Home / Artikel / Rakyat Bisa Apa Kalau Sudah Terbit IPL?

Rakyat Bisa Apa Kalau Sudah Terbit IPL?

ipl
Source: Google Images

Karena negara sudah mengatur hukumnya terkait izin penetapan lokasi (IPL). Contohnya, kasus pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di wilayah Kulon Progo. Pembebasan lahan pun dikerjakan.

Nasib hidup setiap manusia diperjuangkan oleh diri sendiri. Perangkat pemerintahan dalam sebuah negara hanya menjadi penambah masalah. Karena negara mengambil peran sebagai pengatur, yang mana sejatinya tak ada satu pun manusia yang bisa mengklaim diri sebagai pemimpin bumi. Tetapi sayangnya, masih saja sering terlihat manusia yang mengagungkan pemerintahan layaknya sang pencipta. Mereka lupa, pemerintah hanya meminjam tangan, mereka sebenarnya hampa.

Ketika sudah banyak manusia percaya dengan pemerintah, penindasan tak akan menemukan ujungnya. Lihat saja di Indonesia, masih sangat banyak manusia yang alergi dengan protes, kritik, dan demonstrasi. Padahal sudah jelas negara Indonesia menganut sistem demokrasi berasaskan Pancasila. Entah kenapa, kalian bermuram durja ketika ada aksi turun ke jalan. Bukti sayang kepada negara tidak hanya dengan bersyukur saja. Tapi karena sayang, karena itu perlu diingatkan. Bumi yang dipijak sama, jangan sampai hancur karena ulah manusia-manusia serakah.

Mengapa kalian masih bodoh menganggap bahwa nasionalis itu rasa cinta suci?. Justru nasionalis itulah menjadi bibit fasis di kemudian hari. Sudah banyak buktinya, lihat saja Adolf Hitler. Awalnya naisonalis, lalu chauvinis, dan berujung pada fasis. Merasa punya hak sempurna atas teritori yang diduduki. Sehingga tidak mempertimbangkan hak asasi manusia. Asal main bunuh tanpa pandang bulu selama tidak sepaham.

Seberapa hebat pemerintahmu, hingga kamu rela mati-matian membela negara?. Pemerintahmu hebat dalam urusan usir mengusir. Di mana ada konglomerat di sana, sebaiknya dirawat dan dijamu baik-baik bak seorang raja. Kalau perlu pemerintah berikan singgasana megah menggunakan tetesan darah rakyatnya demi bisnis lancar.

Mungkin kalian merasa hidup mapan sudah pasti aman. Padahal tidak sama sekali, karena tidak ada hidup mapan di dunia ini. Meski kalian sudah punya rumah dan tanah, kalian tidak memiliki seutuhnya properti tersebut. Sebab semuanya tetap milik negara atau istilahnya sedikit diperhalus yakni semua properti dikuasai oleh negara. Meskipun rakyat memiliki secuil properti, itu miliknya. Tapi, kalau sewaktu-waktu pemerintah butuh, bisa diminta kembali.

Kalian mungkin belum paham maksud saya. Perlu diperjelas bahwa ketika sebuah properti seperti tanah untuk mendirikan sebuah rumah atau toko itu sudah keluar sertifikat hak milik (SHM), belum tentu aman. Karena negara sudah mengatur hukumnya terkait izin penetapan lokasi (IPL). Contohnya, kasus pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di wilayah Kulon Progo. Pembebasan lahan pun dikerjakan. Saya kira lahan yang dibebaskan itu lahan ilegal, tapi ternyata semua lahan mempunyai SHM. Jadi, sejak itu saya sadar, negara punya kendali sepenuhnya atas hajat hidup kalian.

Meski tanah atau lahan itu dibeli secara layak oleh pemerintah, namun tak mencarikan solusi menggantikan mata pencaharian rakyatnya. Lahan-lahan pertanian dibabat habis, lalu diganti dengan rumah. Uang hasil penjualan lahan banyak kemungkinan akan berakhir sia-sia. Karena tak semua orang bisa mengelola uang dengan baik.

Selain Kulon Progo, masih banyak cerita menyedihkan nasib rakyat yang digusur. Negara sejauh ini jarang kok berpihak pada rakyat. Menganggap pembangunan fisik merupakan kinerja, padahal itu tak memiliki banyak manfaat. Rakyat tetap dibodohi demi meraup kekuasaan dan menimbun pundi-pundi uang.

Komentar

About Bhagas Dani

Ojo dumeh. Pseudo-analis sok asyik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *