Home / Hiburan / Nurhadi-Aldo: Oase di Kala Pilpres 2019

Nurhadi-Aldo: Oase di Kala Pilpres 2019

nurhadi-aldo
Source: Google Images

TAK ada menyangka sebuah foto-foto meme iseng Nurhadi-Aldo yang dibuat oleh seseorang asal Yogyakarta bernama Edwin menjadi viral. Dia membuat foto Nurhadi-Aldo menjadi capres-cawapres fiktif untuk mendinginkan suasana panas antar pendukung paslon nomor 01 maupun 02. Mereka sibuk saling serang, saling cacimaki, dan saling membual. Diketahui, Nurhadi merupakan warga Kudus. Dia merupakan seorang terapis pijat urut. Namun, hingga sekarang sosok Aldo masih menjadi misteri. Bahkan, ketika Nurhadi ditanya sosok Aldo, dia pun mengaku tak mengenalnya. Sebab, Nurhadi pun belum pernah bertemu dengan admin yang sering mengunggah foto-fotonya tersebut.

Kehadiran Nurhadi-Aldo (Dildo) Koalisi Tronjal Tronjol Maha Asyik (Kontol Mas) yang diusung oleh satu partai yakni Partai Untuk Kebutuhan Iman (PUKI) adalah bukti nyata. Karena pertumbuhan pengikut akun Instagram-nya saja sudah menembus ratusan ribu, padahal akun baru dibuat 24 Desember 2018 lalu. Terbukti, masyarakat muak dengan kedua paslon. Nurhadi-Aldo juga lebih nyata, dia sebutkan program-programnya kepada masyarakat. Dia sempat membahas legalisasi ganja, ruang masturbasi, poligami berbasis digital, dan sebagainya. Hal ini tentu saja perlu dirayakan. Karena baru kali ini pemilu ada capres-cawapres fiktifnya.

Nurhadi-Aldo juga bisa menjadi salah satu alat untuk protes sekaligus mocking dengan karut marutnya politik di Indonesia. Bahkan, caleg-caleg dari PUKI juga sangat progresif. Mereka punya banyak cara untuk mempromosikan dirinya dengan program-program variatif. Bahkan, Nurhadi-Aldo berani mengangkat isu komunisme. Mengkritisi pemikiran Karl Marx secara logas. Tentu, hal tersebut tak bisa kalian dapatkan dari kedua paslon yang justru tidak sedang berdemokrasi, tapi sedang dagelan. Iya, mirip akun dagelan di Instagram yang hobi unggah sampah.

Apalagi slogan Nurhadi-Aldo yaitu #McQueenYaQueen juga makin membahana seantero dunia maya. Sambutan meriah disambut oleh para netizen. Bahkan, beberapa pengagum Nurhadi sudah ada yang sempat menyambangi di kediamannya. Nurhadi sepertinya tidak masalah dengan keviralan yang telah terjadi. Sebab, dirinya juga memeroleh imbas baiknya ketika dirinya menjadi sangat viral yaitu keuntungan jual kaus. Nurhadi-Aldo tak henti-henti dielu-elukan. Uniknya, hampir tiap kota sudah ada akun tim sukses Nurhadi-Aldo. Semangat membara itu sangat sulit dipadamkan hingga titik darah penghabisan menyukseskan Nurhadi-Aldo menang pemilu.

Hal terpenting semasa jelang pemilu itu kedamaian. Karena biasanya tiap jelang pemilu itu selalu muncul isu-isu aneh yang meresahkan masyarakat. Saya ambil contoh isu kolor ijo pada 2004 silam yang ternyata hanya bualan belaka. Bahkan, otak penyebar isu tersebut masih misteri hingga sekarang. Selalu ada upaya menggiring masyarakat untuk menyatukan persepsi dalam sebuah situasi tertentu, ujung-ujungnya masyarakat akan mudah digerakkan sesuai keinginan sang sutradara jika kelak moment kepentingan telah tiba, sebuah strategi yang efisien dalam merebut simpati massa, lalu kemudian akan keluar seseorang yang telah disiapkan menjadi pahlawan.

Sementara itu, jelang pemilu 2019, isu yang paling gencar sejak 2018 ialah penyerangan orang tidak dikenal yang ternyata gangguan jiwa. Pertengahan 2018 lalu, para kyai yang diserang bahkan ada yang mengada-ada diserong orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Lalu, paling terbaru di Magelang ada banyak nisan kuburan wargas beragama nasrani yang dihancurkan oleh ODGJ. Tetapi, semoga isu itu tak mencuat begitu lama, masyarakat perlu menyegarkan pikirannya dengan mengikuti linimasa Nurhadi-Aldo. Lebih baik dinikmati saja, tak perlu mengeksploitasi Nurhadi-Aldo menjadi orang lain. Lebib syahdu kalau menjadi penonton saja yang santun. Biar sosok Nurhadi-Aldo itu semakin otentik, bukan kodian.

Komentar

About Bhagas Dani

Ojo dumeh. Pseudo-analis sok asyik.

Check Also

sebar hoax

Emak-Emak Militan Sebar Hoax

Keresahan melihat emak-emak militan sebar hoax. karena itu, kualitas emak-emak harus ditingkatkan, tak terkecuali. Jangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *