Home / Artikel / Kegagalan Regenerasi Ancam Masa Depan WWE

Kegagalan Regenerasi Ancam Masa Depan WWE

masa depan WWE
Source: Google Images

Promotor gulat professional nomor satu di dunia yakni WWE nampaknya sedang berada dalam kondisi yang gawat. Pasalnya, mereka gagal menciptakan bintang-bintang baru untuk meneruskan tongkat estafet para pendahulu. Jika terus seperti sekarang ini, bukan tidak mungkin masa depan WWE akan mengalami kehancuran.

Gulat professional mencapai puncak popularitas di akhir 90an. Ada dua promotor yang saling bersaing yaitu WWE dan WCW. Keduanya saling bersaing dalam menyuguhkan tontonan gulat professional terbaik. Era yang dikenal dengan Monday Night Wars itu pun berakhir dengan kemenangan telak WWE. WCW kolaps dan akhirnya diakuisisi oleh WWE yang dimiliki Vince McMahon.

Sejak membeli WCW, WWE memonopoli industri gulat professional dunia. Dengan bintang-bintang terbaik yang dimilikinya seperti Stone Cold Steve Austin, The Rock, Triple H, Undertaker, Shawn Michaels, Kane, John Cena, Randy Orton, Kurt Angle hingga Big Show, WWE menjadi jujukan utama para penggemar gulat professional.

Sebenarnya ada alternatif lain bagi para penggemar untuk menonton gulat professional. Ada Total Nonstop Action atau TNA yang punya banyak talenta berkualitas. Ada pula beberapa promotor indie yang tetap eksis di tengah keterbatasan macam CZW atau Ring of Honor. Namun, belum ada yang benar-benar bisa menyaingi WWE.

Tak adanya kompetitor yang mumpuni membuat WWE terus berada di zona nyaman. Itulah yang membuat bisnis yang dirintis oleh ayah Vince McMahon ini mulai terancam.

Salah satu masalah utama dari WWE saat ini adalah regenerasi. Ada sebuah budaya yang bernama ‘passing torch’ dalam WWE. Secara sederhana, budaya tersebut digunakan untuk menandai pergantian dari satu era ke era yang lain. Hal ini pernah terjadi ketika Bret Hart bertarung dengan Stone Cold. Atau The Rock yang pernah satu ring dengan Hulk Hogan di Wrestlemania tahun 2002.

WWE pernah mencoba melakukannya dengan John Cena sebagai aktor utama. Cena yang menjadi wajah utama WWE dalam satu dekade beberapa kali mencoba untuk memberikan tongkat estafet kepada beberapa pegulat muda. Sayangnya, hal itu tak pernah berhasil. Regenerasi di WWE seperti berhenti.

Bayangkan saja, di tahun 2018 ini saja, WWE masih memaksa “orang-orang tua” seperti Triple H, Shawn Michaels, Kane dan Undertaker untuk tampil di atas ring. Mereka mendapatkan panggung utama, meskipun tak bergulat secara reguler di acara mingguan WWE macam RAW atau Smackdown.

WWE masih sangat bergantung kepada bintang-bintang lawasnya seperti Triple H dan Undertaker. Hal ini menjadi indikasi bahwa proses regenerasi yang dilakukan gagal. Setelah era John Cena, Randy Orton maupun CM Punk, tak ada lagi yang bisa diharapkan sebagai poster boy-nya WWE.

Sebagai jalan alternatif, WWE mulai mengambil pegulat indie yang sudah punya nama. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, WWE mengontrak banyak pegulat indie yang terkanal seperti Kevin Steen, El Generico, AJ Styles, Samoa Joe, Prince Devitt dan Shinsuke Nakamura. Jalan alternatif yang membuat banyak penggemar bertanya-tanya apakah WWE memang sudah tidak bisa menciptakan bintang baru lagi.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, WWE bukannya tak mencoba. Banyak bintang baru yang disiapkan untuk meneruskan tongkat estafet dari John Cena. Sejumlah nama dimajukan sebagai poster boy baru. Namun ada satu nama yang terus diberi panggung. Siapa lagi kalau bukan Roman Reigns.

Dari sosok dan penampilan luarnya, Roman Reigns memang layak menjadi “John Cena” baru. Namun petinggi WWE lupa kalau zaman sudah berubah. Para penggila gulat professional tak lagi terpaku dengan badan atletis maupun otot besar. Para penggemar punya kriteria dan ukuran tersendiri.

Hal itu membuat Roman Reigns kesulitan untuk menjadi bintang utama dari WWE. Banyak penggemar yang merasa Reigns tak pantas menjadi poster boy. Roman Reigns tak layak disandingkan dengan The Rock, Hogan, Stone Cold Steve Austin ataupun John Cena.

Masalah semakin pelik ketika Roman Reigns harus menepi karena penyakit serius yang dideritanya di penghujung tahun 2018 ini. Reigns memang tak menyebutkan akan pensiun. Namun, absennya sepupu Dwayne Johnson tersebut berdampak besar terhadap WWE secara keseluruhan.

WWE harus mencari cara untuk menciptakan sosok yang mampu memanggul beban sebagai bintang utama. Bintang yang bisa diterima oleh semua penggemar. Untuk saat ini, pilihannya berkutat kepada AJ Styles, Braun Strowmann, Dean Ambrose dan Seth Rollins.

Regenerasi memang sangat penting untuk mempertahankan eksistensi WWE dalam industri olahraga hiburan dunia. Jangan sampai promotor sebesar WWE gagal menciptakan poster boy baru dan terus bertumpu kepada pegulat tua yang itu lagi-itu lagi.

 

 

Komentar

About Mahfudin Akbar

Penggila sportainment yang suka balapan dengan bus dan truk tronton di jalur Pantura.

Check Also

wwe

5 Pegulat WWE yang Pernah Berkarir di MMA

WWE dan MMA memiliki hubungan yang sangat baik. Dalam sejarahnya, ada beberapa nama petarung MMA …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *