Home / Artikel / Belajar Berjuang dari Bonek Surabaya

Belajar Berjuang dari Bonek Surabaya

Persebaya
Source: @aninmaru

 

Ada yang berbeda dari kota Surabaya di akhir tahun 2016 ini. Jika kita melewati jalan-jalan utama di ibukota provinsi Jawa Timur tersebut, kita bakal menemui banyak sekali spanduk dan banner bertuliskan dukungan kepada klub sepakbola kebanggaan warga Surabaya, Persebaya Surabaya. Spanduk dan banner tersebut tersebar di seluruh penjuru kota Surabaya.

Spanduk yang tiba-tiba muncul tersebut adalah sebuah gerakan yang digalang oleh pendukung setia Persebaya Surabaya, Bonek. Gerakan dengan tajuk #SavePersebaya tersebut muncul setelah otoritas tertinggi sepakbola Indonesia, PSSI tetap tidak mengakui Persebaya Surabaya sebagai klub anggota PSSI pada kongress tahunan di Jakarta awal November lalu. Tak ayal, keputusan PSSI tersebut memantik amarah Bonek Surabaya.

Persebaya
Spanduk yang ada di jalan Demak Surabaya – Source: @aninmaru

Salah satu agenda dari kongress PSSI tersebut adalah pemutihan keanggotaan PSSI kepada sejumlah klub yang pernah dihukum seperti Persema Malang, Persibo Bojonegoro, termasuk Persebaya Surabaya. Namun, para anggota PSSI dari perwakilan klub memilih untuk melakukan voting untuk menentukan apakah klub-klub tersebut akan diampuni atau tidak pada kesempatan ini. Dari hasil voting tersebut, ternyata mayoritas pemilik suara tidak menghendaki pemutihan klub-klub terhukum tersebut pada kongress saat itu. Alhasil, status keanggotaan Persema, Persibo dan juga Persebaya masih belum jelas hingga sekarang. Karena kembali diperlakukan tidak adil, Bonek Surabaya pun langsung turun ke jalan.

Tak beberapa lama usai kongress PSSI di Jakarta tersebut, dedengkot Bonek Surabaya, Andie Peci dan juga beberapa elemen Bonek mengadakan acara konsolidasi di lapangan Persebaya, di daerah Tambaksari. Acara yang undangannya disebar dari mulut ke mulut tersebut berhasil mengumpulkan ribuan suporter Persebaya dari berbagai penjuru kota Surabaya. Dari hasil konsolidasi tersebut disepakati bahwa Bonek akan melakukan beberapa hal dalam menanggapi keputusan PSSI. Salah satunya dengan memasang ratusan spanduk di berbagai sudut kota Surabaya.

Persebaya
Spanduk di perbatasan Surabaya-Gresik – Source: @aninmaru

Maksud dari pemasangan ratusan sepanduk tersebut adalah untuk mengingatkan warga Surabaya bahwa Persebaya masih saja didzalimi oleh PSSI dan bentuk lain dari perjuangan Bonek Surabaya. Menurut Andie Peci, Persebaya bukan menjadi milik Bonek saja, tapi juga warga Surabaya. Dengan pemasangan spanduk di sudut-sudut kota Surabaya tersebut diharapkan kecintaan warga Surabaya terhadap Persebaya tak memudar.

Tak lama setelah konsolidasi tersebut, puluhan spanduk berisi dukungan untuk bela Persebaya dan juga hujatan kepada PSSI terlihat di sudut-sudut kota. Mulai dari spanduk yang ukurannya kecil hingga spanduk raksasa. Jumlahnya pun terus bertambah dari waktu ke waktu. Ada yang ditempatkan di atas pintu masuk gang, pintu masuk tol, jembatan penyebrangan, pohon di pinggir jalan dan juga tempat-tempat strategis lainnya. Spanduk-spanduk ini menjadi warna tersendiri di kota Pahlawan tersebut.

Persebaya
Spanduk yang dipasang sepanjang jalan Dupak Surabaya – Source: @aninmaru

Cara ini mungkin tak akan langsung mengembalikan status Persebaya Surabaya sebagai klub anggota PSSI. Namun, cara ini sangat ampuh untuk menanamkan dan juga menimbulkan semangat juang para pendukung setia Persebaya Surabaya. Ini adalah bentuk kecil dari sebuah perlawanan besar dari Bonek dan juga warga Surabaya.

Bayangkan saja, sudah hampir empat tahun lebih status Persebaya Surabaya tidak jelas arahnya. Dimulai dari kloning klub, pelemahan hingga akhirnya hukuman. Namun, cara-cara yang dilakukan oleh PSSI dan para kroninya tersebut justru membuat semangat Bonek untuk berjuang mengembalikan Persebaya Surabaya semakin menggebu. Sejumlah langkah pun terus dilakukan, mulai dari pendaftaran logo dan merk Persebaya kepada HAKI, demonstrasi di jalan, koordinasi dengan Kementrian Pemuda dan Olahraga, hingga mengawal kongress PSSI. Perjuangan yang tak kenal lelah oleh Bonek Surabaya ini agaknya menginspirasi suporter-suporter klub lain.

Ketika Bonek melakukan aksi pemasangan spanduk di jalan-jalan utama Surabaya, dukungan dari kelompok suporter lain pun mulai berdatangan. Dari Jakarta, Bandung, Sleman, Magelang, Makassar, Tanggerang, Gresik, Madura, Semarang, Medan hingga Kalimantan semua menundukung gerakan bertajuk #SavePersebaya. Dukungan yang terus mengalir ini menjadi pelecut bagi Bonek Surabaya untuk terus memperjuangkan Persebaya Surabaya.

Persebaya
Spanduk juga terpasang di atas pintu masuk gang dan gapura – Source: @aninmaru

Apa yang dilakukan oleh Bonek dalam memperjuangkan Persebaya layak dan patut kita tiru. Bonek mengajarkan kepada kita bahwa tak ada perjuangan yang sia-sia. Perjuangan yang dilandasi dengan rasa cinta dan rasa memiliki tak akan berakhir dengan sia-sia. Walaupun sedikit, harapan dan semangat dari para pendukung Persebaya Surabaya ini tak akan pernah padam. Ini adalah bentuk jihad Bonek kepada Persebaya Surabaya.

Dulu Bonek selalu identik dengan stigma negatif dan buruk oleh masyarakat. Bonek yang dulu sering dianggap sebagai biang kerusuhan dan biang onar telah menunjukkan sisi lainnya. Kini, mereka berhasil membuktikan diri bahwa mereka bisa lebih baik dan lebih baik lagi. Lewat perjuangan yang diperlihatkan oleh Bonek Surabaya kita bisa belajar banyak hal. Belajar mencintai, belajar sabar, belajar tawakal, dan tentu saja belajar apa arti sebuah perjuangan.

Berjuang tak harus angkat senjata. Berjuang tak harus menyakiti orang lain. Aksi Bonek ini merupakan representasi dari perjuangan tulus melawan kediktatoran dan juga kedzaliman dari penguasa. Bonek percaya bahwa perjuangan yang dilakukan dengan keras, iklas, tak kenal lelah dan sepenuh hati tak akan pernah mengkhianati.

#SavePersebaya

Komentar

About Mahfudin Akbar

Penggila sportainment yang suka balapan dengan bus dan truk tronton di jalur Pantura.

Check Also

gusti randa

Gusti Randa dan Gunjingan-Gunjingan Busuknya

Tabrak aturan dan regulasi. Membuat keputusan yang kontraproduktif. Hal-hal yang membuat sosok Gusti Randa jadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *