Home / Artikel / 2 Pembunuh Berantai Tersadis Asal Indonesia

2 Pembunuh Berantai Tersadis Asal Indonesia

pembunuh berantai
Source: http://orig11.deviantart.net/

 

Bicara tentang pembunuh berantai tersadis asal Indonesia, mungkin saja membuat kamu agak ngeri. Pembunuh berantai tak hanya fiktif belaka, karena di Indonesia sendiri ada 2 orang yang memiliki kelainan psikis dan termasuk manusia raja tega karena sanggup menghabisi banyak nyawa. Tapi sebelumnya, informasi buat kamu  saja bahwa 2 pembunuh berantai ini adalah pelaku yang tersorot dan tercatat oleh media nasional hingga si pelaku mendapat hukuman. Padahal, saya sendiri yakin di luar sana pasti masih ada banyak pembunuh kelas kakap yang hobi membunuh manusia tak berdosa atas dasar apalah itu. Terutama pembunuh bayaran, yang membunuh atas dasar ekonomi.

1. Ahmad Suradji alias Dukun AS (Medan, 10 Januari 1949 – 10 Juli 2008)

pembunuh berantai
Source: https://documentaryaddict.s3.amazonaws.com/

 

Ahmad Suradji adalah pembunuh berantai yang mengakui telah membunuh 42 orang perempuan yang mayatnya dikuburkan di perkebunan Desa Sei Semayang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara sejak tahun 1986 hingga 1997. Ahmad Suradji tak hanya dipanggil Dukun AS, ada juga yang memanggilnya Nasib Kelewang atau Datuk Maringgi. Alasan dia melakukan tindakan keji tersebut atas dasar ingin menyempurnakan ilmunya yaitu dengan cara membunuh 70 orang perempuan dan meminum air liurnya. Ilmu tersebut didapatnya dari bapaknya saat masih berumur 12 tahun, namun dia merasa butuh ilmu tersebut saat umurnya sudah mencapai 20 tahun.

Dukun AS tertangkap pada tanggal 27 April 1997, dengan kronologi saat itu ada seorang  perempuan bernama Sri Kemala Dewi (umur 21 tahun) telah hilang seperti ditelan bumi. Namun seminggu kemudian ada seorang saksi yang melaporkan ke pihak yang berwenang saat hari hilangnya Dewi, bahwa Dewi menghilang seusai dia mengantarkan ke tempat tinggal Dukun AS. Lalu, polisi menemukan baju dan perhiasan wanita tersebut. Dukun AS pun ditangkap.

Pada tanggal 27 April 1998, Dukun AS divonis mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Lubuk Pakam karena terbuksi bersalah telah membantai perempuan-perempuan tersebut. Dukun AS dieksekusi pada tanggal 10 Juli 2008, tepat pukul 22.00 dia tewas ditembus 3 peluru oleh tim eksekusi Brimob Polda Sumatra Utara.

Kasus Dukun AS juga diangkat menjadi sebuah film yang berjudul Misteri Kebun Tebu.

2. Very Idham Henyansyah alias Ryan Jombang

pembunuh berantai
Source: http://2.bp.blogspot.com/

 

Ryan Jombang lahir di Jombang pada tanggal 1 Februari 1978. Dia adalah seorang pembunuh berantai yang mambantai 11 orang. Dia tertangkap pertama kali karena terbukti telah memutilasi Heri Santoso (40) menjadi 7 bagian dan potongan tubuh tersebut dibuang oleh Ryan Jombang di daerah dekat Kebun Binatang Ragunan, Jakarta.

Semasa kecil Ryan Jombang dikenal sebagai anak yang pandai dan rajin mangaji, namun tingkah laku yang ganjal ketika dia mulai menginjak di bangku SMP. Dia lebih sering bergaul dengan perempuan dan bertingkah seperti perempuan. Hal tersebut yang mendasari orientasi seksual Ryan Jombang telah berubah menjadi gay. Rata-rata alasan dasar dia membunuh korban-korbannya karena cemburu.

Nama-nama 11 korban Ryan Jombang (Sumber: Wikipedia):

Ditemukan dengan kondisi termutilasi di dekat Kebun Binatang Ragunan, tanggal 12 Juli 2008:

1. Heri Santoso (40)

Ditemukan dalam penggalian pertama di halaman belakang rumah di Jombang, tanggal 21 Juli 2008:

2. Vincent Yudi Priyono (31)

3. Ariel Somba (34)

4. Grady Gland Adam Tumbuan – Finalis MTV VJ Hunt 2007

5. Guruh Setyo Pramono alias Guntur (27)

Ditemukan dalam penggalian kedua di halaman belakang rumah di Jombang, tanggal 28 Juli 2008:

6. Agustinus Fitri Setiawan (28)

7. Nanik Hidayati (31)

8. Sylvia Ramadani Putri (3), anak dari Nanik Hidayati

9. Muhamad Aksoni (29)

10. Zainal Abidin(21)

11. Muhammad Asrori alias Aldo

Saat ini Ryan Jombang dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Depok pada tanggal 6 April 2009.

 

Nah, itu saja dulu ya. Semoga tak ada lagi orang-orang kejam yang rajatega melenyapkan nyawa manusia-manusia tak berdosa. Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya. Amin.

Komentar

About Bhagas Dani

Ojo dumeh. Pseudo-analis sok asyik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *