Home / Artikel / Cinta Satu Arah Abah Anton

Cinta Satu Arah Abah Anton

satu arah
Source: http://roojak1.blogspot.com/

Ada yang kenal Goei Hing An? Nama tersebut adalah nama lain dari H. Muhammad Anton, beliau adalah Walikota Malang per 13 September 2013 – 2018. Warga kota Malang akrab memanggil beliau dengan panggilan Abah Anton. Saya kali ini tidak akan menceritakan profil si Abah Anton, saya hanya ingin meceritakan program jalur “One Way” di daerah Bethek, Dinoyo, dan Sumbersari yang telah diberlakukan pada tanggal 1 November 2013, program yang sangat banyak mendapat kecaman dari berbagai pihak. Sejak bulan November hingga sekarang ini, resistensi warga terhadap jalur “One Way” sangat kuat. Warga daerah Bethek telah banyak melakukan demo dengan turun ke jalan dan tulisan-tulisan di sepanjang jalan MT. Haryono.

Sesuai pengamatan dan sudut pandang saya, Abah Anton sebenarnya ingin mengatasi macet di Kota Malang dengan memberlakukan One Way. Namun, program tersebut tidak win-win solution bagi warga daerah Bethek, Sumbersari, dan Dinoyo dikarenakan banyak sekali kelemahan di dalamnya. Bagi mereka yang menentang program tersebut, mereka merasa setelah One Way diberlakukan banyak sekali kecelakaan, banyak merugikan para pelaku UMKM di sepanjang jalur One Way, dan tetap saja macet jalannya. Tapi di lain sisi, saya yakin ada banyak warga yang setuju dengan program Abah Anton tersebut. Bagi saya sendiri, jalur One Way sangat tidak efektif untuk kota Malang.

PDKT yang dilakukan oleh Abah Anton sangat tidak mulus, beliau sangat gegabah saat mengambil hati warga Malang. Sungguh sial nasib Abah Anton layaknya para jomblo yang gagal menjinakkan hati gebetannya, kita biasa menyebutnya cinta satu arah atau cinta tak terbalas. Mengapa cinta Abah Anton yang telah dicurahkan untuk warga kota Malang tidak terbalas? Karena jalur satu arah tersebut sangat sempit tidak sama dengan jalanan di kota-kota besar dan juga mental pengendara di kota Malang yang masih tidak bisa berbagi dengan para pejalan kaki. Susah memang kalau ingin mengambil seluruh hati warga kota Malang, alhasil beberapa warga benci dengan Abah Anton karena adanya jalur satu arah. Cinta tidak bisa dipaksakan, butuh pengertian dan pengorbanan. Abah Anton harus bisa legawa ketika cintanya hanya satu arah, karena cinta tak harus memiliki. Sepertinya, Abah Anton perlu konsultan dalam percintaan, agar kerakusan Abah Anton untuk menggaet hati seluruh warganya dapat terlaksana dengan baik dan tidak ada yang tersakiti.

Saran saja buat Abah Anton, kemacetan disebabkan oleh banyaknya pengendara dengan kendaraan pribadi. Jadi, sebaiknya yang dilakukan oleh Abah Anton adalah memperbaiki sistem Mass Transportation di kota Malang. Saya bukan orang teknik sipil atau planologi, jadi tolong dimaklumi ya. Menurut saya Abah Anton terlalu egois, beliau tidak merasakan bagaimana susahnya menyebrangi jalan di jalur One Way. Sesekali, coba deh bah jadi pejalan kaki di jalur One Way. Syukur-syukur gak disrempet motor atau angkot. Beliau juga tidak merasakan betapa nestapanya para pengendara motor yang ingin menikmati jalanan kota Malang, tetapi selalu was-was karena pengendara motor lain sangat liar. Dan lagi, Abah Anton tidak merasakan nasib para pelaku UMKM di jalur One Way yang omzetnya menurun drastis karena para pengendara enggan mampir di warung/toko mereka.

Jangan hanya fokus pada jalur One Way, masih banyak sektor yang perlu diperbaiki. Jangan galau ya bah, ini ada potongan lirik lagu yang sangat cocok untuk Abah Anton:

Cinta, bagaikan ekor malaikat yang nakal. Kabur dengan lembut tak tahu kemana. Matahari yang ku dambakan terlalu silau. Karnanya, aku berpura-pura tidak suka dan aku pun bersikap dingin. Aku memandang dari kejauhan cinta tak terbalas. Hanya milikku.

Semangat bertugas ABAH ANTON, warga kota Malang telah menyematkan banyak harapan kepadamu hingga tahun 2018. Wassalam

This post was written by Bhagas Dani

Komentar

About Bhagas Dani

Ojo dumeh. Pseudo-analis sok asyik.

Check Also

Jokowi 57

Bincang Sore Sambil Ngomongin Negara dan Pemimpin-Pemimpinnya

  Selasa sore saya dan teman kampus panduwicks sedang makan mie rebus dan nasi di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *