Home / Hiburan / Meriahnya Festival Bengawan Solo Bojonegoro

Meriahnya Festival Bengawan Solo Bojonegoro

Bengawan Solo bagi almarhum Gesang menjadi sebuah memoralibia yang akan selalu diingat oleh masyarakat Indonesia. Gesang membuat nama Bengawan Solo termahsyur tak hanya di dalam negeri saja, tapi hingga ke negeri Sakura sana. Lagu Bengawan Solo, adalah persembahan Gesang kepada sungai itu sendiri, sebagai syair pujian dan kekaguman. Lagu tersebut, merupakan persembahan terbaik yang bisa beliau berikan kepada sungai terpanjang di pulau Jawa tersebut.

Jika almarhum Gesang mempersembahkan lagu kepada Bengawan Solo, cara sedikit berbeda dilakukan oleh warga Bojonegoro. Bojonegoro dan Bengawan Solo adalah dua nama yang tak bisa dipisahkan. Keduanya saling bersinergi. Air dari aliran sungai Bengawan Solo yang melintasi kabupaten Bojonegoro sering membawa berkah tersendiri kepada warga sekitar yang membutuhkan air untuk lahan pertanian atau keperluan lainnya. Tak jarang pula Bengawan Solo memberikan tuah berupa air bah yang pernah menenggelamkan sudut-sudut kota. Sebuah romantisme yang sangat indah.

Sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Bengawan Solo, warga Bojonegoro yang difasilitasi pemerintah setempat, membuat sebuah persembahan berupa acara yang diberi nama Festival Bengawan Solo. Event ini memasuki tahun kedua, dan menjadi agenda rutin yang selalu dilaksanakan tiap tahunnya. Berbagai event digelar di Festival tersebut, dari pawai perahu hias, lomba renang menyebrangi Bengawan Solo, lomba layang-layang hias, dan ditutup dengan pentas seni serta pelepasan lampion di sungai Bengawan Solo. Festival Bengawan Solo ini merupakan satu dari rangkaian panjang acara hari jadi Bojonegoro ke-338.

Festival Bengawan Solo diawali dengan ritual ider-ider pada hari Kamis 17 September, yaitu melakukan salam penghormatan kepada “penguasa” Bengawan Solo dengan melintasi sungai tersebut sembari membawa tumpeng dan membunyikan alat musik gamelan. Ritual ider-ider ini merupakan penanda dimulainya rangakaian acara di Festival Bengawan Solo di kabupaten Bojonegoro tahun 2015.

Festival Bengawan Solo
Taken by @Aninmaru


Keesokannya, segala macam persiapan mulai dilaksanakan. Ada dua tempat yang dijadikan pusat dari pagelaran tahunan ini, pertama adalah Bendungan Gerak di desa Ngringinrejo, Kalitidu dan Taman Bengawan Solo, yang berada di kota Bojonegoro. Bendungan Gerak menjadi pusat kegiatan, sedangkan Taman Bengawan Solo atau TBS dijadikan sebagai tempat penutupan acara.

Minggu, 20 September, menjadi hari puncak dari pelaksanaan Festival Bengawan Solo. Berbagai rangkaian acara di Festival Bengawan Solo pun dimulai. Dari pagi hari, warga Bojonegoro dari berbagai penjuru kecamatan mulai memadati Bendungan Gerak, di kecamatan Kalitidu. Antusiasme warga menyambut Festival Bengawan Solo ini sungguh luar biasa. Ribuan orang berkumpul untuk menyaksikan dan meramaikan acara tahunan ini.

Festival Bengawan Solo
Taken by @Aninmaru

Festival dimulai dengan berbagai lomba, dari lomba layang-layang hingga lomba berenang menyebrangi sungai Bengawan Solo. Puluhan layang-layang dari peserta lomba menghiasi langit di area Bendungan Gerak. Terik panas matahari tak menyiutkan nyali para peserta dan penontonnya. Decak kagum terlihat di raut wajah para penonton ketika melihat berbagai macam bentuk layang-layang yang diterbangkan oleh para peserta lomba.

Menjelang siang, persiapan pawai perahu hias mulai dilakukan. Pawai perahu hias akan dimulai dari Bendungan Gerak dan berakhir di Taman Bengawan Solo. Berbagai macam perahu hias yang dibuat dari perahu getek yang sering digunakan warga di bantaran sungai Bengawan Solo sebagai alat transportasi siap diberangkatkan. Puluhan peserta pawai perahu hias dari intansi pemerintah dan warga umum akhirnya diberangkatkan pada pukul 14.00 waktu setempat.

Festival Bengawan Solo
Taken by @aninmaru

Ribuan warga sudah memenuhi beberapa tempat di pinggiran kali Bengawan Solo untuk menyaksikan perahu hias yang akan melewati aliran sungai Bengawan Solo dari Kalitidu, Trucuk, Tulung, Ledok dan berakhir di daerah TBS. Warga yang menyaksikan disuguhi dengan berbagai macam bentuk perahu hias yang unik dan menarik. Beberapa peserta pawai perahu hias juga menampilkan atraksi seperti tari-tarian dan musik tradisional. Tak jarang warga yang menonton pawai perahu hias dalam rangka Festival Bengawan Solo ini memberikan tepuk tangan kepada para peserta perahu hias yang menampilkan aksi menarik.

Festival Bengawan Solo
Taken by @aninmaru

Sore jam 16.30 waktu setempat, rombongan pawai perahu hias sudah sampai di bagian sungai Bengawan Solo yang membelah kawasan TBS dan desa Banjarsari. Ratusan warga di TBS dan Banjarsari yang sudah menunggu sedari siang kini bisa menikmati suguhan menarik dari para peserta pawai perahu hias. Satu persatu rombongan peserta pawai hias menunjukkan aksinya di garis finish. Riuh rendah para penonton menghiasi suasana sore itu. Hingga senja datang, para warga Bojonegoro masih memadati kawasan TBS dan pinggiran kali di desa Banjarsari untuk menikmati pagelaran setahun sekali tersebut dengan penuh khidmat.

Festival Bengawan Solo
Taken by @aninmaru

Festival Bengawan Solo Bojonegoro 2015 ini ditutup dengan pelaksanaan event Kambangan Damar Kurung, yaitu pelepasan ratusan lampion hias yang akan menyusuri aliran sungai Bengawan Solo, dari jembatan bambu di desa Ledok Kulon dan berakhir di Taman Bengawan Solo. Kambangan Damar Kurung ini mulai dilaksanakan setelah maghrib dan langsung disambung dengan kegiatan penyerahan hadiah lomba kepada para pemenang pada Festival Bengawan Solo di Bendungan Gerak Kalitidu. Penyerahan hadiah dan piala dipimpin langsung oleh bupati kabupaten Bojonegoro, Suyoto atau kerap dipanggil dengan kang Yoto.

Penutupan Festival Bengawan Solo juga dimeriahkan oleh para seniman Bojonegoro. Panggung kecil di pinggir kali Bengawan Solo menjadi tempat para seniman asli kota Ledre untuk menunjukkan aksinya, seperti membacakan puisi tentang Bengawan Solo dan menyanyikan lagu yang juga bertemakan sungai Bengawan Solo. Akhirnya, Festival Bengawan Solo Bojonegoro benar-benar ditutup oleh Bupati, jajaran dinas kebudayaan dan pariwisata dan panitia pelaksana, yang disaksikan oleh ratusan penonton yang memadatai TBS malam itu.

Festival Bengawan Solo
Taken by @aninmaru

Festival Bengawan Solo Bojonegoro tahun 2015 sukses dilaksanakan. Rangkaian acara dari awal hingga akhir memberikan kesan tersendiri bagi penyelenggara, peserta hingga para warga yang menjadi penonton. Festival ini akan terus diadakan tiap tahunnya untuk memperingati hari jadi kabupaten Bojonegoro, sekaligus sebagai penghormatan kepada sungai Bengawan Solo.

Bengawan Solo adalah salah satu simbol dari kota Bojonegoro. Festival Bengawan Solo ini hanya sebuah bentuk persembahan kecil untuk keagungan sungai Bengawan Solo yang memberikan penghidupan kepada warga Bojonegoro. Almarhum Gesang menciptakan lagu Bengawan Solo sebagai ungkapan rasa kagum terhadap sungai terpanjang di pulau Jawa ini. Perhelatan Festival Bengawan Solo ini adalah ungkapan rasa cinta, kagum dan syukur, dari warga Bojonegoro kepada sungai Bengawan Solo.

Komentar

About Mahfudin Akbar

Penggila sportainment yang suka balapan dengan bus dan truk tronton di jalur Pantura.

Check Also

lembaga anti korupsi

Sebelum KPK, Ada 8 Lembaga Anti Korupsi

JATUH bangun lembaga anti korupsi didirikan sejak 1959. Beberapa pejabat tinggi aparatur negara kerap terseret …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *