Home / Artikel / Mundurnya Edy Rahmayadi Tak Selesaikan Masalah Sepakbola Indonesia

Mundurnya Edy Rahmayadi Tak Selesaikan Masalah Sepakbola Indonesia

mundurnya edy
Source: Google Images

Mundurnya Edy Rahmayadi tak akan berpengaruh besar terhadap persepakbolaan Indonesia. Masalah sepakbola Indonesia lebih pelik daripada sekadar sosok tertinggi di organisasi yang menaungi olahraga sepakbola tersebut. Jadi, harapan untuk melihat sepakbola Indonesia jadi lebih baik masih jauh panggang dari api.

Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi resmi mengundurkan diri. Hal itu dilakukan sang jenderal pada Kongres tahunan PSSI di Nusadua Bali (20/1/2019). Mundurnya Edy Rahmayadi membuat Wakil Ketum, Joko Driyono secara otomatis naik jabatan jadi ketua PSSI yang baru. Sementara Iwan Budianto akan jadi wakil ketua yang baru.

Mundurnya Edy Rahmayadi ini memang sudah diprediksi. Pasalnya, para voter yang terdiri dari klub dan juga Asprov PSSI daerah sudah menyiapkan surat mosi tidak percaya kepada Gubernur Sumatera Utara tersebut. Semua voter sepakat dengan mosi tidak percaya tersebut, kecuali 3 klub. Yakni Persib Bandung, Madura FC dan Persik Kediri.

Gejolak di Kongres tahunan PSSI ini memang sudah diprediksikan sebelumnya. Rangkaian kasus mafia sepakbola dan pengaturan skor membuat persepakbolaan Indonesia jadi sorotan. Kasus kerusuhan hingga kematian suporter di Liga Indonesia pun juga jadi santapan media.

Pemerintah pun akhirnya turut campur. Melalui Polri, pemerintah membentuk Satgas Anti Mafia Bola. Satgas ini dibentuk berdasarkan maraknya kasus pengaturan skor yang terjadi di Indonesia. Harapannya, segala kasus pengaturan skor yang melibatkan banyak klub di Indonesia bisa teratasi dan yang terbukti melakukan kesalahan mendapatkan hukuman yang setimpal.

Ramainya kasus pengaturan skor di Indonesia membuat posisi Edy Rahmayadi jadi tak ideal. Apalagi di saat yang sama Ia terpilih sebagai Gubernur Sumatera Utara. Perihal rangkap jabatan menjadi hal yang terus digoreng oleh pencinta sepakbola Indonesia. Tujuannya jelas, agar Edy Rahmayadi mundur sebagai Ketua Umum PSSI.

Desakan publik yang terus meningkat, hingga rencana “pemakzulan” oleh voter PSSI nampaknya membuat Edy Rahmayadi memilih untuk meletakkan jabatannya.

Kemudian yang jadi pertanyaannya adalah; adakah pengaruh nyata dari mundurnya Edy Rahmayadi ini terhadap persepakbolaan nasional?

Saya pribadi ragu jika mundurnya Edy Rahmayadi ini berpengaruh besar terhadap sepakbola Indonesia dan segala macam persoalannya. Banyak suporter yang menuntut Edy Rahmadi untuk mundur. Padahal, masalah utamanya bukan terletak di Edy Rahmayadi saja.

Edy Rahmayadi dengan rangkap jabatan yang diembannya adalah satu dari sekian banyak masalah yang menjangkiti sepakbola Indonesia. Masih banyak hal yang harus dibenahi untuk membuat sepakbola Indonesia jadi lebih baik.

Sejak diangkat menjadi Gubernur Sumatera Utara, fokus Edy Rahmayadi tidak bisa sepenuhnya ke PSSI. Bahkan, bisa dibilang PSSI tak punya kepala saat Edy Rahmayadi resmi “boyongan” ke Sumatera Utara.

Persoalan lain juga ada pada voter yang memiliki hak suara dalam kongres. Mereka harusnya menjadi garda terdepan dalam reformasi PSSI. Tapi kenyataanya, selama ini voter seperti tidak mau ada perubahan yang lebih baik dalam organisasi PSSI. Pemilik atau manajemen klub seperti tidak berani mengambil resiko. Entah ada faktor eksternal ataupun internal.

Menurut saya, perubahan tak akan terjadi jika tak ada orang-orang baru di tubuh PSSI. Saatnya sosok-sosok yang benar-benar baru muncul untuk menyelamatkan sepakbola Indonesia. Sebelum mereka hadir, sepakbola Indonesia akan tetap jalan di tempat.

Jalan panjang menuju sepakbola Indonesia yang lebih baik nampaknya masih sangat terjal. Mundurnya Edy Rahmayadi bukanlah jawaban untuk masalah persepakbolaan nasional. Namun para pencinta sepakbola Indonesia jangan sampai putus arang. Kawal terus PSSI agar sepakbola Indonesia bebas dari segala macam intrik seperti mafia pengaturan skor.

 

Komentar

About Mahfudin Akbar

Penggila sportainment yang suka balapan dengan bus dan truk tronton di jalur Pantura.

Check Also

gusti randa

Gusti Randa dan Gunjingan-Gunjingan Busuknya

Tabrak aturan dan regulasi. Membuat keputusan yang kontraproduktif. Hal-hal yang membuat sosok Gusti Randa jadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *