Home / Artikel / Mencoba Berdamai dengan Frasa ‘Uang Rakyat’

Mencoba Berdamai dengan Frasa ‘Uang Rakyat’

uang rakyat
Source: Google Images

Bicara suatu frasa uang rakyat memang penuh dengan kompleksitas. Karena kalau dipikir-pikir lebih mendalam, sebenarnya setiap uang berasal dari rakyat, karena itu bisa disebut uang rakyat. Meskipun pengusaha dan penguasa sama-sama mengelola uang rakyat. Hanya beda akad dan pemanfaatan uang tersebut.

Ketika mendengar frasa ‘uang rakyat’, pasti pikiran kita akan terasosiasikan dengan pemerintah. Sebab, awam paling mengamini bahwa uang rakyat dikorupsi, digunakan dan dikelola oleh pemerintah. Awam pun tahu bahwa uang rakyat itu diambilkan dari pajak yang rakyat bayar kepada negara. Tetapi, tidakkah kalian berpikir semua uang yang bersirkulasi di kehidupan sehari-hari juga merupakan uang rakyat.

Karena beberapa bulan lalu juga sempat ramai hashtag #YangGajiKamuSiapa yang diucapkan oleh Menkominfo Ruadiantara kepada salah satu stafnya. Akhirnya, beramai-ramai netizen menyerang Rudiantara, karena gaji PNS berasal dari uang rakyat. Di satu sisi, Rudiantara terlalu arogan menyakan hal tersebut. Karena pertanyaannya itu semacam klaim sepihak dan menafikan jasa rakyat membayar pajak.

Tetapi di sisi lain, secara teknis, menurut Direktur Penyusunan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Kunta Wibawa Dasa Nugraha menjelaskan, bahwa gaji PNS bersumber dari APBN atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Adapun tiga sumber pendapatan yaitu pajak, bukan pajak, dan utang. Kunta menambahkan, sumber-sumber APBN tersebut digunakan untuk beragam keperluan negara. Mulai dari belanja, hingga salah satunya untuk gaji PNS.

“Penggunaannya ya selain untuk gaji, belanja barang jasa, modal, perlindungan sosial, transfer ke daerah. Kalau transfer ke daerah untuk gaji PNS di daerah, untuk modal juga, macam-macam, seperti itu,” jelasnya.

Lantas, tepatkah pernyataan gaji PNS bersumber dari uang rakyat?

“Intinya APBN itu dari kita, untuk kita. Tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat. Kan PNS juga masyarakat, mereka juga bayar pajak,” jelas Kunta.

Kalau mau ngomong uang rakyat secara fundamental, semua juga dari rakyat. Gaji swasta juga dari rakyat. Memangnya mereka dapat penghasilan dari mana kalau bukan dari rakyat?. Karena mereka jualan, masyarakat yang beli. Perusahaan dapat pendapatan dari siapa?. Jadi semua juga dari rakyat.

Perbedaan mendasar para pengguna uang rakyat memang terletak pada akadnya. Rakyat kepada pengusaha, terkesan sama-sama butuhnya. Berbeda dengan rakyat dan pemerintah, yang mana rakyat seperti sapi perah. Karena setiap harinya ditarik upeti oleh negara.

Setidaknya dengan perbedaan akad tersebut, semua rakyat berhak protes kepada pemerintah. Jangan coba-coba alergi dengan protes. Karena protes ada pengingat bagi mereka yang serakah. Jadi, sebagai rakyat jangan pernah berhenti melawan!


Komentar

About Bhagas Dani

Ojo dumeh. Pseudo-analis sok asyik.

Check Also

Bekerja, Menghasilkan Uang Dan Beberapa Paradoks Di Dalamnya

Tunggu, tunggu dulu, judul artikel ini memang berbau promosi MLM dan motivasi membosankan, tapi sebenarnya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *