Home / Artikel / Menjaga Kewarasan Usai 17 April 2019

Menjaga Kewarasan Usai 17 April 2019

17 april 2019
Source: Google Images

Banyak yang berharap setelah 17 April 2019 atau Pemilihan Umum, suasana Indonesia jadi baik-baik saja. Padahal, harapan itu amat sulit terwujud. Pasalnya, setelah tanggal 17 April 2019, makin banyak persoalan dan topik yang bisa dijadikan bahan pergunjingan. Itulah mengapa kita harus selalu menjaga kewarasan usai Pemilihan Umum yang digelar pada 17 April 2019.

Keriuhan Pemilu 2019 yang penuh dengan dusta, luka, dan angkara murka agaknya membuat sebagian masyarakat Indonesia jadi bosan. Tiap buka medsos isinya politik yang saling menjatuhkan. Mau ngobrol di warung kopi tetap saja bahas siapa sosok yang lebih layak memimpin Indonesia. Bahkan di lingkungan keluarga pun kita kerap dipusingkan dengan saling olok karena beda pilihan. Sehingga, tak sedikit orang yang berharap kegiatan yang katanya pesta demokrasi ini cepat berakhir dan segala macam ribut-ributnya juga ikut selesai.

Namun harapan itu nampaknya jauh panggang dari api. Rasa-rasanya, setelah tanggal 17 April 2019, semakin banyak hal yang bakal diributkan. Jika sebelumnya yang diributkan berkisar antara siapa yang lebih hebat antara kedua pasangan calon, kini topiknya bakal melebar jadi kecurangan pada Pemilu, koalisi di DPR RI, tuntutan karena kalah, dan banyak lagi isu yang sangat potensial untuk digoreng terus menerus.

Jadi, jangan harap segala pertikaian tentang politik ini bakal cepat berlalu. Jangankan cepat selesai, hingar bingar dunia politik Indonesia ini bahkan bakal terus berlanjut sampai 2024 nanti. Ya, tahun di mana pemilihan Presiden berikutnya akan dilakukan. Buset! Penetapan Presiden pada Pemilu 2019 saja belum dilakuin, tapi ini sudah mikir jauh sampai ke 2024. Namun, apakah tidak ada yang bisa kita lakukan untuk membuat isu atau topik tentang politik mereda? Tentu saja ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membuat Indonesia tak melulu ribut tentang politik.

Dengan pertikaian dan ribut-ribut yang nampaknya tak bakal cepat berakhir, kita sebagai masyarakat bisa melakukan berbagai hal. Setidaknya untuk membuat bahasan tak melulu soal politik. Kita tentu ingat dengan fenomena “Om Tolelot Om” yang sempat jadi bahan perbincangan. Hal itu bisa kita lakukan lagi dengan cara dan tema yang berbeda. Membuat keriuhan sendiri meski terkesan receh tentunya bisa jadi obat bagi kegelisahan dan kebosanan kita terhadap dunia politik. Internet sudah meneydiakan banyak bahan untuk hal tersebut.

Olahraga juga bisa dijadikan sebagai ajang untuk sejenak melupakan ramainya dunia politik di Indonesia. Ada sejumlah event olahraga yang bisa dijadikan sebagai distraksi. Contohnya liga sepakbola Eropa yang sepanjang tahun bergulir sebagai tontonan sekaligus hiburan. Tak hanya sepakbola saja, tontonan olahraga lain macam badminton, MotoGP, F1, bahkan WWE pun bisa dipilih. Semua bisa disesuaikan dengan kebutuhan kita masing-masing.

Berbagai macam hiburan lain seperti film dan musik juga bisa jadi opsi. Perbanyak menonton dan membicarakan film cukup ampuh untuk meng-counter berbagai isu dan masalah politik yang ada di Indonesia. Membicarkan musik dalam dan luar negeri juga bisa dicoba kok. Setidaknya film dan musik dapat menyatukan teman atau keluarga yang sempat berselisih karena berbeda kubu pada Pemilu.

Membawa topik baru yang lebih segar dan menyenangkan untuk menandingi bahasan politik yang sudah menjengkelkan di berbagai platform dan medium bisa kita lakukan. Oleh karena itu, mari jaga terus kewarasan setelah tanggal 17 April. Karena otakmu terlalu berharga jika hanya membicarakan tentang politik dan politik.

Komentar

About Mahfudin Akbar

Penggila sportainment yang suka balapan dengan bus dan truk tronton di jalur Pantura.

Check Also

uang rakyat

Mencoba Berdamai dengan Frasa ‘Uang Rakyat’

Source: Google Images Bicara suatu frasa uang rakyat memang penuh dengan kompleksitas. Karena kalau dipikir-pikir …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *