Home / Artikel / 9 Pembunuhan Sadis Berbagai Motif Selama 2018

9 Pembunuhan Sadis Berbagai Motif Selama 2018

pembunuhan sadis
Source: Google Images

Rekam jejak selama 2018 diwarnai banyaknya pembunuhan sadis yang terjadi di berbagai wilayah. Tak hanya terjadi di wilayah sekitaran ibukota saja. Di berbagai daerah lain juga punya cerita tak kalah menyeramkan. Hal ini tentunya menjadi sinyal bahwa dibutuhkannya manajemen konflik yang baik. Karena motif pembunuhan sadis yang terjadi selama 2018 memiliki beraneka motif. Mulai dari balas dendam, salah paham, dan perampokan. Tak sedikit dari kasus pembunuhan sadis itu memperlihatkan kondisi mayat yang mengenaskan.

Bahkan, Polda Metro Jaya mencatat sebanyak 50 kejadian pembunuhan terjadi di Jakarta. Namun, Guneman ingin merangkum kasus pembunuhan sadis dari berbagai daerah.

1. Seorang Ayah di Sumut Membunuh Anak Angkatnya

Pembunuhan sadis terjadi di Dusun XII, Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Kamis (31/5/2018). Seorang ayah bernama Henderson Sembiring tega membunuh anak angkatnya bernama Rosalia atau yang akrab disapa Lin. Anak angkatnya itu ditemukan tewas bersimbah darah tergeletak di lantai dengan kondisi pinggang ke bawah tak menggunakan celana dan ditemukan sperma di jasadnya. Dijelaskan oleh Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja, diduga antara korban dan pelaku ada hubungan asmara.

Henderson yang juga merupakan seorang pendeta, selama ini menjadikan kedok anak angkat hanya untuk memiliki hubungan yang lebih intim dengan korban. Untuk motif, sambung Tatan, pelaku emosi melihat korban yang mengeluarkan kata-kata tidak sopan kepada pelaku. “Sebelumnya terjadi cekcok antara pelaku dan korban sehingga pelaku emosi dan kehilangan kendali,” ujar Tatan.

2. Perempuan WNA Thailand Dibunuh di Kamar Hotel

Pembunuhan sadis terjadi di kamar Big Hotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada 25 Mei 2018 lalu. Entah apa yang ada di pikiran Ali. Pria berkewarganegaraan Mali itu tega membunuh istrinya sendiri. Pelaku sempat melarikan diri, hingga mayat perempuan asal Thailand itu membusuk di kamar mandi hotel di Big Hotel, Sawah Besar.

Ali tega menghabisi istrinya sendiri dengan cara menjerat leher hingga tewas. Kepada polisi, tersangka mengaku terbakar api cemburu. Mayat korban berinisial JP itu diketahui membusuk di kamar mandi. “Pada tanggal 30, pelaku ini berhasil kami tangkap di sebuah hotel di Cipanas,” ujar Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Arie Adrian pada Kamis 31 Mei 2018 lalu.

3. Memaksa Pacarnya Minum Racun, Lalu Dibuang di Hutan

Pembunuhan ini terjadi pada Februari 2018. Gadis berinisial IL (26), warga Desa Berahan Wetan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jateng, dianiaya dan dipaksa minum racun oleh pacarnya yang sudah punya istri dan anak. Pelaku adalah Edi Sumarsono alias Sondong (24), warga Pojok, Kecamatan Randublatung, Blora. Korban dibunuh karena meminta pertanggungjawaban pelaku yang sudah menidurinya.

Jasad IL ditemukan di hutan jati di Desa Wulung, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jumat (16/2/2018) pagi. Jasad wanita muda itu ditemukan di petak 119 Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Jatisumo dalam posisi telentang. Hijab, baju, rok, kaus kaki serta sepatu masih melekat di tubuhnya.

4. Seorang SPG Dibakar Hidup-Hidup

Seorang gadis berusia 21 tahun, FDA, warga RT 04/RW 16, Desa Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Semarang, Jateng, dibunuh dengan cara dibakar hidup-hidup. Peristiwa itu terjadi pada Agustus 2018. Mayat gadis yang berprofesi sebagai SPG sekaligus caddy golf itu ditemukan pada Rabu (1/8/2018). Polisi meringkus pembunuh FDA, yakni KAW (30), di kamar kos pelaku di Semarang pada Senin (6/8/2018).

Pelaku KAW adalah warga asal Kunduran, Blora, Jawa Tengah, yang berprofesi sebagai Manajer Front Office di sebuah hotel di Semarang. sebelumnya KAW berkencan dengan korban di salah satu hotel di Semarang. Keduanya berkenalan melalui media sosial. Baca juga: Fakta Kematian Tragis SPG asal Blora, Dibakar Hidup-hidup hingga Tanpa Keluarga di Liang Lahat Pelaku nekat menghabisi nyawa FDA lantaran ingin menguasai harta korban.

KAW sendiri mengaku adalah lelaki hidung belang yang keranjingan meniduri para perempuan. Bahkan KAW juga mengidap perilaku seks menyimpang. “Berdasarkan pengakuan pelaku, korban ini dibakar hidup-hidup dengan tangan dan kaki masih terikat. Korban disiram bensin satu liter kemudian dibakar,” kata Kapolres Blora saat itu, AKBP Saptono kepada Kompas.com, Selasa (7/8/2018).

Berdasarkan hasil pemeriksaan lebih lanjut, KAW diketahui pernah membakar hidup-hidup dua perempuan yang ia tiduri. Pelaku beralasan ingin menguasai harta korban. Namun untuk perempuan yang ia bakar pada tahun 2011, pelaku mengaku lupa identitasnya.

5. Pembunuhan Mantan Jurnalis, Mayat dimasukkan Drum

Seorang mantan jurnalis, Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi ditemukan tewas di dalam drum, Minggu (18/11/2018). Jenazah Dufi ditemukan oleh pemulung di dalam drum di daerah Klapanunggal, Bogor, Jawa Barat. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, polisi menangkap tersangka pembunuh Dufi yang merupakan suami istri, M Nurhadi dan S. Motif pembunuhan disebabkan para pelaku ingin mengusai barang milik korban. Para pelaku disangkakan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau pidana mati.

6. Pembantaian Satu Keluarga di Bekasi

Masih hangat dalam ingatan atas kasus pembunuhan sadis terhadap keluarga Diperum Nainggolan di Jalan Bojong Nangka II Kelurahan Pondok Melati, Kecamatan Jatirahayu, Kota Bekasi, 13 November 2018 lalu. Empat nyawa melayang sekaligus malam kejadian. Diperum Nainggolan bersama istri dan kedua anaknya menjadi korban pembunuhan sadis oleh Haris Simamora.

Tersangka merupakan kerabat dari Maya Ambarita, 37. Bukan hanya Maya, dirinya juga tega menghabisi nyawa korban lain yaitu Diperum Nainggolan, 38; bersama anak korban, Sarah Nainggolan, 9; dan Arya Nainggolan, 7. Haris menghabisi nyawa keluarga kakak kandungnya itu lantaran masalah ekonomi. Di sisi lain, tersangka pun merasa sakit hati lantaran pekerjaannya sebagai penjaga kos-kosan milik Maya ternyata diambil alih oleh kakak iparnya yang tak lain suami dari Maya.

“Saat ini berkas perkara tersangka pembunuhan satu keluarga di Bekasi sudah dikirim ke Kejaksaan tahap pertama. Artinya proses hukum berlanjut,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, 29 Desember.

7. Mayat Pemandu Karaoke Disimpan di Lemari

Mayat perempuan bernama Iin Ciktuti Puspita, 20, ditemukan tewas membusuk di dalam lemari di kamar kosnya pada Selasa, 20 November 2018 lalu. Dari hasil penyelidikan kepolisian, korban setiap harinya bekerja di sebuah tempat karaoke.

Dari pengungkapan kasus, ternyata korban dihabisi oleh dua temannya sendiri yang sama-sama tinggal di kos-kosan di Jalan Senang nomor 1, Mampang Prapatan 8, Jakarta Selatan. Kedua tersangka merupakan sepasang kekasih yaitu Yustian, 24, dan Nissa Regina, 17. Dari hasil pemeriksaan kepada kedua tersangka, polisi mengungkap fakta penyelidikan yang didasari karena perselisihan uang pemberian dari pelanggan karaoke. Di samping itu, kedua tersangka dan korban sering terlibat cekcok.

Kedua tersangka sengaja menyimpan jasad Intan di dalam lemari kamar kos untuk menghilangkan jejaknya usai menghabisi nyawa korban. Bahkan, kedua pelaku sempat membersihkan kamar Iin agar kejahatannya tidak terbongkar. Kepada polisi mereka mengaku bahwa mereka tega menghabisi Iin bermula dari uang pelanggan yang dititipkan kepada korban. Uang yang dititipkan kepada Iin itu berjumlah Rp 1,8 juta. Akan tetapi, saat ditagih, uang tip dari hasil kerja memandu lagu pelanggan tinggal Rp 500 ribu.

“Antara korban dan tersangka NR ini sebelumnya pergi bersama ke sebuah hotel atas orderan dari seseorang. Setelah dari tempat itu, mereka berselisih atas uang yang diberikan dari pelanggan,” ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Indra Jafar.

8. Pacar Dibunuh dan Dimutilasi, Lalu Dimasukkan ke Dalam Boks Plastik dan Dibuang di Musala

Linda Wati (32), wanita yang mayatnya ditemukan dalam boks plastik di sebuah musala di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, ternyata dibunuh kekasihnya. Pelaku mengaku dendam. Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete mengatakan pelaku telah ditangkap tidak lama setelah penemuan mayat dalam boks itu dilaporkan. Pelaku merupakan kekasih korban bernama M Riyadi bin Masransyah (36).

Takdir mengatakan Riyadi ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya di Jalan Sultan Adam, Kelurahan Sungai Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Minggu (10/6) pukul 19.40 Wita. Penangkapan dilakukan Tim Resmob Polres Banjar dengan di-backup Polda Kalimantan Selatan.”Motifnya karena si perempuan sering marah dengan si lelaki jadi si lelaki dendam dimarahi terus, jadi dibunuhnya pacarnya itu kemudian dimasukkan ke kontainer plastik,” kata Takdir.

9. Mayat Tanpa Busana di Apartemen

Di penghujung akhir 2018, perempuan tanpa busana ditemukan tewas penuh bercak darah di apartemen unit 19A18 Tower A Kebagusan City, Jalan Baung Raya, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa 18 Desember 2018 lalu. Mayat perempuan itu bernama Sisca Icun Sulastri, 34. Warga asal Sukabumi, Jawa Barat. Tersangka pelaku pembunuh Sisca ditangkap di daerah Cilandak, Jakarta Selatan, sekitar pukul 12.10 WIB. Dia bernama Hidayat, seorang pekerja cleaning service.

Dari hasil otopsi di RS Fatmawati, ditemukan tiga luka tusukan di bagian ulu hati, lengan dan pinggul korban. Hasil tersebut memastikan bahwa korban dibunuh secara secara membabi buta oleh pelaku. “Ada tiga luka tusuk. Satu tusuk di ulu hati, lengan, dan satu lagi di pinggul,” ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Indra Jafar di Mako Polres Jakarta Selatan, 29 Desember. Dari hasil olah TKP, latar belakang motif pembunuhan terhadap Sisca karena tak mau membayar uang kencan sebesar Rp 2 juta.

Sisca yang berstatus janda itu berkencan dengan tersangka di kamar Apartemen Kebagusan City pada 16 Desember setelah berkenalan melalui aplikasi pesan elektronik, WeChat. “Mereka cekcok hingga saling jambak rambut. Sampai mengeluarkan kata-kata yang tidak enak. Hingga pelaku tersinggung membunuh korban dengan pisau di bagian ulu hati, urat nadi, dan punggung,” imbuh Indra.

Komentar

About Bhagas Dani

Ojo dumeh. Pseudo-analis sok asyik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *