Home / Artikel / Daftar Jurnalis Dibunuh Karena Berita

Daftar Jurnalis Dibunuh Karena Berita

jurnalis dibunuh
Source: Google Images

Dunia pers di Indonesia tidak sedang baik-baik saja, deretan jurnalis dibunuh karena beritanya masih terus terjadi. Negara seharusnya bisa memberikan perlindungan terhadap profesi jurnalis. Ramainya pemberitaan berupa penolakan terhadap pemberian remisi kepada salah seorang pembunuh kasus tersebut. Jangan lukai hati para jurnalis di Indonesia. Mereka ingin berkerja secara aman dan nyaman.

Tak hanya di luar Indonesia ada jurnalis dibunuh, namun di Indonesia juga kerap terjadi. Pelakunya bisa birokrat, penegak hukum, atau masyarakat sekitar. Kerentanan profesi jurnalis seharusnya dikawal secara nyata. Karena tiap tahun ada jurnalis dibunuh bukan menjadi kebanggaan.

1. Fuad M Syafruddin 1996

Masih ingat kasus pembunuhan Fuad Muhammad Syafruddin alias wartawan Udin? Wartawan Bernas, Yogyakarta, yang dianiaya oleh orang tidak dikenal, dan kemudian meninggal dunia. 23 Tahun kasusnya tidak terungkap.

2. Naimullah 1997

Jurnalis Harian Sinar Pagi yang berbasis di Kalimantan Barat. Tewas 25 Juli 1997. Naimullah banyak menulis berita tentang hubungan antara polisi dengan mafia pembalakan liar. Tidak ada pengusutan serius mengenai kasus ini.

3. Agus Mulyawan 1999

Jurnalis Asia Press meliput di Timor Timur setelah referendum 1999. Tanggal 25 September 1999, Agus meninggal dalam penembakan di pelabuhan Qom, Los Palos, yang juga menewaskan 7 orang lainnya.

4. Ersa Siregar 2003

Jurnalis RCTI tewas saat meliput konflik di Aceh. Ia meninggal saat terjebak dalam baku tembak GAM dan TNI, 29 Desember 2003. TNI mengakui peluru yang membunuh Ersa Siregar merupakan peluru TNI. Tapi, tidak ada langkah hukum atas kasus ini.

5. Jamaluddin 2003

Juru kamera TVRI Aceh. Terdapat berbagai dugaan atas kematiannya ini, dibunuh kelompok GAM atau diculik TNI. Tapi kasusnya belum terungkap hingga kini.

6. Herliyanto 2006

Freelance Tabloid Delta Pos Sidoarjo tewas 29 April 2006.. Ia dibunuh terkait pemberitaan kasus korupsi anggaran pembangunan oleh mantan Kepala Desa Tulupari. Tiga orang berhasil ditangkap, tapi kemudian dibebaskan.

7. Anak Agung Gede Narendra Prabangsa 2009

Satu-satunya kasus pembunuhan terhadap jurnalis yang benar-benar menjadi angin segar kebebasan pers. Sebab pembunuh jurnalis Jawa Pos Radar Bali tersebut, I Nyoman Susrama divonis seumur hidup. Namun baru-baru ini presiden RI, Joko Widodo tiba-tiba menandatangan remisi untuk pembunuh tersebut. Akhirnya semua jurnalis yang merasa tertandao bergegas membangun jaringan dan mengadakan aksi. Dan hasilnya, pada 9 Februari 2019, Jokowi mencopot remisi tersebut.

8. Ardiyanto Matra’is 2010

Jurnalis Tabloid Jubi dan Merauke TV ditemukan tewas 29 Juli 2010 di Gudang Arang, Sungai Maro, Merauke, Papua dalam kondisi penuh luka. Kasusnya pun terkubur hingga saat ini.

9. Ridwan Salamun 2010

Kontributor SUN TV Ridwan Salamun tewas saat mengabadikan bentrokan antarwarga Kompleks Banda Eli dan warga Dusun Mangun di Desa Fiditan, Tual, Maluku Tenggara, 21 Agustus 2010.

10. Alfred Mirulewan 2010

Alfred, jurnalis Tabloid Pelangi di Maluku. Pada 18 Desember 2010, ia ditemukan tewas dan diduga dibunuh karena beritanya mengenai kelangkaan bensin di Pulau Kisar. Otak pelakunya belum terungkap.

11. Aryono Linggotu 2012

Aryono dibunuh pada 25 November 2012 ketika hendak membeli nasi kuning. Korban tewas dengan 14 luka tusukan di sekujur tubuhnya. Kasus ini sempat menghebohkan Manado dan membuat para wartawan di Sulawesi Utara marah. Pembunuh bernama Jimmy Kansil, 17 dan divonis 12,6 penjara.
Komentar

About Bhagas Dani

Ojo dumeh. Pseudo-analis sok asyik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *