Home / Artikel / Pengangguran Digaji? Berikut Negara yang Sudah Menerapkannya

Pengangguran Digaji? Berikut Negara yang Sudah Menerapkannya

pengangguran digaji
Source: Google Images

SETUJUKAH kalian dengan janji politik capres Jokowi kalau kelak pengangguran digaji menggunakan kartu pra kerja?. Kalau saya tentu saja tidak. Karena dari segi mental warga Indonesia masih belum siap. Sektor pendidikan saja belum bisa terurus secara maksimal dengan APBN yang ada.

Lha ini kok demi dongkrak elektabilitas pakai janji politik pengangguran digaji. Negara saja belum bisa menghadirkan sistem pendidikan yang berkualitas. Bahkan menyejahterakan guru honorer saja tidak mampu, sering kita tahu nasib guru honorer yang telat gajian karena dana bantuan operasional sekolah (BOS) belum turun.

Apabila dihitung secara kasar merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran pada Agustus 2018 lalu sebanyak 5,34 persen atau 7 juta pengangguran. Jika diasumsikan satu orang mendapat Rp 1 juta per bulan, maka selama setahun, dengan data pengangguran terbuka sebanyak 7 juta orang, setidaknya pemerintah perlu menyediakan Rp 84 Triliun. Angka yang sangat fantastis.

Nah, sebagai pembanding, anggaran untuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saja hanya Rp 40 triliun untuk tahun 2018. Belum lagi nanti anggaran untuk pembuatan kartu dan sosialisasinya juga membutuhkan uang yang tak kalah besar. Pada 2016 saja, untuk pembuatan dan sosialisasi Kartu Indonesia Pintar (KIP) memerlukan dana Rp 7,1 triliun.

Belum lagi, data BPS yang menyebutkan ada angkatan kerja sebanyak 124 juta orang, yang mana di antara mereka bekerja di bawah 35 jam (setengah menganggur) dan informal (pengangguran terselubung). Jadi, apabila kelak janji itu dilaksanakan, ada kemungkinan sasaran penerima gaji bisa melebihi 7 juta orang tersebut. Alangkah baiknya, pemerintah tetap saja fokus dengan pelatihan-pelatihan kerja, pemberian saku, atau pemberian insentif bagi pelaku UMKM. Jadi realisasi lebih produktif, tak hanya konsumtif sekaligus bisa menunmbuhkan semangat masyarakat Indonesia dalam bersaing.

Terkait pengangguran digaji, sebenarnya di luar negeri sudah banyak yang menerapkannya. Tapi apabila melihat dari karakteristik negara-negara yang menerapkannya memang sudah maju dan tak seluas Indonesia. Tingkat pengangguran terbukanya pun tak sebanyak di Indonesia. Ditunjang juga dengan sistem pendidikan yang sudah mapan. Berikut ini lima negara yang sudah merealisasikan pengangguran digaji.

Hong Kong

Pemerintah Hong Kong pada Maret 2018 lalu mengatakan lebih dari sepertiga rakyat Hong Kong atau sekitar 2,8 juta jiwa penduduk yang tidak merasakan manfaat dari anggaran pemerintah akan mendapat bantuan tunai hingga 4.000 dolar Hong Kong (sekitar Rp 7 juta). Seperti dilansir dari South China Morning Post, pemerintah mempunyai kelebihan anggaran sebesar 11 miliar dolar Hong Kong, atau sekitar Rp 19,2 triliun.

Skema pembagiannya dibuat dalam bentuk bantuan dana tunai bersyarat, yang disesuaikan dengan data kependudukan Wilayah Administrasi Khusus Hong Kong. Langkah pemerintah Hong Kong yang membagikan uang secara cuma-cuma buat rakyatnya ini pernah juga dilakukan sejumlah negara lain.

Finlandia

Finlandia menjadi negara di Eropa pertama yang memberi gaji pokok bulanan sebesar Rp 7,8 juta bagi para pengangguran. Kebijakan ini disebut sebagai cara pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

Pejabat pemerintah dari Dinas Sosial Olli Kangas kemarin mengatakan kebijakan itu akan dicoba diterapkan selama dua tahun kepada 2.000 pengangguran yang dipilih secara acak. Kebijakan ini akan mulai diterapkan sejak Januari 2018 lalu.

Mereka yang menerima dana bantuan pemerintah itu tidak diminta untuk melaporkan untuk apa saja uang itu mereka belanjakan. Menurut data resmi pemerintah, pendapatan rata-rata para pekerja sektor swasta di Finlandia adalah Rp 48 juta per bulan.

Kangas mengatakan kebijakan pemerintah ini untuk mengurangi sejumlah masalah yang dialami para pengangguran. Dengan kebijakan ini diharapkan orang-orang tidak perlu berkecil hati lagi jika kehilangan pekerjaan. Meski begitu Kangas menuturkan para pengangguran yang sudah mendapat pekerjaan pun akan tetap menerima dana bantuan pemerintah sebesar Rp 7,8 juta per bulan.

Swedia

Mungkin karena sudah terlalu makmur, Swedia merencanakan akan menggulirkan sebuah aturan unik yang bikin orang-orang sedunia iri. Pemerintah negara ini konon bakal memberikan tunjangan kepada semua rakyatnya. Baik yang pengangguran atau pun yang tidak akan kebagian uang tunjangan. Tak tanggung-tanggung, negara ini memberikan uang yang cukup banyak bagi warganya.

Pemerintah Swedia bisa memberikan uang sekitar Rp 33 juta per bulan kepada masing-masing penduduk dewasa. Sementara untuk anak-anak, akan diberikan uang sebesar Rp 1,9 juta per minggunya. Uang tunjangan ini berasal dari pajak dan juga asuransi sosial.

Irlandia

Di negara-negara Eropa rata-rata memang memberikan tunjangan bagi pengangguran. Namun, di Irlandia seorang pengangguran bisa mengklaim uang tunjangannya tanpa syarat. Jumlah tunjangan yang diberikan mungkin dianggap tidak besar. Namun, uang tersebut bisa untuk menghidupi diri sendiri.

Per bulannya, para pengangguran akan mendapat uang tunjangan sekitar Rp 3 juta hingga Rp 12 juta. Tunjangan ini tak hanya untuk diri sendiri, bagi mereka yang punya anak, pemerintah akan menambahkan uang tunjangan hingga 2 juta.

Italia

Pemerintah Italia membuat peraturan untuk memberikan warganya yang berusia 18 ‘uang jajan’ untuk melestarikan budaya mereka. Dilansir dari The Independent, uang tersebut dapat digunakan untuk membeli buku-buku yang bisa meningkatkan wawasan akan kebudayaan di sana.

Tak hanya untuk membeli buku, uang sebanyak 500 setara Rp 7,4 juta itu bisa juga dipakai untuk menonton film, konser musik dan lain sebagainya. Wakil Parlemen Tommaso Nannicini mempercayai dana yang diberikan pemerintah akan dibelanjakan dengan baik oleh para remaja ini.

Para remaja 18 tahun ini nantinya dapat mengklaim dana tersebut pada sebuah aplikasi dan mereka bisa mengunduh voucher yang nantinya mereka gunakan untuk membeli barang-barang kebudayaan. Pemberian dana ini akan mulai dilaksanakan pada 15 September mendatang. Sementara itu, pemerintah Italia juga akan memberikan bonus serupa kepada para guru dengan nilai bonus yang sama.

Komentar

About Bhagas Dani

Ojo dumeh. Pseudo-analis sok asyik.

Check Also

toxic positivity

Toxic Positivity: Selalu Bersikap Positif Sangat Tidak Dianjurkan

GEMBAR-gembor hidup harus selalu bersikap atau bicara hal positif justru bisa mengakibatkan toxic positivity. Sebab …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *