Home / Artikel / Agresivitas Yusuf Mansyur dalam Investasi Sepakbola Indonesia

Agresivitas Yusuf Mansyur dalam Investasi Sepakbola Indonesia

Yusuf Mansyur
Source: Google Images

Ada sebuah fenomena unik dalam persepakbolaan Indonesia di awal tahun 2018 ini. Salah satu Ustaz kondang Indonesia, Yusuf Mansyur secara agresif melakukan investasi di dunia sepakbola Indonesia. Tak tanggung-tanggung, setidaknya ada 3 klub yang ‘dibeli’ oleh Yusuf Mansyur jelang bergulirnya kompetisi sepakbola Indonesia musim 2018. Apa yang ada di benak Yusuf Mansyur ketika memutuskan untuk ‘membakar’ uangnya dengan berinvestasi ke klub-klub sepakbola Indonesia?

Sepak terjang Yusuf Mansyur di dunia bisnis memang tak perlu diragukan lagi. Tak hanya dikenal sebagai seorang Ustaz atau penceramah terkenal yang sering hilir mudik di layar kaca, Ia juga mempunyai gurita bisnis. Sebut saja PayTren, aplikasi payment online untuk berbagai macam pembayaran dan pembelian. Selain Paytren, Yusuf Mansyur juga mendirikan berbagai macam perusahaan pembiayaan keuangan. Belakangan, sang Ustaz juga mencoba berkecimpung di bisnis properti. Yusuf Mansyur pun juga masih tercatat sebagai Direktur Utama PT Veritra Sentosa Internasional.

Paytren sendiri sempat dibekukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena berbagai masalah. Namun pada akhirnya Yusuf Mansyur berhasil menyelematkan lini usaha andalannya tersebut sehingga OJK mengeluarkan izin untuk bisnis Paytren tersebut. Sepak terjang Yusuf Mansyur di dunia bisnis pun semakin meluas.

Di awal tahun 2018, Yusuf Mansyur melakukan gebrakan yang bisa dibilang sebagai sebuah kejutan. Ustaz yang sudah berkepala empat tersebut membeli saham klub Liga 2 Indonesia, Persika Karawang. Tidak disebutkan berapa dana yang digelontorkan oleh Yusuf Mansyur untuk klub asal Jawa Barat ini. Yusuf Mansyur pun langsung didapuk menjadi komisaris klub.

Untuk menunjukkan keseriusannya, sang Ustaz pun menggandeng pelatih kondang nan berpengalaman, Indra Sjafri. Eks pelatih timnas U-19 tersebut digandeng oleh Yusuf Mansyur untuk menjadi jajaran Direksi di Persika Karawang. Indra Sjafri pun mendapatkan bagian berupa beberapa persen saham di klub yang berdiri sejak tahun 1950 tersebut. Sang penceramah kondang pun menargetkan Persika Karawang bisa lolos ke Liga 1 musim depan. Target yang cukup ambisius mengingat di kompetisi musim 2017 lalu, Persika Karawang gagal lolos ke babak 16 besar.

Tak berhenti di Persika Karawang saja, Yusuf Mansyur juga menggelontorkan dana untuk klub Liga 3, Malang United. Di klub ini, Yusuf Mansyur mendapatkan jabatan sebagai Presiden Kehormatan. Sekali lagi, Yusuf Mansyur juga mengajak Indra Sjafri untuk berpartisipasi. Pelatih berkumis tebal tersebut diminta untuk membantu mengembangkan akademi Malang United. Rekam jejak Indra Sjafri dalam pembinaan usia muda menjadi alasan utamanya.

“Visi kami tidak akan berhenti di akademi Malang United. Tapi, kami punya visi untuk mewujudkan cita-cita seluruh masyarakat Indonesia, yaitu melihat timnas Indonesia bermain di Piala Dunia,” pernyataan tersebut disampaikan oleh Indra Sjafri ketika melakukan konferensi pers terkait kerja sama yang dilakukannya dengan Yusuf Mansyur untuk Malang United.

Beberapa hari kemudian, Yusuf Mansyur yang juga kembali mengajak Indra Sjafri terlihat di Tangerang. Bersama dengan beberapa petinggi kota Tanggerang, Yusuf Mansyur mengumumkan bahwa dirinya secara resmi menjadi investor baru bagi klub Liga 3, Persikota Tanggerang. Sama seperti di Malang United, Yusuf Mansyur hanya menjadi penyokong dana. Indra Sjafri sendiri didapuk sebagai penasehat sekaligus dewan pertimbangan klub.

Investasi Yusuf Mansyur di klub yang dulunya milik Pemkot Tangerang ini tentu menjadi kabar baik bagi pencinta Persikota. Dalam sejarahnya, Persikota merupakan tim yang pernah malang melintang di kancah sepakbola Indonesia. Klub dengan warna kebesaran Kuning tersebut bahkan sempat menjadi salah satu klub papan atas Indonesia. Julukan Bayi Ajaib pun melekat kepada klub yang pernah dibesut oleh Rahmad Darmawan tersebut. Namun perjuangan Persikota untuk kembali ke Liga 1 masih sangat panjang. Mereka harus memulai dari Liga 3 terlebih dahulu.

Investasi yang dilakukan oleh usuf Mansyur kepada 3 klub Indonesia di tahun 2018 ini memang cukup menarik untuk disimak. Ketika ditanyai mengapa tertarik untuk terjun ke dunia sepakbola Indonesia yang karut marut, Ustaz kelahiran Jakarta ini mengaku ingin membawa kesenangan kepada masyarakat Indonesia. Pasalnya, sepakbola dianggapnya sebagai olahraga yang paling digemari oleh mayoritas masyarakat di Indonesia.

“Alasan paling utama saya masuk sepakbola adalah, karena pengin nyenengin (memberikan kesenangan) masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Kota Tangerang. Kan kalau juara pasti orang akan senang,” ucap Yusuf Mansyur, seperti dikutip dari Goal Indonesia.

Agresivitas Yusuf Mansyur ini tentunya cukup positif bagi iklim sepakbola Indonesia. Ketika berbicara sepakbola industri, peran pengusaha maupun investor tentu tidak bisa dilepaskan begitu saja. Sejak pelarangan APBD untuk klub sepakbola, banyak tim Indonesia yang kalang kabut terkait pembiayaan. Namun, seberapa kuatkah Yusuf Mansyur dalam membiayai tiga klub sepakbola sekaligus?

Sudah jadi rahasia umum jika investasi di dunia sepakbola Indonesia itu tak selalu menguntungkan. Bahkan, kebanyakan investor lebih sering merugi daripada merengguk keuntungan ketika membiayai sebuah klub sepakbola. Jadi jangan heran jika ada anggapan jika hanya orang yang gila bola saja yang mau ‘membakar’ uangnya untuk mendanai klub-klub di Indonesia.

Ketika medengar alasan utama Yusuf Mansyur tentang terjun ke dunia sepakbola Indonesia, sebagian dari kita tentu sangat terenyuh. Bagaimana tidak, sulit mencari orang yang rela menggelontorkan ratusan hingga milyaran Rupiah untuk menyenangkan banyak orang. Apalagi tidak ada garansi jika investasi yang dilakukan tersebut akan mendapatkan keuntungan, atau sekedar balik modal. Mari kita tunggu saja konsistensi dari Yusuf Mansyur dalam membangun persepakbolaan Indonesia.

Komentar

About Mahfudin Akbar

Penggila sportainment yang suka balapan dengan bus dan truk tronton di jalur Pantura.

Check Also

suporter

Adopsi Budaya Asing oleh Suporter Sepakbola Indonesia

Tanpa suporter, sepakbola tidak ada apa-apanya. Kalimat tersebut sering digunakan untuk menjustifikasi betapa pentingnya kehadiran …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *