Home / Travel / Pesona Pantai Kelapa Tuban yang Terlahir Dari Cibiran

Pesona Pantai Kelapa Tuban yang Terlahir Dari Cibiran

Pantai Kelapa Tuban
Source: Ayu Puspita

Berwisata merupakan kata yang sering terdengar saat ini. Entah berwisata dengan mengunjungi tempat-tempat di dalam negeri maupun di luar negeri, berwisata ke luar kota ataupun di dalam kota, bahkan hanya mengunjungi tempat wisata di sekitar rumah. Pokoknya, keluar dari rumah dengan tujuan untuk menenangkan, menyegarkan, atau apapun orang-orang menyebutnya sudah bisa dikatakan sebagai berwisata. Tempat yang sering dituju biasanya ialah tempat-tempat yang mengandung unsur “bisa” dibuat foto, seperti halnya pegunungan, pantai, situs-situs bersejarah, dan masih banyak lagi.

Tuban, memiliki berbagai macam bentuk tempat wisata, antara lain pantai, museum, wisata religi, air terjun, dan wisata alam lainnya. Namun, wisata di Tuban dengan keadaan geografisnya lebih menonjol kepada wisata pantai. Banyak wisata pantai yang disajikan oleh pemerintah Kabupaten Tuban, mulai dari ujung barat hingga ujung timur perbatasan pesona pantai menjadi daya tarik wisatawan.

Sudah banyak memang wisata pantai yang memiliki nama dihati para wisatawan baik didalam maupun luar kota seperti wisata pantai Sowan yang berada di Kecamatan Bancar, wisata Pantai Mangrove di Kecamatan Jenu, dan wisata Pantai Boom di Kecamatan Tuban. Karena di dunia ada yang namanya istilah “antonim” atau “kebalikan” maka wisata pantai di Tuban juga ada yang menjadi cibiran bagi wisatawan seperti halnya Pantai Kelapa di Kecamatan Palang.

Pantai Kelapa Tuban
Source: Ayu Puspita

Sepertinya sudah mencapai pembahasan yang inti, ya! Mengenai Pesona Pantai Kelapa yang memang terpendam oleh cibiran wisatawan lokal maupun interlokal. Pantai Kelapa merupakan wisata “tersembunyi” di Kelurahan Panyuran Kecamatan Palang Kabupaten Tuban.  Memang, dulu wisata Pantai Kelapa hanya sekadar duduk menikmati deburan ombak dan panorama alam yang dihasilkan oleh banyaknya pohon kelapa.

Banyak wisatawan yang datang kesana hanya memperoleh kekecewaan dikarenakan hal yang paling fatal yakni sampah yang berserakan. Masyarakat sekitar memang membuang sampah seenaknya sendiri tanpa memiliki rasa tanggung jawab kepada alam yang telah diberikan. Pada saat itu, masyarakat hanya memikirkan jalan lain untuk membuang sampah rumah tangga mereka agar tidak mengotori rumahnya ataupun sekitar rumahnya.

Mereka tidak memikirkan hal fatal yang diakibatkan oleh perbuatan mereka terhadap alam yang mereka punyai, apalagi potensi dari Pantai Kelapa sendiri sangat baik jika dikembangkan sebagai tempat wisata yang “layak” untuk dikunjungi. Bertahun-tahun Pantai Kelapa terbengkalai tanpa pengelola yang mau bertanggung jawab atas wisata Pantai, bertahun-tahun pula Pantai Kelapa hanya terkenal dengan pantai yang banyak ditumbuhi pohon kelapa dan sampah yang menjadi “pemandangan” tambahan.

Dengan hanya bertahan sebagai cibiran, beberapa warga yang sadar akan potensi yang dihasilkan oleh Pantai Kelapa dan jengah atas cibiran yang dari tahun ke tahun tidak ada perubahan memutuskan untuk membuat gebrakan pembaruan. Gebrakan tersebut sebelumnya hanya rencana yang diajukan oleh segelintir warga yang hanya bermodalkan ide tanpa adanya modal finansial.

Yang penting setuju sama ide dulu baru uang bisa dicari, seperti itulah motto kenekatan yang dipakai oleh warga yang mengajukan gebrakan pembangunan terhadap wisata Pantai Kelapa. Banyak yang setuju namun banyak juga yang masih menyangkal dengan alasan yang tidak bisa diterima tentunya, seperti nanti ruwet, enggak ada yang tanggung jawab, nanti sampah tambah banyak, dan masih banyak lagi keluhan-keluhan yang mencerminkan ketidaksetujuan dari warga. Nekat pun menjadi kata yang menguatkan niat warga yang mau membangun wisata Pantai Kelapa menjadi lebih layak dan lebih baik untuk ke depannya.

Pantai Kelapa Tuban
Source: Ayu Puspita

Sekarang nama Pantai Kelapa sudah terkenal dan bisa sejajar dengan nama wisata yang berada di Kabupaten Tuban. Semua karena kerja keras dari warga sekitar yang mau membangun wisata dan menghilangkan sebutan legenda dari Pantai Kelapa sebagai pantai yang kotor dan penuh dengan sampah. Berbagai macam fasilitas pun ditambahkan untuk menunjang wisata, seperti halnya arena outbond, flying fox, dan warung-warung makan disekitar pantai. Sampah yang dulu “menghiasi” pinggiran pantai pun sekarang sudah bersih dan banyak wisatawan betah menikmati panorama alam tanpa terganggu oleh sampah yang berserakan.

Pantai Kelapa hanya terkenal dengan pesona pantai yang indah, bersih, dan nyaman. Terkenal di kalangan wisatawan dalam maupun luar kota membuat pengelola merencakan penambahan fasilitas yang lebih baik lagi untuk kenyamanan wisatawan. Selain itu juga, untuk menambah pengunjung atau wisatawan berkunjung ke Pantai Kelapa, pihak pengelola terus melakukan promosi dan acara-acara di Pantai Kelapa.  Dan ya, semua hal yang buruk bisa diperbaiki jika mau berusaha dan mau bertekat untuk perubahan yang lebih baik lagi.

Komentar

About D. Ayu Puspita A.

Check Also

suara nahdliyin

Memecah Suara Nahdliyin di Pilgub Jatim 2018

Pada pilgub Jawa Timur tahun ini, salah satu ceruk suara yang akan diperebutkan oleh kedua …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *