Home / Artikel / Gusti Randa dan Gunjingan-Gunjingan Busuknya

Gusti Randa dan Gunjingan-Gunjingan Busuknya

gusti randa
Source: Google Images

Tabrak aturan dan regulasi. Membuat keputusan yang kontraproduktif. Hal-hal yang membuat sosok Gusti Randa jadi bahan perbincangan publik sepakbola Indonesia dalam waktu singkat.

Gusti Randa akhirnya naik sebagai Plt Ketua Umum PSSI. Pengacara sekaligus aktor era 90-an tersebut mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Joko Driyono yang masih menjalani proses hukuman. Apakah sosok Gusti Randa yang cukup kontroversial ini mampu memimpin PSSI?

Carut marut di tubuh PSSI masih terus berlanjut. Ditangkapnya sejumlah petinggi PSSI membuat organisasi ini seperti auto-pilot. Joko Driyono yang menjabat sebagai Ketua Umum ditangkap pihak kepolisian karena memusnahkan barang bukti. Uniknya, Joko Driyono juga belum lama menjabat sebagai Ketua Umum PSSI. Dia baru beberapa bulan saja menggantikan Edy Rahmayadi yang mundur pada bulan Januari 2019 lalu.

Posisi Joko Driyono pun digantikan oleh Gusti Randa. Gusti Randa bukanlah sosok asing di kancah persepakbolaan nasional. Ia punya rekam jejak dan kedekatan dengan gerbong Joko Driyono dan Iwan Budianto. Ketika terjadi dualisme pada 2011 silam, Gusti Randa berada di kubu KPSI yang memberikan perlawanan terhadap gerbong revolusioner yang dipimpin oleh Djohar Arifin. Dengan kedekatan tersebut, tak sulit bagi Gusti Randa untuk berada di pusaran kepengurusan PSSI.

Dalam beberapa kesempatan, Gusti Randa juga menunjukkan pembelaannya terhadap PSSI. Contohnya ketika PSSI “dihajar” oleh Mata Najwa terkait kasus mafia bola. Dengan sangat vokal Gusti Randa membela PSSI habis-habisan. Dengan sifat vokal dan defensifnya tersebut, Gusti Randa menjadi mutiara berharga bagi PSSI.

Naiknya, Gusti Randa sebagai Ketua Umum PSSI agaknya terbilang prematur. Jabatan Gusti Randa di PSSI sebelumnya adalah anggota Exco. Menurut Statuta, jika Ketua berhalangan, yang menggantikan adalah Wakil Ketua. Dalam hal ini ada sosok Iwan Budianto. Namun yang bikin garuk-garuk kepala, pria yang berprofesi sebagai aktor dan pengacara itu levelnya masih anggota Exco langsung melesat menjadi orang nomor 1 di tubuh PSSI. Bukan Iwan Budianto yang notabene adalah Wakil Ketua PSSI.

Gelagat buruk langsung terlihat dari kepemimpinannya. Belum genap sebulan menjabat sebagai Ketua PSSI yang baru, bapak empat anak itu melakukan langkah mengejutkan dengan memecat Tigor Shalomboboy dari PT Liga Indonesia. PT Liga Indonesia adalah operator Liga professional yang berada di bawah PSSI.

Dalam rapat direksi, Gusti Randa secara mengejutkan mendepak Tigor yang menjabat Chief Operating Officer PT Liga Indonesia. Padahal, Tigor punya rekam jejak yang baik dalam menangani Liga Indonesia. Mulai dari pengelolaan administrasi yang rapi hingga mampu menarik banyak sponsor untuk mendanai Liga.

Tabrak aturan dan regulasi. Membuat keputusan yang kontraproduktif. Hal-hal yang membuat sosok Gusti Randa jadi bahan perbincangan publik sepakbola Indonesia dalam waktu singkat. Perbincangan dalam konotasi negatif tentunya. Pencinta sepakbola Indonesia memandang Gusti Randa secara negatif.

Lagi dan lagi. Nampaknya harapan untuk perbaikan di tubuh PSSI masih jauh panggang dari api. Munculnya sosok pria kelahiran 15 Agustus 1965 itu sebagai Ketua PSSI yang baru tak memenuhi ekspektasi publik sepakbola Indonesia yang mendambakan revolusi besar dalam tubuh organisasi yang memangku olahraga sepakbola tersebut.

Komentar

About Mahfudin Akbar

Penggila sportainment yang suka balapan dengan bus dan truk tronton di jalur Pantura.

Check Also

mantan

Mantan, Lupakan atau Jadikan Teman?

Sebuah penelitian yang diterbitkan  oleh jurnalrisa mengungkapkan bahwa seseorang yang berteman dengan mantan pacar berarti …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *