Home / Artikel / Apakah Orang Tua Butuh Sekolah?

Apakah Orang Tua Butuh Sekolah?

orang tua butuh sekolah
Source: Google Images

Anak selalu saja jadi korban, lantas apakah orang tua butuh sekolah?. Problematika relasi orang tua dan anak memang rumit. Tak bisa hanya mengandalkan insting, namun juga wawasan.

TAHUKAH kalian bagaimana cara mengadopsi seorang anak di Indonesia?. Ada banyak syarat lho yang harus dipenuhi. Syaratnya pun sangat kompleks. Di antaranya usia pernikahan dengan pasangan minimal lima tahun. Lalu usia calon bapak dan ibu minimal 25 tahun dan maksimal 45 tahun. Itu pun perlu didukung dokumen dari dokter ahli yang menyatakan kalau memang sudah tidak bisa memiliki keturunan atau hanya satu anak saja.

Selain itu, pemohon juga harus memiliki kondisi sosial dan ekonomi yang mapan. Bahkan, pemohon juga wajib melampirkan SKCK dari kepolisian dan surat keterangan sehat jasmani dan rohani. Syarat lainnya juga ada tes kejiwaan si pemohon. Sehingga masa depan si anak benar-benar terlindungi. Ribet bukan?.

Tetapi, anehnya peraturan itu tak diterapkan kepada semua pasangan suami istri yang pasti akan berkembang biak memiliki keturunan. Seharusnya penting juga aturan di atas diterapkan bagi semua pasangan suami istri. Sehingga nasib si anak benar-benar bisa dipertanggungjawabkan oleh orang tuanya. Setidaknya mampu meminimalisasi jumlah anak terlantar yang disebabkan ketidakbecusan orang tua merawat anaknya. Setahu saya hanya ada konseling pranikah saja.

Namun ketika hendak berketurunan dibiarkan begitu saja. Karena apabila ada peraturan saat hendak berketurunan, pasti akan muncul banyak resistensi dari banyak pihak. Para pasangan suami istri pasti merasa diintervensi negara secara berlebihan dalam ranah privat. Cukup kompleks. Orang tua juga kerap kolot dengan pola asuh yang mereka terapkan. Alibi populer ketika ada anak yang jadi korban kekerasan orang tua ialah ‘ini caraku mendidik, tak usah ikut campur’.

Kekerasan orang tua tak hanya fisik saja, namun kekerasan psikis juga tak kalah berbahaya. Anak kerap menjadi korban ambisi orang tuanya. Anak diibaratkan miniatur oleh orang tuanya. Sehingga tak heran ada banyak anak yang stres atau berubah jadi brutal karena didikan yang kurang adaptif, cenderung egois. Hingga kini pun masih jamak ditemukan orang tua yang merasa pola asuh di masa lalu masih relevan di masa sekarang. Karena tak semua nilai itu bisa mengakomodasi perkembangan teknologi dan sosial.

Karena itu, penting bagi orang tua memiliki wawasan yang luas. Sehingga tidak terjadi gap generasi antara orang tua dan anak. Zaman terus berubah, manusia juga perlu terus belajar. Hal terpenting yang harus dipahami para orang tua ialah setiap anak yang dilahirkan itu pasti memiliki keunikannya masing-masing. Tak perlu susah-susah menyeragamkan mereka. Tantangan yang dihadapi anak masa sekarang tentu jauh berbeda dengan anak di zaman para orang tua.

Karena itu, kita sering mendengar anak selalu saja jadi korban orang tuanya. Kalau begitu, lantas apakah orang tua butuh sekolah?. Sebab, problematika relasi orang tua dan anak memang rumit. Tak bisa hanya mengandalkan insting, namun juga wawasan. Sayangnya, pemerintah belum sampai memikirkan urgensi masalah tersebut. Namun, pihak swasta sudah banyak yang mengkapitalisasi sekolah orang tua berbentuk seminar parenting.

Sehingga sifat sekolah orang tua buatan swasta sangat eksklusif, sama sekali belum inklusif. Toh yang tertarik dengan seminar parenting juga orang tua yang memang sadar, meski punya uang belum tentu juga bisa sadar. Karena itu, ketidakcakapan orang tua itu membuat pola asuh yang terkesan salah kaprah.

Apabila ditelaah secara mendalam, cara mendidik anak memang tidak bisa diseragamkan. Namun, setidaknya ada upaya preventif agar anak tidak menjadi korban orang tua yang ambisius. Karena sebagaimana dikatakan oleh seorang filsuf asal Inggris, John Locke terkait teori tabula rasa. Anak diibaratkan seperti kertas putih. Tergantung bagaimana orang tua membimbing dan mendidik sang anak. Meskipun tak bisa ditampik setiap anak sudah membawa gen dari kedua orang tuanya.

Komentar

About Bhagas Dani

Ojo dumeh. Pseudo-analis sok asyik.

Check Also

Bayi dan Balita

Rekomendasi Bisnis Unik Berbasis Bayi dan Balita

Peluang bisnis berbasis bayi dan balita sangat terbuka lebar bagi kamu semua. Siap-siap modal ya, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *