Home / Artikel / Rindu Kedamaian

Rindu Kedamaian

Tolikara
Source: Tempo

Beberapa hari yang lalu, di saat para umat muslim beribadah salat Id untuk merayakan kemenangan yang bercampur dengan rasa sedih karena Ramadan sudah usai, kita mendengar ada pembakaran masjid di Tolikara, Papua. Selalu saja ada oknum yang bertindak vandal tanpa aturan layaknya tuhan yang bias menghakimi orang lain yang bukan seiman. Konflik SARA tidak akan pernah usai.

Kasus ini hanyalah seglintir konflik SARA di Indonesia, kelompok mayoritas menjadi golongan yang sok menindas, sedangkan kelompok minoritas ditindas atau bahkan playing victim. Pemberitaan media sungguh deras mengenai kasus ini, karena agama adalah topik yang sangat mudah digoreng. Adapun manusia-manusia yang mengaku muslim merasa geram dan mengutuk perbuatan umat kristiani dengan cara berencana membalas dendam dengan cara yang sama (Membakar gereja). Tak hanya muslim saja, umat kristiani juga ada saja yang sok-sokan minoritas merasa tertindas, padahal jumlah tempat ibadah umat kristiani lebih banyak daripada masjid, Saya tidak membela salah satu agama, karena saya meyakini banyak orang baik di luar sana tanpa perlu kita tahu agama apa yang mereka yakini.

Keindahan dalam kebersamaan harus selalu diwujudkan, karena pertikaian antar umat beragama hanyalah untuk memuaskan ego para manusia predator yang merasa paling benar. Agama apapun bagi saya berpotensi melakukan tindak kekerasan, jadi tidak ada 100% agama yang damai sentosa, pasti ada saja penindasan. Semua umat beragama harus selalu berkaca dengan dirinya sendiri. Demi terciptanya kehidupan yang aman nan damai perlu banyak waktu dan pendewasaan pemikiran di setiap individu yang mengaku memiliki agama.

Sebaiknya, kita ini selalu bertasamuh dengan semua agama yang dianut oleh orang-orang di sekitar kita. Bertasamuh dalam bentuk menghargai dan menghormati umat lain, tanpa perlu meyakini atau membenarkan keyakinan umat lain. Di masa yang akan datang, Negara ini masih memiliki banyak PR untuk mensejahterakan seluruh rakyatnya. Tak melulu mengurusi konflik-konflik yang disulut oleh kaum-kaum fasis salah satu agama.

Saya kira tulisan singkat ini cukup mewakili mereka yang merindukan kedamaian di Indonesia.

Wassalam

Komentar

About Bhagas Dani

Ojo dumeh. Pseudo-analis sok asyik.

Check Also

poligami

Rayakan Kebodohan Bersama Juru Kampanye Poligami

Semakin gencar kalian mengkampanyekan poligami, semakin terlihat pula kebodohan kalian. Tak hanya bodoh saja, kalian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *