Home / Romansa / Dan Malam Minggu Mereka Pun Mati

Dan Malam Minggu Mereka Pun Mati

Malam Minggu
Source: Google Images

Ini malam minggu, tapi perasaanku membiru tak kenal waktu.

Bilur-bilur waktu membekas dalam ingatanku.

Kilasan demi kilasan tampak seperti adegan film yang terputar dengan sendirinya.

Mereka yang terbasuh air mata tanpa tangis, yang bersimbah darah tanpa luka.

Bahagia adalah kata agung bagi mereka yang mengenal juang.

Bahagia adalah… aku tak pernah berhasil menerjemahkannya untuk mereka.

Sebab, aku tak yakin, apakah bahagia pernah bersama mereka?

 

Di sini, segelas kopi di depanku mulai dingin. Kehilangan panas yang merasukinya. Seperti nyawa yang tercerabut dari raga.

Bila dapat kuputar waktu, bila dapat kukembalikan lagi, ingin mereka ada di sini tuk menjaga raga yang tak pernah ada untuk mereka.

Raga yang gagal mengupayakan upacara kematian layak bagi mereka. Dan kematian mereka pun dilupakan sejarah.

Upacara kematian yang seolah untuk diriku sendiri.

Badai yang berkecamuk itu, pada akhirnya, reda sebagai tetesan air matadan doa…bagi jiwa-jiwa yang telah tiada membawa luka.

Di samping gelas kopi, sebatang rokok terbakar dan asapnya menguap.

Sehimpun kata dalam perjumpaan.

 

Oleh : Xia C. Soe

Komentar

About Chusnul Chotimmah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *