Home / Artikel / Krisis Warung Kopi yang Menawarkan Kesyahduan

Krisis Warung Kopi yang Menawarkan Kesyahduan

warung kopi
Source: Google Images

Warung kopi memang tempat yang cukup asyik untuk nongkrong sambil ngobrol bersama teman-teman. Apalagi saat sore atau malam di saat waktu yang tepat untuk bersantai selepas aktivitas seharian. Warung kopi memang tempat yang untuk saat ini bisa dikatakan sebagai tempat paling demokratis. Karena segala bentuk fenomena boleh kita perbincangkan, selama etika dan suasana kondusif. Tentu sangat berbeda dengan tempat lain seperti di ruang kelas, kantor, ruang rapat, seminar, serta tempat lainnya yang penuh dengan aturan dan etika yang terlalu muluk-muluk.

Warung kopi saat ini pun menawarkan berbagai fasilitas yang sangat menggiurkan untuk menarik pelanggan dan menjadikan tempatnya sebagai tempat nongkrong yang asyik. Ya, fasilitas yang paling jamak dinikmati pelanggan adalah koneksi wifi gratis dengan kecepatan yang cukup untuk mengunduh film kualitas blu-ray dalam waktu yang singkat. Jangankan mengunduh film, untuk streaming video kualitas HD pun tanpa buffering.

Hampir semua warung kopi berlomba-lomba menyediakan fasilitas wifi yang kecepatan stabil. Kerap kali satu warung jaringan access point-nya lebih dari dua. Lalu, ditambah dengan colokan kabel untuk mengisi daya baterai. Fasilitas wifi gratis di warung kopi seharusnya menjadi penunjang obrolan yang asyik, seru dan menarik para pelanggan. Setidaknya, saat ngopi sendirian pun cukup terasa menyenangkan bisa bermain media sosial sebagai pengganti teman obrolan, setidaknya untuk sekadar bacaan pengusir sepi.

Namun, belakangan ini suasana warung kopi menjadi sangat berbeda. Suasana warung kopi masa kini menjadi tempat tongkrongan yang begitu ramai dan berisik, memang tidak semua warung kopi. Tetapi beberapa warung kopi dengan fasilitas wifi gratis, rata-rata para pelanggannya menjadikan tempat asyik tersebut sebagai tempat untuk bermain game online yang sedang hits saat ini melalui gawai pintar mereka.

Berkelompok dari satu meja dan meja yang lain, bermain game bersama-sama tanpa beban dan penuh dengan semangat bertempur yang luar biasa. Bersatu untuk mengalahkan lawan-lawan dengan kerjasama tim melalui strategi-strategi perang yang aduhai dahsyatnya. Entah siapapun itu, kini para anak muda kerap menganggap diri mereka merupakan gamer, padahal mereka hanya ikut-ikutan saja. Berhubung spesifikasi gawai pintar mumpuni, jadi ikutan main.

Para pelanggan warung kopi yang bermain game online sebaiknya tidak perlu dipermasalahkan. Karena toh itu hak mereka untuk menggunakan fasilitas yang tersedia di warung kopi. Hanya saja, saya merasa sering terganggu dengan teriakan-teriakan atau umpatan-umpatan sampah yang membuat suasana menjadi kurang syahdu untuk berdiskusi, bahkan untuk mengobrol santai pun tidak jarang menjadi terganggu. Apalagi kalau teman satu meja kita sendiri yang bermain game, pasti tak akan nyaman untuk memulai sebuah obrolan, pasti merasa khawatir mengganggu kenyamanannya.

Sehingga, kini rasa-rasanya warung kopi seperti warung internet game online. Muncul pertanyaan sekilas, apakah warung ini menjelma menjadi warung internet game online? Hanya sekadar pertanyaan sebagai bentuk keluhan iseng saja. Meskipun, bagi pengusaha warung kopi, hal ini merupakan keuntungan bagi mereka apabila dilihat dari sudut kepuasan pelanggan warung kopi.

Sudah bukan rahasia lagi, bahkan sudah lama muncul stereotipe bahwa warung kopi adalah tempat yang paling demokratis. Dari situ muncul istilah ‘Ngopi adalah ngobrol pintar’, tentu karena banyaknya obrolan yang sebenarnya memang menarik. Tak hanya itu, arus informasi di warung kopi pun banyak dan bisa dikatakan hampir tak terbatas.

Dengan adanya fasilitas wifi, seharusnya arus informasi pun dapat diakses lebih luas dan menjadi tempat diskusi dan mengobrol santai bersama teman-teman. Serta ditemani dengan secangkir kopi dan beberapa jenis sigaret. Bukankah hal tersebut merupakan hal yang jauh lebih menyenangkan?. Saya harap, bagi pembaca tulisan ini semua, kita tetap perlu memperhatikan etika ketika berada di tempat yang bersifat publik. Apalagi dengan pemberian fasilitas yang menguntungkan bagi kita semua sebagai konsumen.

Semoga warung kopi yang selama ini disebut sebagai tempa paling demokratis untuk berdiskusi. Tidak lantas menjelma menjadi warung internet untuk berperang melawan musuh-musuh di layar gawai pintar. Lantas kopi sebagai layanan minuman dan jajanan begitu saja.

Komentar

About Bakti Suryo

Pengembara spiritual

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *