Home / Hiburan / SHAZAM! Just Say The Word

SHAZAM! Just Say The Word

Satu lagi film superhero dari publisher DC comics yang ikut mewarnai jagat perfilman Superhero adaptasi buku komik. Karakter yang difilmkan kali ini adalah bernama asli Captain Marvel. Nama ini di rebranding namanya pada event relaunch DC comics (yaitu event N52, kalau kalian mungkin mau mencari tahu) menjadi SHAZAM.

Di komik sendiri, SHAZAM merupakan karakter yang sangat menarik. Karena dalam diri seorang superhero yang power level-nya bisa kontes dengan superhero kelas A semacam Superman. SHAZAM hanyalah seorang bocah kecil bernama Billy Batson yang dianugerahi kebijaksanaan dari Solomon, tenaga dari Hercules, stamina dari Atlas, kekuatan dari Zeus, keberanian Achiles, dan kecepatan dari Mercury.

Sesosok juara yang sempurna dengan anugerah kekuatan dewa-dewa. Yang akhirnya menjadi salah satu pahlawan super di dunia DC Comics.

Lalu bagaimana dengan adaptasi filmnya? Mari kita bahas.

SHAZAM mengambil source material yang sama persis dengan buku komik. Di mana origins dari sang Champion adalah Billy Batson yang berumur 14 tahun (diperankan Asher Angel) mendapat kepercayaan dari sang Wizard Shazam (diperankan Djimon Hounsou). Yang mana sudah tua untuk meneruskan kekuatannya untuk menjadi sosok pria dewasa (diperankan Zachary Levi berkostum merah dan berlogo petir memiliki anugerah dewa).

Billy Batson yang hidup sendirian karena kehilangan orang tuanya saat kecil, bukan karena mereka meninggal, tapi karena dia tersasar saat masih sangat kecil di keramaian. Biasa berbuat onar, sering kabur dari banyak rumah asuh yang mengasuhnya. Dan pada suatu kesempatan, sebuah rumah asuh untuk yatim piatu yang diurus oleh pasangan Victor dan Rosa serta dihuni oleh beberapa anak asuh mereka. Di antaranya Freddy, Mary, Darla, Eugene, dan Pedro.

Billy Batson yang semula tidak betah untuk tinggal bersama mereka, berkenalan dengan teman sekamarnya. Freddy, seorang yatim piatu yang berkebutuhan khusus karena kakinya pincang yang sangat gila dengan superhero. Billy yang terpilih oleh sang wizard untuk menjadi penerus kekuatannya mengalami sebuah petualangan unik untuk mempelajari semua potensi dirinya, dibantu oleh pengetahuan dari Freddy tentang superhero.

Kisah mereka tidak akan berjalan mulus karena ternyata tidak hanya Billy yang mengetahui keberadaan sang wizard beserta kekuatannya. Seorang peneliti bernama Dr. Sivana berniat untuk mencari kekuatan tersebut untuk kepentingan jahatnya, tipikal super villain dalam buku komik.

Story Wise

SHAZAM masuk ke dalam hitungan yang ringan dan sangat bisa dinikmati tanpa harus fan theory yang njlimet. Penuh dengan scene yang bisa membuat kalian hangat, ceria, tertawa, dan diimbangi dengan scene yang cukup intense serta shot-shot yang indah sehingga mata kalian akan dimanja. Untuk pendapat pribadi, karakter SHAZAM yang difilmkan adalah sebuah refresh untuk kalian yang mungkin jengah dengan film superhero yang ultra kompleks. Terlalu saklek dengan realitas. Karena SHAZAM berhubungan dengan sihir dan hal-hal di luar nalar manusia.

Tidak perlulah kalian harus mengaitkan dengan apakah kisah ini akan sesuai dengan realitas yang ada di masa kini. Konflik yang dihadirkan juga sederhana. Pokoknya sangat film keluarga sekali. Dan pada akhirnya kesederhanaan itulah yang tanpa disadari memberikan banyak scene hangat, momen yang cukup bikin gregetan, dan juga canda tawa yang terkesan tidak dipaksakan. Hey, it’s a 14 years old kid that got power to contest something powerful like Superman! He will have some fun like kids at their age.

Props

Kostumnya sangat perfect (menurut saya, nggak tahu kalau kamu) kostum klasik Captain Marvel (logo dan jubah putih) dipadukan dengan hal modern seperti tipikal spandex kostum zaman now serta logo petir yang bisa menyala. Curhat sedikit, dengan kostum simpel seperti ini jauh lebih baik daripada kostum/armor showcase bullshit. Karena saya memang pada dasarnya kurang senang bila ada lebih dari dua kostum dipakai satu karakter yang nongol di satu film, terkesan tryhard untuk jual mainan.

Kostum SHAZAM juga sangat mentereng warnanya. Lebih mentereng dari warna kostum Flash, Wonder Woman, Superman di film terdahulu. Langkah bagus dari DC untuk mulai menghilangkan kesan gritty di film-film superhero mereka (setelah sebelumnya Aquaman juga mengeluarkan kostum King Atlantis yang didominasi warna ngejreng emas). Dr. Sivana memakai props yang simpel namun tetap mengancam.

Humors, Visual, and More

Film santai seharusnya dinikmati  juga dengan santai. Walau begitu saya cukup termanja oleh visual yang diberikan. Transformasi Billy menjadi sang Champion saat meneriakkan “SHAZAM!” rasanya terus terngiang di kepala saya. Beberapa adegan transformasi juga sangat, sangat, sangat keren. Simpel, tanpa suit up crap, namun tetap memanjakan visual. CGI yang digunakan juga aman-aman saja tidak membuat sakit mata. Malah, sangat cocok dengan visualisasi superpower yang Shazam miliki. Yah, karena memang tidak ada bag big bug blockbuster juga sih. Humor di sini banyak juga yang segmented. Beberapa kali (tidak banyak sih) saya tertawa sendiri dengan jokes yang dilempar saat orang lain hanya diam saja.

Tapi porsi haha hihi film ini sudah pada porsinya. Tidak dipaksakan dan tidak lebay walaupun banyak guyon ketimbang seriusnya. Yang paling sangar di film ini adalah akting dari berbagai karakternya. Kalian suka kepolosan bocah ala Stranger Things? Yup, itu lumayan terjadi di sini. Bisa jadi anda akan gemas sendiri.

Verdict

DC memang mengambil langkah yang sangat tepat. Setelah Justice League cukup dibilang amburadul tidak karuan (meski tidak terlalu amburadul juga sih), kini DC mulai berbenah untuk menggarap stand-alone karakternya yang tidak terlalu berat pada memaksakan event bareng-bareng semua karakternya. Cukuplah itu dilakukan Marvel Cinematic (yang mana saya juga mulai lelah dengan event besar blockbuster, out of topic, semoga setelah endgame mereka akan mengakhiri mengerjakan film sebuah karakter dengan tidak terlalu serius yang hanya pada ujungnya dipakai untuk event rame-rame).

Sang director David Sandberg bisa menggawang SHAZAM dengan sangat bagus seusai temanya. Santai, fantasi, di satu sisi tetap menjaga source material serta semua unsur-unsur esensial dari karakter yang diadaptasi. Wajib tonton? Jelas!. Saya sarankan menonton ini dengan keluarga, teman, pasangan, atau orang-orang yang dicintai. Taruhlah ekspektasi kalian ke level santai dan cari hiburan. Sekaligus mungkin berkenalan dengan karakter SHAZAM. Pengalaman nonton kalian pasti akan menjadi sangat nikmat. Sangat senang rasanya kalau pilihan tontonan superhero jadi lebih bagus dan beragam. Karena DC mulai berbenah diri pada setiap film superhero yang mengadaptasi karakter mereka belakangan ini.

Bagaiman dengan kalian? Mari berdiskusi dengan menulis komentar di kolom komentar. Terima kasih sudah membaca dan sampai jumpa di ulasan film superhero yang lainnya.

Komentar

About Bagus Hendy

Suka baca komik, suka main DotA. Kadang-kadang nyanyi, kadang-kadang nulis, tapi lebih sering tidur dan bercanda.

Check Also

Stan Lee

Selamat Jalan Stan Lee, Sang Raja Cameo

Pada sebuah wawancara Stan Lee pernah kurang lebih berkata, “Manusia dengan kekuatan super, pada hakikatnya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *