Home / Romansa / Menikmati Status Jomblo Seutuhnya

Menikmati Status Jomblo Seutuhnya

status jomblo
Source: Google Images

Kerap kali status jomblo menjadi penghalang kalian untuk hidup. Padahal, tak ada yang salah dengan jomblo. Sudah seharusnya status jomblo bisa dinikmati seutuhnya.

Menyandang status jomblo sebenarnya bukanlah hal yang memalukan. Namun, mengapa hal ini selalu dikeluhkan di media sosial? Berpacaran sendiri bukanlah status yang patut dibanggakan. Percuma juga jika menyandang status berpacaran tapi kualitas hidupnya tidak naik peringkat. Bahkan, hidupnya hanya diisi dengan hal-hal yang begitu-begitu saja tanpa progress berdua. Terlebih lagi, hidupnya hanya berisi keluhan tentang pacarnya atau hidupnya sendiri yang begitu rumit. Akan semakin parah dengan diumbarnya masalah tersebut di media sosial.

Nah, jika kamu saat ini sedang jomblo, maka beruntunglah kamu membaca artikel ini. Jika kamu sedang menjalin hubungan dengan pacar, kamu lebih beruntung lagi. Kali ini kami dari guneman.co akan memberikan kunci untuk menikmati status jomblo kamu. Cukup dengan melakukan tiga hal ini.

Mengenali diri sendiri

Yang pertama perlu kamu lakukan adalah kamu harus mengenali diri kamu sendiri. Hal ini perlu kamu lakukan agar kamu tahu tentang bagaimana kamu akan menghadapi masa depan kamu. Kamu harus tau tentang siapa sih diri kamu? Apa saja hal yang selama ini sudah kamu lakukan? Mengapa kamu melakukannya? Apa tujuan kamu yang sebenarnya hendak kamu capai? Bagaimana cara kamu berpikir dan bersikap? Dan masih banyak lagi pertanyaan untuk mendapatkan jawaban dari dan untuk kamu sendiri.

Segala pertanyaan itu hanyalah untuk merumuskan apa yang ingin kamu ketahui dari diri kamu sendiri. Jika kamu sudah mendapatkan jawaban, maka kamu akan bertemu dengan pertanyaan “Bagaimana selanjutnya?”. Kamu harus menerima keadaan dan berdamai dengan diri sendiri. Setelah menemukannya, jalani kehidupan ini senyaman mungkin dan berbahagialah.

Mulailah keluar mencari pergaulan dengan orang baru sebanyak mungkin

Yang kedua, keluarlah dari zona nyaman kamu. Jika kamu sudah nyaman dengan diri kamu sendiri, carilah pergaulan baru. Perluas dan perbanyak lagi jumlah teman dan aktivitas baru. Semakin banyak lingkaran pergaulan yang baru, kamu akan semakin banyak bertemu orang-orang baru. Kamu akan banyak belajar dari situ, tentang apa pun itu. Tentunya hal-hal yang kamu sukai dan dapat membuatmu merasa bahagia.

Jika kamu menemui lingkungan pergaulan yang tidak sehat, menghindarlah. Kamu boleh berteman dengan siapa saja. Namun, jika di dalam lingkungan pertemanan itu terasa merugikan atau membuatmu tidak bahagia, jangan masuk terlalu jauh. Jadikan saja lingkungan itu sebagai media belajar tentang permasalahan yang mungkin akan kamu hadapi.

Mencari calon pasangan (target) yang dapat berbagi kebahagiaan

Yang ketiga adalah tak ada salahnya menikmati status jomblo sambil menentukan satu di antara banyaknya pergaulan yang kamu miliki untuk menjadi calon pasangan. Carilah satu di antara mereka semua yang mana dapat membuatmu lebih bahagia. Atau kamu ajak berbahagia bersama. Salah satu tujuan kita bersama dengan pasangan kan untuk saling membahagiakan. Bukan untuk mencari kebahagiaan. Jika kamu belum bahagia, bagaimana kamu akan membahagiakan orang lain? Siapa yang mau bersama orang tidak bahagia hanya untuk dibahagiakan? Ya ada sih. Tapi kamu mau jadi orang itu? Ya boleh sih. Tentu sangat bagus jika kamu memang ingin membahagiakan orang lain.

Jadi, apabila kamu ingin menikmati status jomblo seutuhnya sekaigus ingin mengubah status kamu dari jomblo menjadi berpacaran dengan orang yang kamu sayang, bolehlah tiga hal di atas kamu coba. Namun, sebenarnya hal itu pun tidak menjamin kamu akan mengubah status kamu. Hehehe… Intinya adalah kamu harus mengenali diri kamu sendiri agar nyaman dan bahagia. Jika kamu mampu membahagiakan diri sendiri, maka energi tersebut akan menarik orang lain untuk mendekat pada dirimu.

Setelah itu, kamu perlu mengenal banyak orang lagi dan belajar di setiap lingkungan pergaulan yang berbeda-beda. Hal itu tentu akan menjadikan pengalaman yang sangat bagus untuk mengembangkan diri. Itu semua adalah bagaimana cara kamu agar mampu bersikap dewasa dan adil terhadap diri sendiri. Jika kamu mampu menangani masalah kamu sendiri, itu tanda bahwa kamu siap untuk belajar lagi menghadapi masalah berdua dengan pasangan.

Komentar

About Bakti Suryo

Pengembara spiritual

Check Also

Menikah Butuh Kematangan, Bukan Kemapanan

Kalimat menohok sekali? Ya, saya putuskan menikah butuh kematangan bukan kemapanan. Dikarenakan dewasa ini, seringkali …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *