara mendadak. Kalau tidak ada yang tanya, berarti aman. Kalau ada yang tanya, jawab saja tidak sadar kalau keluar, karena HP habis dipakai main oleh keponakan. Kalau dimasukkan grup lagi, coba cari alasan lagi deh. Jadi semakin banyak keluar masuk grup, insting mencari alasan keluar grup makin terlatih karena jam terbang sudah tinggi.

Bikin gaduh di grup dan spam, lalu keluar perlahan

Kalau pakai dua cara itu masih saja gagal atau kurang cocok dengan personamu. Mungkin ada cara lain yakni membuat gaduh isi grup. Caranya sering share quote atau broadcast-an bertema ‘sekadar mengingatkan’. Tunggu sampai grup mulai interaktif. Saat saling tumpuk pesan, jangan ikut membalas. Lebih baik menunggu momen yang pas untuk keluar. Ketika keluar grup harapannya terkamuflase dengan tumpukan pesan yang saling berbalas.

Beli HP baru sama nomor baru, jangan kayak orang susah

Masih gagal juga? Mending beli HP baru sama nomor baru. Jadi nomor lamamu itu kamu pakai khusus untuk grup-grup WhatsApp. Nomor baru kamu gunakan membuka lembaran baru. Kalau ada teman yang tiba-tiba memasukkan kamu ke dalam grup baru, sebaiknya sarankan untuk gunakan nomor lamamu saja.

Jadi tingkatkan kreativitasmu untuk keluar dari grup WhatsApp.

Komentar

About Bhagas Dani

Ojo dumeh. Pseudo-analis sok asyik.

Check Also

Phone Wall 1

Mendekatkan yang Jauh. Menjauhkan yang Dekat.

Hai, selamat datang generasi menunduk! Seberapakah intens kalian terhadap telepon genggam pintar dalam sehari-hari? Setiap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *