Home / Travel / Blusukan ke Kawasan Niaga Kota Surabaya

Blusukan ke Kawasan Niaga Kota Surabaya

Surabaya
Dupak Grosir Surabaya

Sebagai kota Metropolitan nomor dua di Indonesia, Surabaya selalu menjadi jujukan pelancong dari berbagai penjuru Indonesia, khususnya Indonesia bagian timur. Jadi, tak mengherankan jika Surabaya kerap dijuluki sebagai ibukota Indonesia bagian timur oleh beberapa kalangan.

Di bidang bisnis dan ekonomi, Surabaya tak kalah dengan Jakarta. Perputaran uang di ibukota provinsi Jawa Timur ini sangat tinggi. Oleh karena itulah, banyak investor-investor asing yang tak sungkan untuk menanamkan modalnya di Surabaya.

Sarana dan prasarana penunjang untuk menggerakkan roda perekonomian di Surabaya pun sangat banyak dan tersebar di seantero kota. Mulai dari pelabuhan, pusat perbelanjaan, kawasan bisnis terpadu, objek wisata, pasar modern, hingga pasar tradisional.

Berbicara mengenai pusat perbelanjaan di Surabaya, tak lengkap rasanya jika tak menyebut kawasan Pasar Turi Surabaya. Kawasan yang terletak di daerah Surabaya Barat ini menjadi penopang ekonomi khususnya untuk kelas menengah ke bawah. Pasar Turi ini sendiri berada di jalan Dupak, Bunguran, Surabaya.

Di sekitar kawasan Pasar Turi ini terdapat banyak pasar tradisional, pasar modern, hingga pusat perbelanjaan lainnya. Pusatnya tentu adalah Pasar Turi itu sendiri. Namun sayang, hingga tulisan ini dibuat, Pasar tradisional terbesar di Surabaya tersebut masih belum beroperasi sepenuhnya setelah peristiwa kebakaran beberapa tahun lalu.

Semenjak peristiwa kebakaran yang menghanguskan ratusan kios di Pasar Turi, pemerintah kota Surabaya kemudian merenovasi Pasar Turi agar menjadi lebih modern. Hasilnya, tercipatalah Pasar Turi Baru yang terdiri dari 6 lantai. Namun, hingga akhir tahun 2015 ini, ribuan kios di dalam Pasar tersebut masih banyak yang kosong.

Tapi tak perlu kecewa, jika ingin berwisata belanja kita bisa pergi ke Pusat Grosir Surabaya atau PGS yang letaknya bersebrangan dengan Pasar Turi Surabaya. Sejak Pasar Turi vakum akibat kebakaran, PGS menjadi jujukan para penggila belanja di Surabaya dan kota-kota lainnya ketika berkunjung ke kota Pahlawan ini.

Seperti namanya, pusat perbelanjaan ini memang dibuat untuk para pembeli grosiran atau dalam jumlah banyak. Biasanya yang berbelanja di sini adalah para pedagang yang akan menjual kembali barang yang dibelinya, atau dalam istilah Jawa biasa disebut dengan “Kulakan”. Tapi tak sedikit pedagang di PGS ini melayani pembelian dalam jumlah kecil atau eceran.

Pusat Grosir Surabaya
Pusat Grosir Surabaya

Bangunan PGS ini sendiri terdiri dari 4 lantai, di mana terdapat ratusan pedagang yang menjual barang dagangannya di sini. Barang yang ditawarkan pun sangat bermacam-macam. Di lantai satu kita bisa membeli berbagai macam jenis perabotan rumah tangga, hiasan dinding, cinderamata pernikahan, alat-alat elektronik, batu akik, perhiasan dan produk kerajinan. Di lantai kedua kita bisa membeli berbagai perlengkapan sehari-hari seperti tas, sepatu, topi, alat-alat dapur, payung, pot bunga hingga aksesoris.

Di lantai tiga berisi para pedagang yang menjual aneka ragam produk fashion, mulai dari kaos, kemeja, busana muslim, gaun, jilbab, mukena bahan kain, topi, hingga pakaian dalam. Sedangkan di lantai empat terdapat food court dan pedagang produk fashion lainnya.

Dengan banyaknya pembeli yang keluar masuk di tempat ini, membuat nama PGS semakin tenar. Ratusan pembeli berjubel di tempat ini setiap harinya. Bisa dibilang, PGS adalah pasar grosir paling ramai di Surabaya. Menurut data pemkot Surabaya, omzet per hari dari seluruh transaksi di PGS ini bisa mencapai ratusan juta Rupiah.

Beberapa puluh meter dari Pusat Grosir Surabaya, ada pasar grosir lainnya yang masih terhitung baru, yaitu Dupak Grosir Surabaya. Letaknya sekitar 80 meter ke barat dari Pusat Grosir Surabaya. Dari PGS atau Pasar Turi, kita tinggal jalan kaki saja untuk menuju ke tempat ini.

Dupak Grosir sendiri dibangun untuk menampung para pedagang dari Pasar Turi yang lapaknya terbakar. Di pusat perbelanjaan modern yang memiliki area parkir yang sangat luas ini, kita bisa menemukan berbagai macam produk seperti layaknya PGS. Bedanya, pedagang di Dupak Grosir ini jumlahnya lebih sedikit dibandingkan PGS.

Area Dupak Grosir yang sangat luas membuat tempat ini cukup nyaman bagi para pedagang dari luar kota. Tak jarang para pembeli yang akan pergi ke PGS memakirkan kendaraannya di area Dupak Grosir Surabaya ini. Sama seperti PGS, Dupak Grosir juga terdiri dari 4 lantai. Bedanya, lantai 4 dibiarkan kosong tak berpenghuni. Dan jika dibandingkan dengan PGS, Dupak Grosir ini memang masih kalah ramai.

Tak jauh dari daerah Pasar Turi, ada pula Pasar Modern lainnya selain PGS dan Dupak Grosir, yaitu Pasar Atom. Lokasinya sekitar 2 kilometer dari kawasan Pasar Turi Surabaya, tepatnya di jalan Bunguran. Pasar Atom ini merupakan salah satu pasar tertua di Surabaya. Ketika memasuki Pasar yang sudah berdiri sejak tahun 1970-an ini, kita akan disambut dengan nuansa oriental yang cukup kental.

Di Pasar yang letaknya tak jauh dari Masjid Ampel Surabaya ini, kita bisa berbelanja berbagai macam barang layaknya di PGS maupun Dupak Grosir. Bedanya, Pasar Atom ini lebih identik dengan penjual makanan, dari jajanan hingga kuliner khas Surabaya. Kita bisa menikmati berbagai kuliner khas Jawa Timur dan kuliner tradisional yang hanya bisa ditemui di kota Surabaya seperti Bubur Madura, Rujak Cingur, Rawon, Pecel Turi, Mie Jawa hingga aneka jajanan tradisional.

Jika tak menemukan barang yang dicari di Pasar Atom, maka kita bisa langsung menyebrang ke pusat perbelanjaan lainnya yaitu, ITC Grosir Surabaya. Letak ITC Surabaya ini memang berada di sebrang Pasar Atom Surabaya. ITC Surabaya ini memang menjadi alternatif pilihan tempat belanja di kota Surabaya.

Nah, bagi Anda yang ingin merasakan nuansa wisata belanja yang berbeda, TP Pagi adalah pilihan yang paling tepat. TP Pagi atau Tugu Pahlawan Pagi adalah sebutan untuk pasar kaget yang khusus menjual barang-barang bekas, yang letaknya tepat di samping Tugu Pahlawan Surabaya. Namanya merupakan plesetan dari Mall terbesar di Surabaya, yaitu TP atau Tunjungan Plaza. Lokasinya juga hanya beberapa ratus kilometer dari Pasar Turi Surabaya.

Disebut TP Pagi karena pasar ini hanya buka pada pagi hari, mulai jam 05.00 hingga 09.00, khususnya di akhir pekan. Jangan bayangkan gedung pasar yang luas dan ber-AC, karena TP Pagi ini merupakan pasar kaget yang beroperasi di pinggir jalan raya. Para pedagang menjajakan dagangannya di sepanjang jalan Pahlawan Surabaya, yang berada di dekat Tugu Pahlawan.

Di TP Pagi ini kita akan bisa merasakan sensasi berbeda dalam wisata belanja. barang-barang yang dijajakan di tempat ini 80% adalah barang bekas impor, atau dalam istilah bahasa Jawa biasa disebut dengan “awul-awul”. Sebagian besar pedagang di sini memang menjual produk fashion dari kaos, jaket, kemeja, jas, celana hingga aksesoris lainnya. Jika mau sabar dalam memilih dan berani tawar menawar, kita bisa mendapatkan produk branded bekas yang kualitasnya masih sangat baik. Kemampuan dalam tawar menawar Anda sangat diperlukan di tempat ini, karena lawan Anda tidak main-main, yaitu orang-orang Madura yang pandai berkelit.

Tak perlu risau jika lelah berjalan-jalan di TP Pagi ini, karena banyak lapak penjual makanan dan minuman yang siap dijadikan tempat istirahat. Berbagai makanan tradisional Jawa Timur bisa kita nikmati di beberapa titik TP Pagi ini. Meski hanya berbentuk pasar kaget, namun TP Pagi sudah menjelma sebagai salah satu surge wisata belanja di Surabaya.

Selain Pasar Turi, PGS, Dupak Grosir, Pasar Atom, ITC, hingga TP Pagi ada beberapa tempat lain yang bisa kita tuju yang letaknya tak terlalu jauh dari pusat kawasan niaga Surabaya. Seperti Jembatan Merah Plasa atau kerap disebut dengan JMP. JMP ini sendiri bagi orang Surabaya dikenal sebagai pusatnya produk-produk Garmen terbaik.

Tak jauh dari JMP ada kawasan Pecinan Surabaya, yaitu Kembang Jepun. Di sini ada deretan toko-toko bernuansa Tionghoa. Ketika memasuki malam hari, Kembang Jepun menjadi kawasan kuliner yang khas dengan panorama Chinese. Masih satu jalur dengan JMP dan Kembang Jepun ada Pasar Kapasan yang dikenal sebagai pusat “kulakan” produk fashion di Surabaya. Para pedagang pakaian di Jawa Timur, Madura, Kalimantan hingga Sulawesi membeli “amunisinya” di pasar 2 lantai ini.

Jika berkesempatan berkunjung ke Surabaya, jangan lupa untuk mengunjungi tempat-tempat perbelanjaan yang telah disebutkan dari awal. Surabaya dengan hiruk pikuknya memang mempunyai daya tarik tersendiri bagi para pelancong. Tak hanya menjadi kota tujuan untuk berkarir ataupun kuliah, Surabaya juga merupakan salah satu pilihan destinasi wisata, khususnya wisata belanja di Indonesia.

Karena traveling tak mesti harus ke objek wisata alam!

Komentar

About Mahfudin Akbar

Penggila sportainment yang suka balapan dengan bus dan truk tronton di jalur Pantura.

Check Also

TP Pagi Surabaya

Hiruk Pikuk di TP Pagi Surabaya

Salah satu ciri terbesar dari sebuah kota Metropolitan adalah aktivitas warganya yang 24 jam non …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *