Home / Artikel / Bela Islam, Demi Tegaknya Khilafah

Bela Islam, Demi Tegaknya Khilafah

Bela Islam
Source: Google Images

MARI bergabung bersama barisan kami demi tegaknya ukhuwah islamiyah di bumi Indonesia. Jangan mudah tergiring isu dari golongan-golongan kafir laknatullah. Kami siap bela islam hingga titik darah penghabisan. Kami pun terus berupaya membangun masyarakat ideal, memperluas Islam, mengangkat tinggi bendera tauhid, dan mengeksiskan umat Islam.

Tidakkah kalian sadari bahwa akhir-akhir ini banyak sekali bencana alam. Ini tentu pertanda dari allah swt agar kita sesama muslim tetap istiqomah sesuai syariat Islam. Sebab, rezim cebong sangat tidak mencerminkan islam yang kaffah. Bahkan, selalu ada saja golonga mereka yang menganut paham liberalisme maupun sekulerisme sehingga terjadi banyak sekali ketimpangan.

Apalagi banyak kaum-kaum menjijikkan LBGT yang memang jauh lebih laknat dari perampok, koruptor, dan teroris. Karena kaum itulah banyak sekali bencana yang terjadi. Tolong hargai kami yang sedang berusaha untuk berhijrah kea rah yang lebih baik. Sebaiknya, kalian yang belum hijrah segeralah bertaubat. Karena azab allah akan terus mengintai.

Islam ya islam, jangan ditambah-tambahi nusantara atau yang lainnya. Seolah-olah islam ada banyak jenisnya, tentu hal ini perlu ditentang. Kalau perlu kami siap untuk memobilisasi massa untuk turun ke jalan. Hobi kok jaga gereja dan membela LGBT. Contohlah kami yang mati-matian membela islam agar tetap utuh. Kami jaga keimanan sekuat mungkin, jadi jangan coba-coba intervensi keimanan kami. Salah satu cara kami menjaga iman kita ialah merazia warung-warung yang masih buka di bulan Ramadan.

Akui saja kalau kalian itu pendosa dan diselimuti banyak kesombongan. Hobinya kok menyentil keimanan kami yang sudah sesuai alquran dan hadis. Kalian bilang kami ini bigot, justru kalianlah kelompok thaghut yang pantas masuk ke dalam neraka jahannam. Naudzubillahimindzalik. Kami ada puritan di tengah-tengah profan yang ingin meruntuhkan islam rahmatan lil alamin. Lihatlah banyak ulama-ulama kami yang kalian kriminalisasi. Seorang Habib Rizieq Shihab (HRS) pun hingga sekarang masih enggan untuk kembali menginjakkan kakinya di Indonesia. Karena hanya Arab Saudi yang memang tahu kenyataan yang terjadi.  HRS merupakan imam besar yang harus dihormati.

Apabila ingin NKRI tetap utuh, muliakanlah ulama-ulama kami. Jangan sampai Negara ini dipimpin oleh kafir yang bisanya hanya menistakan agama Islam. Buktinya sudah jelas kan?, tempat penista agama islam ialah di balik jeruji penjara. Sepertinya, rezim ini juga terus berusaha melumpuhkan islam. Ormas HTI junjungan kami pun dengan jahatnya dibubarkan oleh pemerintah. Tentu hal ini preseden buruk bagi Indonesia. Secara prinsip, kewajiban seorang muslim adalah dakwah. Jadi, menurut hemat kami, dakwah tetap akan terus berjalan dan tak akan pernah berhenti.

Selain itu, jihad kami di jalan allah tentu demi tegaknya khilafah dan khalifah yang akan mengayomi kami semua. Meski sistem khilafah, ditolak di Negara-negara Timur Tengah, pokoknya pemimpin itu wajib muslim dan Indonesia menjadi Negara islam. Kami sebagai mayoritas sudah bertoleransi kok. Jangan injak-injak kami. Apalagi memaksa kami untuk mengikuti budaya yang tidak islami. Karena bisa saja itu menjurus kepada hal-hal syirik maupun musyrik. Jangan suruh kami pindah ke Negara Timur Tengah, karena NKRI yang kami cintai memang sudah seharusnya minoritas menghormati mayoritas.

Masih berlum berhenti di situ, peran media masa kini selalu saja menyudutkan islam. Mereka selalu menggiring bahwa teroris sudah pasti teroris. Karena bagi kami, teroris pasti tidak beragama islam. Karena agama kami tidak pernah mengajarkan itu. Tidak, kami tidak berusaha cuci tangan. Kami dengan sangat sadar tahu secara utuh ajaran islam itu sendiri. Para ulama kami terbukti buku-bukunya laris manis di pasaran, sehingga sosialisasi itu gencar dilakukan. Agar umat muslim tak hilang arah.

Buat apa menghargai agama serta kitab agama lain yang sudah jelas-jelas banyak kontradiksinya. Kami sudah khatam semua video-video psedodakwahnya Zakir Naik. Jadi, amunisi kami sudah sangat matang. Kami tetap bersikukuh bahwa untukmu agamamu, untukku agamaku. Jadi buang-buang waktu kami untuk menghormati kalian. Kalian jelas-jelas kalian itu sesat. Tak mengikuti logika dan akal sehat ketika mengimani agama sebagai pedoman hidup. Sungguh lemah diri kalian. Semoga saja kalian segera memeroleh hidayah.

Sebagai penutup, kami ingin sampaikan penggalan-penggalan ayat alquran yang sangat pamungnkas. Jangan iri dengan kami, karena memang sudah takdir kami sebagai calon penghuni surge. “Sesungguhnya agama yang diridloi di sisi Allah hanyalah Islam” (Ali Imron: 19). Adapun penggalan ayat lain yakni “Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akherat termasuk orang-orang yang merugi” (Ali Imron: 85). Sekian dari kami. Wallahu a’lam bishawab.

Komentar

About Bhagas Dani

Ojo dumeh. Pseudo-analis sok asyik.

Check Also

mantan

Mantan, Lupakan atau Jadikan Teman?

Sebuah penelitian yang diterbitkan  oleh jurnalrisa mengungkapkan bahwa seseorang yang berteman dengan mantan pacar berarti …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *