Home / Tips / Pria-Pria Aiciro

Pria-Pria Aiciro

aiciro
Source : Google Image

Akhir-akhir ini saya cukup sering hangout ke mall di Malang, entah membeli suatu barang, urusan bisnis, atau sekedar menghilangkan penat karena menumpuknya beberapa pekerjaan. Ada sebuah outlet yang membuat saya penasaran karena di depannya selalu saja ramai dan banyak yang antri. Ya, Aiciro, outlet makanan ringan dari fried chicken fillet dan fried-fried yang lain. Tapi pernah kalian berpikir kenapa Aiciro ini begitu laku berat sampai orang-orang (terutama gadis-gadis hedonis) rela berlama-lama berada di antrian yang panjang.

Dari beberapa teman yang saya tanya tentang hal ini, dan kebanyakan memang wanita mereka bilang produknya fresh dan enak di lidah, harganya yang relatif terjangkau (untuk strata sosial tertentu pasti), dan packaging yang cantik nan kekinian, tentu di luar alasan-alasan di atas saya kepikiran tentang strategi marketing. Ya, strategi marketing yang saya kira dengan ke-sotoy-an saya pasti tidak akan kalian sadari selama ini. Sadar atau tidak tiap outlet Aiciro selalu dijaga oleh mbak-mbak yang memasak sekaligus sebagai kasir yang melayani pembeli, bahkan di salah satu mall di Malang mereka memiliki outlet seperti kafe tetapi hanya ada 2 orang saja yang melayani pembeli sekaligus koki di dapur.

Jika estimasi tiap pembeli memerlukan 5-10 menit untuk menyelesaikan transaksi dari mulai pemesanan, memasak pesanan, sampai bayar, maka terciptalah antrian yang panjang nan mencolok. Tentu antrian tersebut mengusik rasa ingin tahu setiap orang. “kenapa antriannya banyak banget ya? apa rasanya emang enak?”. Keingin tahuan membuat orang lain tertarik untuk nekat memasuki lubang hitam antrian Aiciro dan mencoba produk yang memang berkualitas, di samping itu tentu mereka akan mempromosikan kepada teman-temannya yang lalu memutuskan untuk menyerahkan diri pada sekte penyembah gorengan dada ayam ini, mirip seperti skema kerja MLM. Alhasil, kalian akan menemukan lebih banyak antrian di outlet Aiciro.

Sebuah strategi yang brilian saya rasa.

“Lalu mana cerita tentang prianyaaaa? apa hubungannya sama pria?”… saya mendengar teriakan itu dari lubuk hati kalian kawan.

Perlu kalian tau, menjadi seorang pria itu seperti membuka outlet makanan seperti Aiciro. Mungkin makanan yang kalian buat adalah yang terenak di dunia, atau di Indonesia, masih terlalu lebay... oke terenak se-Malang raya, tapi apa yang sudah kalian lakukan untuk memastikan setiap orang tahu hal tersebut dan datang membeli makanan kalian?

Mungkin kamu, kamu, dan kamu (kalo kata anin gitu) memang pria yang baik, setia, pengertian, fun, keren, multitalented, smart, dan punya masa depan cerah yang selama ini selalu dibilang sudah punah oleh para wanita di sekitar kalian. Tapi tanpa strategi marketing yang tepat,semua yang saya sebut diatas yang dibarengi anggukan kepala kalian tidak akan memberikan hasil yang signifikan untuk mendapatkan cinta-cinta utopis yang selama ini kalian dambakan.

Sekarang mari nggunem soal strateginya.

Salah satu strategi yang mirip dengan Aiciro di atas adalah buatlah wanita-wanita di luar sana mengantri untuk mendapatkan kalian! tentunya sebelum itu kalian harus ingat, kualitas kalian memang harus “seenak” Aiciro. Dengan begitu kalian akan menciptakan sebuah siklus mirip antrian Aiciro, more and more women will come to you

Sebentar, sebentar, saya mendengar ada yang berbisik dgn ngarepnya “itu doang bro?”, santai…

Strategi lain tentunya Be Everywhere. Tau kan Aiciro ada di semua mall di kota Malang, sama seperti itu, kalian juga harus memperluas circle pergaulan kalian sampai ke mana-mana. Terutama ke tempat yang banyak bertebaran tipe wanita yang kalian inginkan, ya supaya mereka tau keberadaan kalian. Saya punya teman yang punya circle pergaulan yang luas sekali, di mana ada acara menarik di situ dia berada. Nggak heran banyak wanita yang mengenalnya.

Jika wanita-wanita tersebut sudah tahu kalo kalian eksis, ini strategi berikutnya…

Buat diri kalian Berharga dan Diinginkan, saya baca salah satu buku marketing tentang membuat suatu barang menjadi berharga dan diinginkan. Salah satu caranya yaitu buat agar barang tersebut menjadi langka dan sulit didapatkan. Kalau dalam bahasa anak-anak jaman sekarang itu Jual Mahal. Buat diri kalian menjadi langka dan sulit didapatkan. Jangan mengobral diri. Jangan sms dan nelpon si do’i setiap waktu. Tolak ajakan pergi dengannya. Sesekali, jangan balas sms dan jangan angkat telpon darinya. Katakan saja kalian lagi sibuk dengan hobi atau bisnis baru kalian.

Bayangkan perasaan mereka. Mereka tahu keberadaan kalian, mereka sering melihat kalian di acara-acara keren, mereka mengenal kalian, tapi mereka harus berjuang keras dan bersaing untuk mendapatkan kalian. Bagi wanita, tidak ada yang lebih menarik dari pria yang jual mahal (asal gak kemahalan aja), karena semua pria yang mereka kenal langsung mengobral diri habis-habisan pada date pertama. Pria yang jual mahal itu langka kawan.

Kalian pasti ingat dongeng masa kecil ketika ada seorang putri yang mengadakan sayembara untuk menetukan pria mana yang berhak menikahinya, dan semua pria baik dari kalangan bangsawan, pangeran, ksatria sampai rakyat jelata datang dan bertarung demi mendapatkan sang putri. Kali ini kita balik, kenapa bukan kalian yang mengadakan sayembara dan biarkan putri-putri tersebut bertarung memperebutkan kalian?

Memang kedengarannya sangat mudah, dari dulu semua orang juga tahu kalo ngomong lebih mudah dari action-nya. Tapi toh kalian bisa saja membuat semua hal diatas menjadi nyata, dengan strategi marketing yang tepat pastinya.

Asal kalian tau aja, sadar atau tidak, wanita-wanita di luar sana juga melakukan strategi yang sama…

Mereka percaya diri dan tahu diri mereka berkualitas, mereka menampilkan packaging yang super keren, make up yang menawan, rambut indah berkilau layaknya Raline Syah di iklan shampo sebelum muter video di youtube, fashion yang up-to-date. Bahkan cara mereka berjalan diatur supaya terlihat anggun.

“Diatur?”, eh saya mendengar ada yang berbisik lagi…

Kalian tidak terlalu bodoh kan sampai mengira berjalan ala supermodel victoria secret di atas catwalk dengan dada membusung dan punggung
melengkung seperti huruf C adalah cara jalan yang normal. see!

Kalau tidak percaya cari saja video-video tutorial berjalan dengan anggun entah menggunakan heels ataupun alas kaki lainnya di youtube. Ada banyak sekali… lihat saja viewers-nya, comment-nya, perbandingan like and dislike-nya… selamat tercengang 🙂

Setelah itu mereka buat diri mereka langka dan susah didapat dengan jual mahal. Menolak ajakan dinner, tidak menjawab ajakan hangout, membalas sms setelah 3 jam, dan kadang tidak mengangkat telpon dengan dalih “oh tadi nggak bawa hape”,”oh tadi hapenya di tas”,”tadi hapenya lobet” dan sejuta alasan klise yang yaa… selalu kalian maafkan. Alhasil, kalian lihat antrian panjang pria-pria ngarep, termasuk kalian, yang ingin mendapatkan mereka. Strategi yang sempurna…

Siapa yang masih bilang wanita itu tidak strategis dan taktis?

Saya tidak menyalahkan siapapun di sini, tidak ada yang salah dengan skenario seperti yang tertulis di atas. Karena semua itu adalah strategi
marketing yang diperlukan untuk memastikan mereka, wanita-wanita di luar sana tetap memiliki antrian pria-pria di belakang mereka. It’s their way to survival in the world of love. It’s their way to tell the world that they’re worth fighting for.

Saya yakin di seluruh Malang ini pasti ada penjual dada dan kulit ayam goreng yang lebih berkualitas dan enak daripada Aiciro, tapi karena
strategi marketing yang tidak bagus, atau bahkan tidak ada strategi marketing, ya tidak ada orang yang tahu keberadaan penjual tersebut.

Sama persis seperti kalian, saya percaya kalian adalah pria berkualitas, setia, baik hati, romantis, berprinsip kuat dan memiliki masa depan cerah seperti yang diklaim sudah punah oleh para wanita di luar sana. Tapi sayangnya selama ini tidak ada yang tahu betapa berkualitasnya kalian, akhirnya kalian hanya menunggu keberuntungan membuat seorang wanita menyadari hal ini dan datang kepada kalian. Sungguh disayangkan…

Komentar

About Alfian Guritno

I heard you're player. Nice to meet you, I'm the coach.

Check Also

mantan

Mantan, Lupakan atau Jadikan Teman?

Sebuah penelitian yang diterbitkan  oleh jurnalrisa mengungkapkan bahwa seseorang yang berteman dengan mantan pacar berarti …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *