Home / Romansa / Menikah Butuh Kematangan, Bukan Kemapanan

Menikah Butuh Kematangan, Bukan Kemapanan

Menikah butuh kematangan
Menikah butuh kematangan, bukan kemapanan – Source: http://sarakbyrne.com/

Kalimat menohok sekali? Ya, saya putuskan menikah butuh kematangan bukan kemapanan. Dikarenakan dewasa ini, seringkali terdengar seruan-seruan penuh paksaan tak masuk akal. Paksaan seperti apa? Paksaan untuk cepat-cepat menikah. Seolah-olah menikah adalah solusi dari segala masalah yang harus segera diatasi dan agar bisa lolos dari pertanyaan “kapan nikah?“. Di seberang sana ada yang berseru,”nikah muda cepetan, keburu tua lho nanti nggak laku, nggak usah nunggu mapan, rezeki bisa dicari bareng-bareng ntar“.

Lalu dari ujung sana ada yang berbisik,”nikah itu bukan hal sepele, kamu harus perlu pondasi, kamu harus mapan untuk calon istrimu, daripada ntar habis nikah ribut masalah ekonomi di keluarga“. Kamu pilih kubu mana, guys?. Kalau kamu memilih salah satu kubu tadi, berarti bagi kamu membina biduk rumah tangga yang dikejar hanyalah gengsi. Padahal menikah itu suatu peristiwa hidup yang sakral dan perlu banyak pertimbangan untuk melangkah ke depan setelah melaksanakan pernikahan. Salah satu hal yang sangat kamu pertimbangkan adalah kematangan.

Kematangan sangat dibutuhkan dan harga mati. Lalu, bagaimana caranya mengukur kematangan seseorang?. Sudah seharusnya kamu berkaca dan sering-sering berintrospeksi untuk lebih memahami sebuah kematangan diri untuk menempuh kehidupan baru berupa membina rumah tangga. Kalau hingga saat ini kamu belum bisa mandiri, masih suka galau, bahkan masih egois banget, kamu belum bisa disebut matang. Jika kamu merasa matang, maka kamu akan mampu menyelesaikan segala masalah dengan pasanganmu tanpa menggunakan emosi berlebihan bahkan kekerasan, serta tidak akan lari dari masalah dan berusaha mencari solusi bersama-sama dengan pasanganmu. Dan juga kamu harus mampu mempertanggungjawabkan segala tindakanmu, bukan malah seenaknya kayak bocah. So, pikirkan mental dan pola pikirmu sebelum memutuskan untuk menikah muda, jangan gegabah.

Komunikasikan semuanya kepada pasanganmu, karena kelak kamu dan dia akan bersatu.

menikah butuh kematangan
Source: http://www.dylandsara.com/

Pangkal dari masalah seringkali terjadi karena salah paham dan salah paham terjadi karena kurangnya komunikasi yang intens serta efektif. Biar bagaimanapun kamu harus dewasa menanggapi setiap masalah yang terjadi. Jika kamu merasa paling benar dan susah sekali untuk mengalah, maka masalah juga tak akan kunjung selesai. Oleh karena itu, komunikasi sangat penting sekali, usahakan untuk selalu terbuka dengan pasanganmu, jangan ada rahasia.

Kurangi kebiasaan burukmu dan sifat kekanak-kanakkanmu.

menikah butuh kematangan
Source: https://wwcdn.weddingwire.com/

Tak perlulah dijelaskan perihal tentang kebiasaan buruk. Kamu pasti paham dan kamu sudah saatnya mulai dari sekarang untuk berubah menjadi manusia yang lebih pantas untuk berkeluarga. Sifat kekanak-kanakkan yang berlebih hanya akan menjadi pemicu masalah yang sepele menjelma jadi masalah besar.

Berkeluarga itu tak menyeramkan dan tak bisa juga disepelekan, tergantung kamu yang menjalani.

menikah butuh kematangan
Source: http://cdn1-a.production.liputan6.static6.com/

Berkeluarga sama halnya dengan menyatukan dua kepala menjadi satu untuk saling mengisi kekurangan serta saling mendukung apapun yang akan dilaksanakan oleh pasanganmu. Pun juga saling mengingatkan apabila pasanganmu melakukan tindakan-tindakan yang kelewat batas-batas norma, prinsip, dan lain-lain.

Susah dan senang rayakanlah bersama-sama.

menikah butuh kematangan
Source: http://benjhaisch.com/

Ketika kamu dan pasanganmu mengucap janji suci atas nama Tuhan di depan penghulu, wali, dan para saksi, sudah seharusnya kamu terlah yakin dan bisa menerima segala konsekuensi yang harus kamu dapat dengan pasanganmu. Idealnya kan kalau ada masalah yang berat sekalipun, namu kalau dipikul 2 orang akan terasa sedikit meringankan pikiran. Karena biar bagaimanapun masalah akan terus datang untuk menguji kamu dan pasanganmu agar bisa naik derajatmu sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa.

Semua hanyalah titipan dari Tuhan, termasuk anak.

menikah butuh kematangan
Source: https://c1.staticflickr.com/

Tuhan menitipkan segalanya kepada semua manusia termasuk kamu dan pasanganmu. Jadi, sudah sepantasnya kamu dan pasanganmu menjaga titipan Tuhan dengan baik. Nah, ketika kamu memutuskan untuk berkeluarga, hal yang dinanti-nanti oleh semua pasangan adalah hadirnya seorang buah hati agar bisa meneruskan keturunan. Anak dititipkan oleh Tuhan Yang Maha Segalanya lho, bukan dari raja Arab atau ratu Inggris. Sehingga kamu dan pasanganmu harus mampu menjaga, merawat, serta mendidik anak dengan sepenuh hati. Namun, tak jarang anak bisa menjadi pemicu masalah dalam rumah tangga, oleh karena itu kamu dan pasanganmu lagi-lagi harus mampu menyikapinya dengan kepala dingin dan dewasa. Itulah mengapa menikah butuh kematangan.

Rezeki, momongan, serta kemakmuran adalah kuasa Tuhan. Tergantung usaha dan doamu.

menikah butuh kematangan
Source: http://cdn1.dylandsara.com/

Semua butuh uang untuk segalanya. Tapi selama pasanganmu bisa kompak diajak untuk gotong royong mengais rezeki, paling tidak bebanmu sedikit berkurang. Hal terpenting adalah selalu doakan yang terbaik untuk pasangan yang telah kamu pilih dan kamu sayangi itu. Dalam keadaan apapun, bahkan dalam keadaan terendah sekalipun saat kamu menjalani perjalanan hidup bersama sebaiknya kamu harus terus saling mendukung dan saling menguatkan. Bagaimana mungkin salah satu dari kamu akan meninggalkan begitu saja pasanganmu di saat ada prahara rumah tangga. Selesaikan bersama-sama, apabila kamu merasa masalah tak ada lagi titik temu, tugasmu ya berdoa. Dia yang kamu pilih adalah pilihanmu sendiri, sehingga semua konsekuensi harus kamu terima dengan lapang dada. Mengeluh mulu juga nggak akan ada hasilnya kok.

Oke, sekarang kamu masih ingin buru-buru menikah? Tapi kalau memang kamu merasa sudah matang, segerakanlah. Buat keputusan terbaik untuk masa depanmu. Di sini saya mau katakan, kalau menasehati dan omong doang itu juga gak gampang. Dikarenakan saya sendiri belum menikah, namun saya bisa bagikan ini sesuai dengan pola pikir saya. Semoga bisa menjadi acuan kamu sebelum menapaki jenjang hidup yang lebih kompleks. Ingat ya, menikah butuh kematangan bukan kemapanan.

 

 

Komentar

About Bhagas Dani

Ojo dumeh. Pseudo-analis sok asyik.

Check Also

Keseruan, Suka, dan Duka Pacaran Seumuran

Jodoh. Siapa yang bisa mengetahui jodoh kita kelak? Semuanya adalah rahasia Tuhan. Kamu memilih seseorang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *