Home / Hiburan / Deretan Film Bertema Jurnalistik

Deretan Film Bertema Jurnalistik

jurnalistik
Source: Google Images

Profesi jurnalis memiliki berbagai keunikan dan keseruan. Karena tak keahlian dalam menulis saja yang diuji, tetapi juga keahlian dalam menggali informasi terhadap tiap narasumber. Kerja di bidang jurnalistik juga menaruhkan nyawa. Sebab, ada saja di luar sana para pemegang kuasa atau modal tidak ingin diberitakan buruk, padahal itu fakta.

1. Spotlight (2015)

Film ini bercerita tentang kisah nyata memukau dari pemenang hadiah Pulitzer Boston Globe. Sebuah hasil investigasi terhadap batu kota yang menyebabkan krisis di salah satu lembaga tertua dan paling terpercaya di dunia. Lewat film ini, McCarthy memperlihatkan bagaimana seorang jurnalis harus mengutamakan kepentingan publik untuk mengetahui fakta di balik suatu peristiwa.

Bahkan, dalam film ini memberi gambaran behwwa menjadi jurnalis itu tidak gampang, sebab dibutuhkan kesabaran tinggi untuk mencari informasi serta ketelitian akurat agar tidak ada informasi yang terlewat saat proses investigasi. Apalagi, kalau jurnalis itu menghadapi kasus-kasus yang dipengaruhi oleh kepentingan suatu lembaga tertentu yang sangat berpengaruh.

2. Truth (2015)

Film Truth menceritakan kejadian setelah dihukum karena kesalahan, playboy bintang film Aaron Redmond dijatuhi hukuman dengan meditasi bersama guru meditasi Buddha bernama Rachel . Dalam setiap pertemuan mereka, Rachel mengajarkan Aaron satu kebenaran yang penting, dan menghindari godaan bermotifnya. Tapi segera saling menggunakan kekuatan mereka baik Aaron dan Rachel untuk memikirkan kembali pilihan hidup mereka, atau risiko kehilangan cinta

Film ini diangkat dari kisah nyata salah satu acara TV di Amerika, yaitu CBS 60 Minutes. Acara yang disiarkan di CBS News itu membahas tentang dunia politik Amerika Serikat. Saat itu sang produser, Dan Rather, dan news anchor Mary Mapes mendapat kecaman dari pemerintah setelah memberitakan informasi tentang George W. Bush yang dianggap enggak pantas mencalonkan diri sebagai presiden untuk kedua kalinya.

Jurnalis dalam Truth dikecam karena dianggap merusak nama baik pemerintah. Padahal, sebagai jurnalis, mereka sudah bekerja sesuai dengan fungsinya, yaitu memberitakan informasi sesuai fakta. Lewat film ini kamu bisa lihat kalau ternyata pemerintah bisa menjadi salah satu pihak yang sangat mempengaruhi media dalam memberitakan informasi.

3. Kill the Messenger (2014)

Film ini terinspirasi dari kisah nyata tentang seorang jurnalis San Jose Mercury-News, Gary Webb (Jeremy Renner) mendapat sebuah bukti berupa dokumen asli transaksi perdagangan narkoba oleh pejabat pemerintah Amerika. Parahnya, transaksi tersebut dilakukan oleh pihak CIA. Dengan data itu, Webb melakukan sejumlah wawancara yang mungkin terlibat dan mengetahui rahasia pemerintah tersebut.

Film yang dirilis pada Oktober 2014 lalu ini punya sudut pandang cerita yang mirip dengan Truth. Kill the Messenger di sini menceritakan bagaimana seorang jurnalis, Gary Webb (Jeremy Renner), yang bekerja sangat profesional dalam memberikan informasi. Film ini menggambarkan keberanian jurnalis untuk memberitakan hal yang menjatuhkan nama baik pemerintah tanpa memikirkan hidupnya akan terancam.

Melalui film tersebut mampu memberi cerita mengenai kejujuran lewat sudut pandang seorang jurnalis. Nekat membuka hal kontroversi dengan segala risiko yang nantinya akan mengancam nyawanya sendiri, percis seperti yang terjadi dalam film ini.

4. Nighthcrawler (2014)

Nightcrawler adalah sebuah film debut sutradara asal California, Dan Gilroy. Bersettingkan Los Angeles, Kota Malaikat yang selalu identik dengan tindakan kriminal. Stereotipe negatif dari bad cop, kaum “hitam”, dan hispanik juga sangat lekat dengan kota ini. Beberapa film yang mengangkat unsur-unsur tersebut serta set lokasi di Los Angeles dapat ditemui di L.A. Confidential (1997) atau End of Watch (2012). Kedua film tersebut banyak mengekspos hal-hal berbau kriminal yang dilakoni para kaum imigran, dan seakan Kota Malaikat ini memang tak pernah lepas dari citra buruk tersebut.

Melalui film ini, sang sutradara mencoba untuk mengungkap sisi lain dari siaran berita di Televisi. Bekerja freelance di suatu media juga bisa membuat kita dianggap jurnalis. Meskipun tidak terdaftar secara permanen, seorang jurnalis freelance pun menjadi pemasok berita bagi media tersebut. Itulah yang dikisahkan dalam Nightcrawler. Film yang dirilis pada 2014 ini menceritakan tentang Louis Bloom (Jake Gyllenhaal) yang bekerja sebagai pemasok video kriminal. Dia menjual videonya kepada seorang produser TV.

Lewat karakter Louis dan sang produser, sutradara Dan Gilroy menunjukkan sejauh mana awak media bisa melakukan hal-hal “nekat” yang kadang melanggar hukum demi mendapatkan berita yang diinginkan penonton. Yap, Nightcrawler merupakan sindiran terhadap sisi gelap dunia jurnalistik. Demi rating tinggi, hal-hal berbahaya apa saja kadang bisa dilakukan para jurnalis.

5. Page One: Inside The New York Times (2011)

Film ini lebih menceritakan keadaan pada 2008 di mana media cetak mendapat ancaman dengan munculnya media online yang lebih mudah diakses. Film yang disutradarai Andrew Rossi ini diangkat dari kisah nyata tentang perjuangan media ternama New York Times dalam mempertahankan eksistensinya sebagai media cetak terbesar di New York, Amerika Serikat.

Dalam film ini sang sutradara memperlihatkan keseharian para jurnalis di balik meja kerja redaksi New York Times dan bagaimana tim redaksi berusaha keras mempertahankan media cetak agar tetap diminati pembaca. Melalui film ini anda bisa tahu bagaimana sulitnya bekerja sebagai jurnalis media cetak, menghadapi kenyataan bahwa sebenarnya media cetak kurang diminati oleh masyarakat.

6. Frost/Nixon (2008)

Film Frost/Nixon mengisahkan tentang seorang presiden Amerika Serikat yang pernah berkuasa bernama Nixon. Selama masa periodenya sebagai seorang presiden, nyatanya banyak sekali kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh Nixon yang ditentang oleh rakyatnya. Namun hal tersebut sama sekali tidak memengaruhi Nixon untuk memikirkan kembali atau bahkan mengurungkan niatnya dalam melancarkan kebijakan-kebijakan tersebut

Presiden Amerika Serikat Richard Nixon (Frank Langella) mengundurkan diri pada 1974. David Frost,seorang jurnalis Inggris, ingin mewawancarai Richard Nixon setelah dia tidak lagi menjabat di Gedung Putih. Dalam keadaan out of money, Irving Lazar, agen dan penasehat mantan presiden itu, meminta Richard Nixon untuk menerima tawaran David Frost.

Hal ini sekaligus sebagai ajang pemulihan reputasi setelah isu skandal mengiringi pengunduran diri itu. Hal itulah yang membuat nama Nixon sebagai seorang presiden Amerika tidak terlalu populer di kalangan masyarakat. Karena mereka beranggapan bahwa presiden Nixon lebih banyak memberikan kebijakan yang menyusahkan ketimbang kebijakan yang menggembirakan hati para rakyatnya. Hal tersebutlah yang membuat mulai terdengar isu-isu untuk menggulingkan Nixon dari jabatannya sebagai seorang Presiden.

7. Good Night, And Good Luck (2005)

Film ini berkisah seputar acara “talk show” Person to Person di Amerika jaman 1950-an yang dibawakan oleh Edward Murrow(David Strathairn). Kondisi politik Amerika pada saat itu sedang penuh dengan praduga politik komunis yang mengancam keamanan dan kestabilan nasional. Setidaknya hal itulah yang sedang menjadi propaganda dari Senator AS pada saat itu, Joe Mcarthy (Joe Mcarthy). Pada saat itu, jika anda pernah menghadiri sebuah pertemuan komunis, maka dmembantu seseorang pengikut paham tersebut, atau suka memakai warna merah, mungkin anda akan dibawa ke pengadilan dan masuk penjara.

Film ini berhasil mereka-ulang sejarah dalam medium film sebagai usaha yang sangat elegan. Menontonya mengajak sedikit merefleksikan kondisi negara yang kacau balau. Adanya unsur-unsur yang tidak transparan dari pemerintahan, penyebaran informasi yang salah secara sengaja, pemenjaraan tanpa pengadilan, dugaan korupsi dan nepotisme,dll membuat film ini jadi sangat relevan, untuk beberapa tahun terakhir.Dalam kondisi memprihatinkan tersebut kita akan melihat bagaimana sebuah kelompok kecil dibalik socoal-media pada zamanya, yang didedikasikan untuk kekuatan kejujuran dan integritas sebagai peluang besar untuk menumbangkan pemerintahan yang rusak dan korup.

8. Shattered Glass (2003)

Sebuah film yang bercerita tentang seorang jurnalis muda yang bekerja di suatu majalah terkemuka di New York, New Republic. New Republic sangat terkenal, sejak pertama kali berdiri tahun 1914, New Republic telah menjalankan fungsi jurnalistiknya dengan baik. Film ini menceritakan keadaan New Republic di tahun 1998. Pada saat itu, New Republic memiliki 15 jurnalis dan seorang editor yang sangat baik dan bertanggung jawab bernama Michael Kelly.

Tokoh utamanya bernama Stephen Glass (Hayden Christensen) bekerja sebagai jurnalis. Karir Stephen melejit setelah banyak karyanya menembus koran namun harus jatuh dengan memalukan setelah kasus plagiarisme dan banyak karyanya yang tidak faktual muncul di koran-koran lain. Glass dikenal sebagai jurnalis yang memiliki kualitas pertanyaan luar biasa, yang bahkan hasil beritanya akan secara eksklusif dimiliki olehnya pribadi karena banyak yang menganggap tidak akan ada yang bisa bertanya seperti apa yang dilakukan oleh glass.

Pentingnya menonton film ini sebab menampilkan kinerja seorang jurnalis harus selalu mengedepankan kebenaran, karena tulisan mereka akan mempengaruhi para pembacanya. Shattered Glass memberikan pandangan pada kita, bahwa orang cerdas tidak memperlihatkan dirinya cerdas, dan orang bodoh akan memperlihatkan dirinya pintar. Glass berhasil membohongi rekan-rekannya bahwa dirinya hebat.

Komentar

About Bhagas Dani

Ojo dumeh. Pseudo-analis sok asyik.

Check Also

Pers dan Serba-Serbi Di Dalamnya

Pers atau press (Inggris) bagi sebagian orang adalah pekerjaan yang keren. Tapi bagi sebagian yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *