Home / Artikel / Salah Jurusan Bukan Akhir Dunia, Justru Lebih Asyik

Salah Jurusan Bukan Akhir Dunia, Justru Lebih Asyik

salah jurusan
Source: Google Images

Tak perlu sedih berlarut-larut, salah jurusan itu bukan akhir dunia. Justru kalau kalian bisa menikmatinya, malah makin asyik. Karena insting kalian mengeksplorasi dunia ini akan makin tajam.

Di dalam hidup memang enggak semuanya linear. Selalu ada rintangan yang menghadang. Jadi, enggak mungkin ada manusia yang hidup tanpa cobaan dan keresahan. Salah satu keresahan ketika menjalani kehidupan ialah kesalahan memilih jurusan kuliah saat S-1. Karena seringkali kita dibenturkan dengan minimnya pemahaman tentang dunia kuliah. Sehingga mengakibatkan memilih jurusan kuliah secara asal-asalan. Selain itu, penyebab lainnya karena ketika lulus SMA merasa belum menemukan passion atau cita-cita yang ingin diincar di masa mendatang. Akhirnya, gagap saat menentukan jurusan kuliah.

Di dunia ini pasti banyak orang yang merasa dirinya salah jurusan. Tentu itu hal yang wajaar, karena perjalanan hidup setiap orang pasti berbeda. Sehingga langkah demi langkah setiap orang patut diapresiasi. Tidak ada tolak ukur kesuksesan di dunia ini, Hal tersebut hanyalah kesepakatan. Bisa jadi, seseorang terlihat sukses namun kenyataannya setiap hari tetap diselimuti kesedihan. Sebab, sukses dalam hidup tentu dengan cara selalu mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan oleh allah swt.

Bicara tentang salah jurusan atau gagal mengejar cita-cita karena saking banyaknya lulusan jurusan yang kalian ambil merupakan hal menarik. Karena baru-baru ini ada salah satu media kampanye milik capres Prabowo-Sandi yang menganggap bekerja yang tidak sesuai dengan jurusan itu jelek. Bahkan, secara eksplisit dia mempertontonkan profesi fotografer, tukang parkir, dan pekerja lepas sebagai profesi yang tak memiliki masa depan. Padahal profesi apapun kalau dijalani dengan penuh gairah, tentu hasilnya juga akan memuaskan. Setidaknya, ketika bekerja selalu berusaha menambah relasi baru dan wawasan baru.

Tak perlu sedih berlarut-larut, salah jurusan itu bukan akhir dunia. Justru kalau kalian bisa menikmatinya, malah makin asyik. Karena insting kalian mengeksplorasi dunia ini akan makin tajam. Karena biar bagaimanapun kalian akan belajar dan mencoba banyak hal baru. Sehingga langsung terjun dan praktik dengan maksimal. Apabila hidup linear, terlihat dari kejauhan hidupnya sangat membosankan. Kesannya terlihat statis, sedangkan mereka yang salah jurusan pasti hidupnya dinamis.

Tidak ada yang salah dari lulusan hukum atau hubungan internasional lalu menjadi seorang banker. Begitupun lulusan pendidikan atau akuntansi lalu menjadi seorang penulis lepas. Karena profesi ialah jalur untuk mengais rezeki sekaligus tempat untuk berekspresi. Jadi, jangan paksakan hati nuranimu kalau memang tidak cocok dengan pekerjaan yang sedang kamu tekuni. Karena banyak juga orang yang sudah berkarir secara linear, jabatan sudah tinggi, namun di pertengahan jalan memilih mengundurkan diri dan memutuskan menjadi wirausaha.

Hidup di dunia ini tidak ada yang saklek. Semuanya sangat fleksibel. Tinggal bagaimana kalian menyikapinya. Saya sendiri merupakan korban salah jurusan. Karena apa? Karena saya tidak memiliki cita-cita, sehingga ketika kuliah S-1 itu ambil jurusan secara asal-asalan. Tapi hasilnya apa? Ya, bahagia saja menjalani hidup. Saya pernah bekerja di sebuah startup di bidang people development and training. Lalu pernah bekerja di sebuah proyek migas. Kini bekerja sebagai kuli tinta alias jurnalis.

Tapi jauh sebelum lulus S-1, saya sudah berusaha membekali diri saya dengan berbagai keahlian. Sejak kuliah hingga sekarang selalu belajar berwirausaha. Bahkan saat kuliah juga menjadi pekerja lepas sebagai penerjemah dan desainer grafis. Jadi jangan batasi segala kemampuanmu itu. Pelajari banyak hal hingga menemukanĀ passion-mu yang sebenarnya, sehingga hati kalian merasa plong ketika menjalaninya. Hidup tak perlu dibikin susah, masih ada banyak kesempatan yang seharusnya jangan kalian sia-siakan.

Komentar

About Bhagas Dani

Ojo dumeh. Pseudo-analis sok asyik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *