Home / Artikel / Merayakan Mesum Bersama Vanessa Angel dan Nurhadi-Aldo

Merayakan Mesum Bersama Vanessa Angel dan Nurhadi-Aldo

bersama vanessa angel
Source: Google Images

Masyarakat Indonesia akhir-akhir ini sedang asyik merayakan pikiran-pikiran mesumnya bersama Vanessa Angel dan pasangan capres-cawapres fiktif Nurhadi-Aldo. Mengapa begitu? Sebab kekompakan masyarakat bisa seketika tercipta saat ada sebaran berita mesum atau biasa disebut berita lendir. Semuanya begitu riang gembira mempersekusi Vanessa Angel yang menjajakan tubuhnya seharga Rp 80 juta. Selain itu, masyarakat juga ikut bahagia dengan selera humor mesum dari Nurhadi-Aldo.

Tak bisa dipungkiri, Nurhadi-Aldo yang disingkat Dildo merupakan oase di kala adrenalin terus memanas jelang Pilpres 2019. Tapi, ujung-ujungnya masyarakat Indonesia yang masih hobi menyuburkan budaya pemerkosaan dan budaya patriarki tak pernah bergerak maju. Alih-alih sebagai bahan humor selingan, justru Dildo makin membuat orang yang awalnya sudah ignoran makin goblok. Entah, kalian yang membaca tulisan saya ini menganggap diri saya sebagai social justice warrior (SJW) atau manusia yang tidak memiliki selera humor.

Tapi hal penting yang ingin saya sampaikan ialah ada banyak perempuan-perempuan seperti istri dan ibu yang saya sayangi. Saya hanya tidak ingin perayaan mesum berjemaah ini hanya menambah catatan buruk kekerasan maupun pelecehan seksual di Indonesia. Hanya satu meme Dildo dari Koalisi Tronjal Tronjol Maha Asyik (Kontol Mas) yang menohok. Ketika dia mengkritisi quote dari Karl Marx terkait masyarakat tanpa kelas. Dildo menganggap apabila masyarakat tanpa kelas, lantas kita belajarnya di mana?. Pernyataan itu sangat menggelitik, namun penuh makna. Sebab, tidak mungkin kita bisa belajar berjuang memeroleh sesuatu apabila di tatanan masyarakat tidak ada kelas. Namun tentunya perlu dibarengi dengan persaingan yang sehat dan bermartabat agar bisa naik kelas. Lantas sisanya, program-program Dildo makin lama makin tidak terlihat lucu.

Karena Dildo hanya fokus mencari singkatan-singkatan bernafaskan mesum untuk memeroleh atensi netizen. Kenapa begitu? Karena otaknya masyarakat Indonesia paling mentok ya urusan lendir. Diajak berpikir kritis masih sering ngedumel dan mengolok-olok dengan narasi ‘enggak usah sok pinter dan sok kritis deh’. Alhasil, Dildo terus saja mengglorifikasi kemesuman untuk membalut program-program fiktifnya.

Apabila ingin disebutkan satu per satu program fiktifnya, kalian tentu lebih paham. Kurikulum Pendidikan Tingkat Lanjut (Kulum Pentil). Lalu, Program Legalisasi Ganja Halal (Peli Gajah), Kotak Masturbasi, dan Indonesia Tanpa Istri Labil (ITIL). Tapi juga ada program lainnya di bidang pertanian maupun teknologi informasi. Ketika awal memang saya merasa lucu dan gebrakannya unik, tapi ya gitu makin ke sini terasa hambar. Saya tidak mendapatkan sense of humor-nya. Lebih merasa jijik.

Humor-humor mesum lainnya yang tak kalah sampah dengan program Dildo tentunya seputar pemberitaan Vanessa Angel dengan prostitusi online. Tahun politik kali ini memang lebih diwarnai dengan aneka berita lendir. Humor yang lagi ramai ialah meme Vanessa Angel minta maaf akibat harganya per dua jam kemahalan. Lalu humor sampah lainnya uang Rp 80 juta lebih baik dipakai beli barang yang bermanfaat. Pembicaraan semacam ini tentu sudah sangat sering kita dengar. Namun, hal yang menjadi darurat ialah pikiran mesum dan cabul dinormalisasi oleh masyarakat. Sehingga, bisa ditarik kesimpulan bahwa akan tiba masanya kemaksiatan dianggap sebagai hal yang lumrah. Tentu kalian yang mendaku sebagai pemeluk agama yang taat tak ingin ini terjadi.

Komentar

About Bhagas Dani

Ojo dumeh. Pseudo-analis sok asyik.

Check Also

rasa kemanusiaan

Rasan-Rasan dan Hilangnya Rasa Kemanusiaan

Meski rasan-rasan itu nikmat, namun janganlah menghilangkan rasa kemanusiaan. Tetaplah menghargai seseorang yang kalian rasani. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *