Home / Kuliner / Menikmati Ulas-ulas Khas Tuban Mak Kar

Menikmati Ulas-ulas Khas Tuban Mak Kar

Ulas-Ulas Khas Tuban
Source: @budal_mangan

Kabupaten Tuban punya banyak sekali kuliner khas yang layak dicoba. Diantara sekian banyak menu makanan tradisional Tuban yang ada, menu ulas-ulas khas Tuban menjadi salah satu jenis kuliner tradisional yang banyak digemari. Salah satu penjual menu makanan ulas-ulas di Tuban yang wajib dicoba adalah Mak Kar yang ada di kecamatan Plumpang, kabupaten Tuban.

Tuban memang tempat yang paling tepat untuk berwisata kuliner. Di kabupaten yang berada di pesisir pantai utara Jawa ini kita bisa dengan mudah menjumpai berbagai macam kuliner unik yang lezat seperti kare rajungan hingga rica-rica belut. Jika ingin mencoba yang lebih unik dan otentik lagi, menu ulas-ulas bisa jadi jawabannya.

Apa itu ulas-ulas? Ulas-ulas khas Tuban adalah menu makanan yang cara memasaknya mirip dengan rica-rica. Bahan yang biasa dimasak ulas-ulas diantaranya adalah ikan pari, ayam, bebek hingga belut. Rasa pedas dengan sedikit asam menjadi ciri khas dari masakan asli dari Tuban ini.

Tak terlalu sulit untuk menemukan penjual ulas-ulas di kabupaten Tuban. Salah satu tempat yang sangat direkomendasikan adalah warung Mak Kar yang ada di kecamatan Plumpang, Tuban. Di Warung Mak Kar ini ada banyak pilihan menu ulas-ulas, mulai dari belut, ayam, bebek, menthog, lele hingga nyabik (biawak).

Dimana letak pasti dari Warung Mak Kar. Dari arah kota Tuban kita tinggal menuju jalan Pantura ke arah Babat. Sampai di pertigaan Pakah, kita tinggal belok kanan ke arah Bojonegoro. Sampai di pasar Plumpang kita kemudian belok kiri ke arah masjid Raya Plumpang. Kita kemudian tinggal melaju di jalan Raya Plumpang – Compreng. Letaknya tepat di pinggir jalan kira-kira 2 kilometer dari masjid Raya Plumpang.

Ulas-Ulas Khas Tuban
Source: @budal_mangan

Warung Mak Kar ini juga sangat sederhana. Hanya ada banner kecil di depan pintu warung yang menjadi penanda tempat makan ini. Setelah masuk ke dalam warung kita bisa memilih menu ulas-ulas apa yang kita inginkan. Pilihannya ada beberapa macam yaitu bebek, ayam, bekicot, lele, belut, menthog dan nyabik (biawak). Menu yang semuanya adalah daging sudah dibungkus rapi di dalam daun pisang dan siap dihidangkan. Ada dua pilihan nasi yang bisa dipilih yakni nasi putih biasa atau nasi jagung. Jika ingin lebih mantap kita bisa meminta tambahan sayur lodeh yang berisikan pepaya muda.

Penggunaan daun pisang dalam masakan ulas-ulas menambah aroma sedap yang menggugah selera. Di bagian dagingnya masih terlihat bumbu ulas-ulas yang rasanya pedas nan nikmat. Dimakan dengan nasi hangat serta sayur lodeh yang gurih membuat ulas-ulas belut, ayam, bebek atau lele yang kita nikmati ini akan membuat lidah kita semakin bergelora. Sangat direkomendasikan bagi para pencinta pedas.

Para pelanggan biasanya tak cukup hanya dengan memesan satu bungkus ulas-ulas saja. Sekali makan, para pelanggan Mak Kar bisa memesan dua hingga tiga bungkus sekaligus dengan pilihan menu daging yang berbeda. Sensasi pedas, gurih dan nikmat memang membuat para pelanggan Mak Kar menjadi ketagihan.

Ulas-ulas khas Tuban dari Mak Kar yang juga sering disebut warga sekitar dengan Oblok-oblok cukup terkenal di wilayah Tuban. Meski tempatnya cukup terpencil dan jauh dari keramaian, warung Mak Kar ini selalu dipenuhi oleh para pelanggan, khususnya di waktu makan siang. Dari segi harga juga cukup murah. Satu bungkus ulas-ulas (belut, ayam, bebek, bekicot, mentohg, nyabik atau lele) dibanderol 5 ribu Rupiah saja. Untuk sepiring nasi putih dihargai 3 ribu Rupiah, sedangkan nasi jagung per bungkusnya seribu Rupiah. Jika ditotal, seporsi ulas-ulas Mak Kar plus minum hanya 10 ribu Rupiah saja.

Kuliner ulas-ulas khas Tuban Mak Kar ini memang sangat cocok untuk dicoba. Kuliner asli dan khas Tuban ini menjadi salah satu pilihan makanan yang wajib dicoba ketika datang ke Bumi Wali Tuban. Rasa lezat dengan harga yang terjangkau menjadi kombinasi yang sempurna bagi para pencinta kuliner di Tuban maupun Jawa Timur.

 

Komentar

About Mahfudin Akbar

Penggila sportainment yang suka balapan dengan bus dan truk tronton di jalur Pantura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *