Home / Artikel / Tugas Akhir Skripsi Memang Tidak Sebercanda Itu

Tugas Akhir Skripsi Memang Tidak Sebercanda Itu

tugas akhir skripsi
Source: Google Images

Tugas akhir skripsi memang tidak sebercanda itu. Jangan layu karenanya. Hal ini memang bukan hanya tentang ratusan lembar kertas yang akhirnya di jilid rapi.

Bagi siapapun yang sedang berjuang mengerjakan tugas akhir skripsi atau berpikir tidak ada pencapaian selama di kampus.

Kuliah di kampus yang katanya terbaik memang tidak semudah itu. Kata mereka dulu “masuknya susah, bertahan di dalamnya lebih susah, apalagi keluar dari sana”. Dan iya ini benar sekali. Tekanan kita mungkin lebih besar karena dikelilingi teman-teman yang ambisius, optimistis, dan percaya diri super tinggi

Tapi itu bukan salah mereka. Bukan salah mereka kalau mereka ambisi kerjakan tugas akhir (TA). Optimistis wisuda sangat tepat waktu dengan predikat cum laude. Itu masa depan mereka. Bisa jadi, dia anak dari seorang pengusaha sukses yang reputasi keluarga besarnya juga bergantung dari pencapaian dia di kuliah.

Bisa jadi, dia harus cepat wisuda karena harus menghidupi ibu dan adiknya yang ditinggal ayah. Bisa jadi, dia harus cepat wisuda karna dia sakit sebelum penyakitnya semakin menyebar.

Tidak ada yang benar-benar tahu tujuan hidup seseorang selain dirinya sendiri. Bahkan kadang diri kita sendiri pun masih ragu dengan apa tujuan kita. Bagaimana bisa kita menganggap kita sudah mengerti orang lain kalau gitu?

Menyalahkan diri sendiri, cemburu, iri hati, dan stres melihat teman sudah bimbingan bab akhir. Hal tersebut hanya membuat hati kita makin tertutup dari kebaikan-kebaikan yang sebenarnya bisa datang kalau hati kita terbuka.

Tidak perlu merasa dia terlalu cepat atau kita terlalu lambat. Setiap orang punya standar kecepatannya masing-masing. Hal terpenting adalah kita bertanggung jawab dengan apa yang kita lakukan. Kita tahu konsekuensinya dan sanggup menghadapinya.

Begitu pula menyesal sudah semester akhir ternyata pencapaian di kampus nol besar. Tidak pernah menang lomba, jangankan menang, ikut pun tidak. Tidak ikut organisasi. Tidak terkenal dan tidak, tidak, tidak serta tidak yang lainnya. Lalu?.

Penilaian orang terhadap kita bukan berhenti sampai kita selesai kuliah. See a bigger picture. People will always judge you no matter what, when and where. Jadi, kalau di kampus belum ada pencapaian apa-apa ya sudah lanjutkan hidup dan mulai lagi dari awal.

Apakah nanti begitu lulus hidup kita akan selalu naik? Tidak. Belum tentu. Justru sekarang kita sedang belajar menyiapkan diri kalau-kalau di masa depan nanti, tiba-tiba semua yang kita punya diambil sama Tuhan.

Siapa yang tahu? Kalau sudah diambil semuanya, bukankah harus mulai lagi dari awal? Sama saja kan seperti masa kuliah dulu. Hidup itu roda yang berputar, kata mereka.

Kedengarannya mudah ya. Padahal sulit sekali dilakukan. Tapi percayalah, aku pernah melewati itu semua. Masa-masa tidak ada satupun di sisiku dan semua diambil oleh-Nya. Rasanya tidak ada ruang kebahagiaan tersisa.

Tapi caraku, aku yakin ada Ia yang selalu bersamaku jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan selagi aku berusaha yang terbaik. Tutup mata dan telinga dari kata-kata jahat tidak bertanggung jawab atau tatapan sinis yang menjatuhkan. Orang-orang seperti itu akan ditagih kelak.

Tugas akhir skripsi memang tidak sebercanda itu. Jangan layu karenanya. Hal ini memang bukan hanya tentang ratusan lembar kertas yang akhirnya di jilid rapi. Ini tentang kita, yang sedang dipersiapkan sebelum dilepas ke hutan belantara sesungguhnya. Sangat wajar apabila ini melibatkan perasaan emosional yang tinggi.

Semoga tugas akhir ini bukan membentuk kita ke bawah tapi membentuk kita memiliki mental pejuang yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Terakhir, aku suka sekali dengan bintang. Filosofinya mendalam bagiku

Ada ratusan milyar bintang di langit sana. Bukan tentang seberapa banyak bintangnya atau seberapa terang. Karena tahukah? Bintang yang paling cepat redup cepat mati adalah bintang yang paling terang.

Bintang yang cahayanya sederhana saja akan bersinar lebih lama, konstan. Itu semua pilihan. Sama seperti kita, menyala terang benderang untuk waktu yang singkat atau menyala sesederhananya namun untuk waktu yang lebih lama?.

Komentar

About Yudhi Tutupbusi

Check Also

fuckyou

Perubahan atau Kemapanan? Aktivis menjadi Pragmatis

Pertama-tama saya akan menceritakan dua pengalaman saya. Cerita yang pertama, dua tahun yang lalu saya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *