Home / Artikel / Manusia Panic Buying

Manusia Panic Buying

panic buying
Source: Google Images

Kebrengsekan manusia makin terlihat pemerintah enggan hadir ketika adanya panic buying dilakukan oleh masyarakatnya.

Berawal dari kita lahir, itu juga awal kita memulai kematian. Itulah makna dari judul berbahasa latin itu. Manusia lahir bukan untuk hidup, namun untuk menunda kematian. Manusia merupakan puncak dari rantai makanan. Manusia yang berbahasa latin homo sapiens juga bisa disebut sebagai spesies hewan mamalia yang berakal budi. Manusia pun masuk ke dalam golongan makhluk sosial. Namun, evolusi manusia bisa mengubahnya berubah pelbagai wujud, bisa menjadi predator atau iblis yang tak punya rasa welas asih.

Welas asih itu sirna sejak adanya kelas sosial. Status sosial manusia dikotomi si kaya dan si miskin. Sejak itulah hasrat manusia saling menindas. Tentu menindas bukan tindakan manusia waras. Karena realita bahwa manusia itu berkomunal sudah seharusnya saling menjaga tempat tinggalnya, yakni bumi.

Kasus seperti sekarang ini yang masih hangat ialah rakusnya manusia akibat bergantung pada uang. Ditambah lagi adanya sistem pemerintahan yang lebih merawat si kaya dan enggan menyejahterakan si miskin. Kebrengsekan manusia makin terlihat pemerintah enggan hadir ketika adanya panic buying dilakukan oleh masyarakatnya. Panic buying akibat menyebarnya virus korona di seluruh dunia.

Harga sembako, masker, dan hand sanitizer melonjak dianggap lumrah. Padahal itu baru satu kasus saja, tapi tak ada tindakan radikal dari pemerintah untuk menjaga warganya. Karena nyawa warga tak ada harganya. Adanya tindakan radikal pasti menunggu kalau sudah banyak korban jiwa berjatuhan. Padahal seharusnya warga bisa berkomunal untuk mendobrak ketidakadilan tersebut. Apa perlu menunggu semuanya menjadi lebih parah? Hingga akhirnya chaos terjadi. Kalian bisa mengawalinya berkomunal membuat sendiri penutup mulut dan hidung sebagai masker. Juga membuat sendiri hand sanitizer.

Apabila tidak ingin dibilang manusia biadab, lihatlah manusia di kiri kananmu. Rangkul mereka yang rentan. Saling jaga, jangan memperparah kondisi. Panic buying memang terjadi secara natural. Karena teori ekonomi persediaan-permintaan. Tapi teori tersebut tentu sangat mampu dipatahkan. Tergantung sejauh mana kesadaran untuk melawan. Bukankah ada harga yang harus dibayar untuk sebuah perjuangan ke arah lebih baik?

Ingatlah selalu pesan dari Pramoedya Ananta Toer, didiklah rakyat dengan organisasi dan didiklah penguasa dengan perlawanan!!!!

Komentar

About Bhagas Dani

Ojo dumeh. Pseudo-analis sok asyik.

Check Also

covid-19

Mari Gotong Royong Lawan Covid-19

Source: Google Images CAMKAN selalu bahwa rakyat bersatu tak bisa dikalahkan. Hentikan debat kusir sesama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *